31.7 C
Jakarta
Thursday, March 23, 2023

Sambut G20, PIC Rangkul Turis Asing Bersih-Bersih di Pantai Bali

DENPASAR, radarbali.id- Konferensi Tingkat Tinggi G20 sudah di depan mata. KTT G20 Bali akan berlangsung pada 15-16 November 2022 di Bali, Indonesia.

KTT G20 di Bali akan menjadi puncak dari proses dan usaha yang intensif dari seluruh alur kerja G20 (pertemuan tingkat menteri, kelompok kerja, dan engagement groups, red) selama setahun keketuaan Indonesia.

 

Banyak pihak mendukung pertemuan yang bertujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional sukses digelar. Salah satunya Pemuda Indonesia Center (PIC) berkolaborasi dengan Trash Hero Sanur dan Dewata Sorong lewat kegiatan Bali Beach Clean Up to Welcome & Support G20 Summit, pada Sabtu, 29 Oktober 2022.

Ketua umum PIC Ahmad Rivaldi mengatakan, pihaknya akan proaktif mengajak turis dan warga, khususnya yang sedang berada di seputar lokasi dan berlibur di Bali.

Gerakan Bersih Pantai Bali yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Sanur ini ungkapnya merupakan bentuk dukungan dan kontribusi PIC bersama semua elemen masyarakat dalam menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tanggal 15-16 November 2022.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, terutama kebersihan pantai,” kata Ahmad Rivaldi kepada wartawan di lokasi acara.

Lebih jauh dari itu, Gerakan Bersih Pantai Bali sebenarnya memiliki misi untuk membangun citra positif bangsa Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20, yang peduli pada kebersihan, kenyamanan, dan keamanan.

I Wayan Aksara, pegiat Trash Hero Sanur- sebuah gerakan relawan di bawah naungan Trash Hero Indonesia dan Trash Hero World- menegaskan pentingnya mengedukasi masyarakat melalui kampanye aksi bersih-bersih.

Kesadaran bersih-bersih lingkungan, khususnya dari sampah plastik ini dinilai akan menginspirasi lebih banyak orang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sehingga keberlangsungan hidup generasi selanjutnya terjamin.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali. Ini sebagai bentuk kepedulian dan ajakan kepada turis dan masyarakat umum, untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan, harapannya pantai bebas dari sampah,” ujar I Wayan Aksara.

 

Kolaborasi PIC, Trash Hero dan Dewata Sorong ini melibatkan warga setempat dan kelompok turis asing dari berbagai negara yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Gerakan Bersih Pantai Bali merupakan bentuk kampanye menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, yang nantinya berdampak pada kenyamanan wisatawan lokal maupun asing.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara membersihkan sampah organik maupun non-organik di pesisir pantai.

Semua sampah tersebut dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam kantong-kantong yang telah disediakan.

 

Kampanye Gerakan Bersih Pantai Bali juga akan mengadakan pembagian tumbler dan kaos ramah lingkungan kepada para peserta kegiatan.

Tumbler dan kaos tersebut sekaligus menjadi simbol dan pesan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan terutama di sekitar pantai.

Jechris Faam, Ketua Dewata Sorong, sebuah komunitas pelajar dan mahasiswa Papua di Bali, dalam kesempatan itu menilai, bahwa selain menjaga kebersihan pantai, kondusivitas keamanan di Indonesia, khususnya wilayah Bali dalam keadaan baik,

 

“Mari kita bersama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan supaya tetap kondusif dan siap untuk menyukseskan kegiatan KTT G20 di Bali”.

 

Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Sudita, S.H., M.H. yang sebelum bersih-bersih dimulai secara simbolis menerima botol plastik ramah lingkungan dan baju kaos Bali Beach Clean Up dari Ketua Umum Pemuda Indonesia Center Ahmad Rivaldi disaksikan oleh Federika Kambu, Perwakilan Pengurus Dewata Sorong (kiri) dan I Wayan Aksara Relawan Trash Hero Sanur mengaku mendukung penuh aksi tersebut.

 

“Kegiatan yang diprakarsai oleh Pemuda Indonesia Center ini luar biasa. Kita mengapresiasi agar kegiatan-kegiatan semacam ini berkelanjutan sehingga bisa membangkitkan semangat pemuda-pemuda yang lain dan ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan. Itu harapan kami,” ucap Kompol Sudita.

Sebagai informasi, KTT negara G20 di Bali berkomitmen untuk menyatukan sekaligus membahas isu lingkungan hidup dan perubahan iklim.

 

Pertemuan G20 diharapkan dapat meningkatkan upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim global.

 

Dalam pertemuan Deputi Lingkungan dan Kelompok Kerja Keberlanjutan Iklim (Environment Deputies Meeting and Climate Sustanability Working Group / G20 EDM-CSWG) yang berlangsung di Bali pada 29-30 Agustus 2022, seluruh negara peserta sepakat dengan tiga isu prioritas.

 

Pertama, mendukung pemulihan yang berkelanjutan (supporting more sustainable recovery).

 

Kedua, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing land-and sea-based actions to support environment protection and climate objectives).

 

Ketiga, peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives). (ken/mar)

DENPASAR, radarbali.id- Konferensi Tingkat Tinggi G20 sudah di depan mata. KTT G20 Bali akan berlangsung pada 15-16 November 2022 di Bali, Indonesia.

KTT G20 di Bali akan menjadi puncak dari proses dan usaha yang intensif dari seluruh alur kerja G20 (pertemuan tingkat menteri, kelompok kerja, dan engagement groups, red) selama setahun keketuaan Indonesia.

 

Banyak pihak mendukung pertemuan yang bertujuan untuk mendiskusikan kebijakan-kebijakan dalam rangka mewujudkan stabilitas keuangan internasional sukses digelar. Salah satunya Pemuda Indonesia Center (PIC) berkolaborasi dengan Trash Hero Sanur dan Dewata Sorong lewat kegiatan Bali Beach Clean Up to Welcome & Support G20 Summit, pada Sabtu, 29 Oktober 2022.

Ketua umum PIC Ahmad Rivaldi mengatakan, pihaknya akan proaktif mengajak turis dan warga, khususnya yang sedang berada di seputar lokasi dan berlibur di Bali.

Gerakan Bersih Pantai Bali yang dipusatkan di Pantai Mertasari, Sanur ini ungkapnya merupakan bentuk dukungan dan kontribusi PIC bersama semua elemen masyarakat dalam menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali tanggal 15-16 November 2022.

“Kegiatan ini dilaksanakan atas dasar kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, terutama kebersihan pantai,” kata Ahmad Rivaldi kepada wartawan di lokasi acara.

Lebih jauh dari itu, Gerakan Bersih Pantai Bali sebenarnya memiliki misi untuk membangun citra positif bangsa Indonesia sebagai tuan rumah KTT G20, yang peduli pada kebersihan, kenyamanan, dan keamanan.

I Wayan Aksara, pegiat Trash Hero Sanur- sebuah gerakan relawan di bawah naungan Trash Hero Indonesia dan Trash Hero World- menegaskan pentingnya mengedukasi masyarakat melalui kampanye aksi bersih-bersih.

Kesadaran bersih-bersih lingkungan, khususnya dari sampah plastik ini dinilai akan menginspirasi lebih banyak orang untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai sehingga keberlangsungan hidup generasi selanjutnya terjamin.

“Kegiatan hari ini dilaksanakan di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Bali. Ini sebagai bentuk kepedulian dan ajakan kepada turis dan masyarakat umum, untuk tetap menjaga kebersihan dan kenyamanan, harapannya pantai bebas dari sampah,” ujar I Wayan Aksara.

 

Kolaborasi PIC, Trash Hero dan Dewata Sorong ini melibatkan warga setempat dan kelompok turis asing dari berbagai negara yang berada di sekitar lokasi kegiatan.

Gerakan Bersih Pantai Bali merupakan bentuk kampanye menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan, yang nantinya berdampak pada kenyamanan wisatawan lokal maupun asing.

Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan cara membersihkan sampah organik maupun non-organik di pesisir pantai.

Semua sampah tersebut dikumpulkan kemudian dimasukkan ke dalam kantong-kantong yang telah disediakan.

 

Kampanye Gerakan Bersih Pantai Bali juga akan mengadakan pembagian tumbler dan kaos ramah lingkungan kepada para peserta kegiatan.

Tumbler dan kaos tersebut sekaligus menjadi simbol dan pesan untuk menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan terutama di sekitar pantai.

Jechris Faam, Ketua Dewata Sorong, sebuah komunitas pelajar dan mahasiswa Papua di Bali, dalam kesempatan itu menilai, bahwa selain menjaga kebersihan pantai, kondusivitas keamanan di Indonesia, khususnya wilayah Bali dalam keadaan baik,

 

“Mari kita bersama menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan supaya tetap kondusif dan siap untuk menyukseskan kegiatan KTT G20 di Bali”.

 

Kasat Intelkam Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Sudita, S.H., M.H. yang sebelum bersih-bersih dimulai secara simbolis menerima botol plastik ramah lingkungan dan baju kaos Bali Beach Clean Up dari Ketua Umum Pemuda Indonesia Center Ahmad Rivaldi disaksikan oleh Federika Kambu, Perwakilan Pengurus Dewata Sorong (kiri) dan I Wayan Aksara Relawan Trash Hero Sanur mengaku mendukung penuh aksi tersebut.

 

“Kegiatan yang diprakarsai oleh Pemuda Indonesia Center ini luar biasa. Kita mengapresiasi agar kegiatan-kegiatan semacam ini berkelanjutan sehingga bisa membangkitkan semangat pemuda-pemuda yang lain dan ikut peduli terhadap kelestarian lingkungan. Itu harapan kami,” ucap Kompol Sudita.

Sebagai informasi, KTT negara G20 di Bali berkomitmen untuk menyatukan sekaligus membahas isu lingkungan hidup dan perubahan iklim.

 

Pertemuan G20 diharapkan dapat meningkatkan upaya-upaya pengelolaan lingkungan hidup dan pengendalian perubahan iklim global.

 

Dalam pertemuan Deputi Lingkungan dan Kelompok Kerja Keberlanjutan Iklim (Environment Deputies Meeting and Climate Sustanability Working Group / G20 EDM-CSWG) yang berlangsung di Bali pada 29-30 Agustus 2022, seluruh negara peserta sepakat dengan tiga isu prioritas.

 

Pertama, mendukung pemulihan yang berkelanjutan (supporting more sustainable recovery).

 

Kedua, peningkatan aksi berbasis daratan dan lautan untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing land-and sea-based actions to support environment protection and climate objectives).

 

Ketiga, peningkatan mobilisasi sumber daya untuk mendukung perlindungan lingkungan hidup dan tujuan pengendalian perubahan iklim (enhancing resource mobilization to support environment protection and climate objectives). (ken/mar)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru