31.3 C
Jakarta
Friday, January 27, 2023

Bali United Perlu Banyak Pemain Serba Bisa

DENPASAR – Pemain versatile atau pemain serba bisa menjadi hal lumrah di dunia sepak bola modern. Para pemain sekarang, tidak bisa hanya dituntut untuk menguasai satu posisi saja, tetapi lebih dari satu pemain.

Di Bali United, ada beberapa pemain yang bisa bermain di posisi yang berbeda. Dengan beberapa posisi bermain yang bisa dilakukan, tentu bukanlah hal mudah. Mereka  tentu harus menjalani proses panjang di baliknya. Ada jalan terjal yang telah dilalui untuk dapat nyaman memainkan peran dalam sebuah tim di sepak bola.

Tidak jarang, beberapa pesepak bola sempat mengalami perubahan posisi bermain saat ini jika dibandingkan dengan pada fase awal merintis karir. Hal tersebut tentu terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pengamatan dan permintaan pelatih hingga kondisi pertandingan.

Di Bali United misalnya ada Jajang Mulyana. Dia mengawali karier di sepak bola profesional bukan sebagai bek tengah, melainkan penyerang. Pemain asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut mengawali kariernya di dunia sepak bola profesional sebagai seorang striker. Naluri golnya cukup baik ketika saat membela Pelita Jaya dan Sriwijaya FC.

Jajang baru menjadi seorang bek tengah ketika memperkuat Mitra Kukar pada tahun 2015 lalu. Di mana, saat itu pelatihnya, Scott Cooper yang berhasil menyakinkan dirinya untuk berpindah sektor. Pelatih Inggris Raya tersebut melihat potensi besar dalam diri Jajang jika ditempatkan sebagai bek tengah. Pada saat itu, ia pun banyak belajar dari duo bek tengah skuad Naga Mekes –julukan Mitra Kukar– Dedi Gusmawan dan Yanto Basna.

Berangkat dari kejadian tersebut, Jajang pun melanjutkan karier sebagai bek tengah hingga saat ini. Dengan postur tubuh setinggi 182 cm ditambah tubuhnya yang kekar, dia menjadi sosok tangguh pengawal jantung pertahanan setiap tim yang dibelanya.

Selain Jajang, sebelumnya ada Fadil Sausu. Posisi aslinya sebenarnya bukanlah gelandang, melainkan bek kiri. Bahkan ketika pertama kali berseragam Bali United, Fadil masih menjadi bek kiri sebelum akhirnya Indra Sjafri mengubah posisinya sebagai gelandang.

Musim ini, ada sosok pemain yang kerap berganti posisi. Dia adalah Novri Setiawan. Bek kanan dan winger kanan menjadi posisinya ketika bermain dalam 11 pertandingan di Liga 1 2022/2023. Pergantian posisi ini sudah terjadi ketika dia berseragam Persija Jakarta

 

Selain tiga pemain senior tersebut, ternyata bek tengah muda milik Serdadu Tridatu I Komang Tri Arta Wiguna juga bukanlah seorang bek tengah ketika memulai kariernya di dunia sepak bola. Pemilik nomor punggung 26 tersebut rupanya sempat merasakan bermain sebagai gelandang sebelum kini mantap menjalankan tugas di bek tengah.

Usut punya usut, ternyata ada sosok pelatihnya di SMAN 1 Kuta dan legenda Chelsea John Terry yang menjadi faktor utama di balik keputusan pergantian posisi bermain. “Dulu awalnya saya adalah gelandang, tetapi pada saat SMA, pelatih melihat saya cocok bermain di belakang. Kebetulan juga, idola saya adalah John Terry dari Chelsea. Maka dari itu saya memilih sebagai pemain belakang sampai sekarang,” ungkap Komang Tri.

Pemain asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng tersebut sudah dua tahun berseragam Bali United. Menit bermain memang masih minim dimiliki jebolan Bali United U-18 tersebut. Sekarang target utamanya adalah bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

“Tentu saja harapan saya selama dua tahun di Bali United, saya ingin bermain secara reguler. Namun, itu tergantung dari tim pelatih, dia melihat kerja keras saya di dalam lapangan seperti apa dan tentunya berharap agar mendapatkan lebih banyak menit bermain, tampil reguler, dan bisa membawa Bali United berprestasi di kancah internasional,” tutupnya. (alit binawan/radar bali)

 

 

DENPASAR – Pemain versatile atau pemain serba bisa menjadi hal lumrah di dunia sepak bola modern. Para pemain sekarang, tidak bisa hanya dituntut untuk menguasai satu posisi saja, tetapi lebih dari satu pemain.

Di Bali United, ada beberapa pemain yang bisa bermain di posisi yang berbeda. Dengan beberapa posisi bermain yang bisa dilakukan, tentu bukanlah hal mudah. Mereka  tentu harus menjalani proses panjang di baliknya. Ada jalan terjal yang telah dilalui untuk dapat nyaman memainkan peran dalam sebuah tim di sepak bola.

Tidak jarang, beberapa pesepak bola sempat mengalami perubahan posisi bermain saat ini jika dibandingkan dengan pada fase awal merintis karir. Hal tersebut tentu terjadi karena berbagai faktor, mulai dari pengamatan dan permintaan pelatih hingga kondisi pertandingan.

Di Bali United misalnya ada Jajang Mulyana. Dia mengawali karier di sepak bola profesional bukan sebagai bek tengah, melainkan penyerang. Pemain asal Sukabumi, Jawa Barat tersebut mengawali kariernya di dunia sepak bola profesional sebagai seorang striker. Naluri golnya cukup baik ketika saat membela Pelita Jaya dan Sriwijaya FC.

Jajang baru menjadi seorang bek tengah ketika memperkuat Mitra Kukar pada tahun 2015 lalu. Di mana, saat itu pelatihnya, Scott Cooper yang berhasil menyakinkan dirinya untuk berpindah sektor. Pelatih Inggris Raya tersebut melihat potensi besar dalam diri Jajang jika ditempatkan sebagai bek tengah. Pada saat itu, ia pun banyak belajar dari duo bek tengah skuad Naga Mekes –julukan Mitra Kukar– Dedi Gusmawan dan Yanto Basna.

Berangkat dari kejadian tersebut, Jajang pun melanjutkan karier sebagai bek tengah hingga saat ini. Dengan postur tubuh setinggi 182 cm ditambah tubuhnya yang kekar, dia menjadi sosok tangguh pengawal jantung pertahanan setiap tim yang dibelanya.

Selain Jajang, sebelumnya ada Fadil Sausu. Posisi aslinya sebenarnya bukanlah gelandang, melainkan bek kiri. Bahkan ketika pertama kali berseragam Bali United, Fadil masih menjadi bek kiri sebelum akhirnya Indra Sjafri mengubah posisinya sebagai gelandang.

Musim ini, ada sosok pemain yang kerap berganti posisi. Dia adalah Novri Setiawan. Bek kanan dan winger kanan menjadi posisinya ketika bermain dalam 11 pertandingan di Liga 1 2022/2023. Pergantian posisi ini sudah terjadi ketika dia berseragam Persija Jakarta

 

Selain tiga pemain senior tersebut, ternyata bek tengah muda milik Serdadu Tridatu I Komang Tri Arta Wiguna juga bukanlah seorang bek tengah ketika memulai kariernya di dunia sepak bola. Pemilik nomor punggung 26 tersebut rupanya sempat merasakan bermain sebagai gelandang sebelum kini mantap menjalankan tugas di bek tengah.

Usut punya usut, ternyata ada sosok pelatihnya di SMAN 1 Kuta dan legenda Chelsea John Terry yang menjadi faktor utama di balik keputusan pergantian posisi bermain. “Dulu awalnya saya adalah gelandang, tetapi pada saat SMA, pelatih melihat saya cocok bermain di belakang. Kebetulan juga, idola saya adalah John Terry dari Chelsea. Maka dari itu saya memilih sebagai pemain belakang sampai sekarang,” ungkap Komang Tri.

Pemain asal Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Buleleng tersebut sudah dua tahun berseragam Bali United. Menit bermain memang masih minim dimiliki jebolan Bali United U-18 tersebut. Sekarang target utamanya adalah bisa mendapatkan menit bermain yang lebih banyak.

“Tentu saja harapan saya selama dua tahun di Bali United, saya ingin bermain secara reguler. Namun, itu tergantung dari tim pelatih, dia melihat kerja keras saya di dalam lapangan seperti apa dan tentunya berharap agar mendapatkan lebih banyak menit bermain, tampil reguler, dan bisa membawa Bali United berprestasi di kancah internasional,” tutupnya. (alit binawan/radar bali)

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru