Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 5:19 AM WIB

Menko Perekonomian Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Badung Paling Buruk

NUSA DUA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penanganan Covid-19 di Bali cukup baik. Namun demikian pemulihan ekonomi yang menjadi perhatian karena sampai minus 9 persen.

 

Bahkan, Airlangga menyebut, kabupaten yang dulu kaya yaitu Badung saat ini perekonomianya terpuruk mencapai minus 16,5 persen dan Jembrana yang disebut pertumbuhan ekonominya baik, yakni di angka minus 5,76 persen.

 

 

“Bahkan di kuartal pertama pada saat nasional perbaikan minus 0,74 Bali, masih rendah bahkan minus 9,36 persen. Dan yang paling dalam adalah di wilayah ini di Badung ini pertumbuhan ekonominya turun minus 16,5 persen,” kata Airlangga dalam acara temu kader Golkar di Nusa Dua, Minggu (30/5).

 

Airlangga melanjutkan, Kota Denpasar juga terpukul dalam. Meski masih lebih baik dari Badung, Kota Denpasar minus 9,42 persen.

 

 

Sedangkan Kabupaten Jembrana yang tak banyak mengandalkan pariwisata, sebaliknya lebih banyak di sector pertanian adalah salah satu yang pertubuhan ekonominya paling tinggi di Bali. Walaupun begitu, Jembrana tumbuh minus 5,76 persen.

 

“Tentu dengan situasi seperti ini wajib hukumnya Jembrana untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Bali karena Jembrana ini juga didorong untuk diversifikasi juga pada produk-produk pertanian padi dilaporkan oleh ketua terkait dengan tanaman vanili dan kami juga dorong kemarin pisang cavendish untuk ekspor karena pisang cavendish export ini menjadi salah satu yang bisa menjadi komoditas baik dari Indonesia,” papar Airlangga. 

 

Mantan Menteri Perindustrian itu meminta Bali supaya mencontoh Yogyakarta karena tentu domestik turis potensinya tinggi.  Pertumbuhan ekonomi Yogyakarta naik 6 persen, dan Kota Gudeg itu tidak mengandalkan turis mancanegara tetapi dari dalam negeri.

 

“Mungkin strategi seperti dilakukan di Bali,” jelasnya. 

 

 

Airlangga menambahkan, Bali memang memiliki rata-rata kasus di bawah dan angka kesembuhannya di atas nasional sembuh. Penanganan Covid-19 di Bali sudah baik sehingga mobilitas bisa didorong untuk perekonomian di Bali.

 

Dikatakan pemerintah  sudah menyiapkan pertama rekstrukturisasi perekonomian melalui OJK terutama bidang makanan, minuman dan bidang hospitality dan diberikan grace period dua tahun.

 

“Sehingga bisa mendapatkan modal kerja khusus industri hospitality,  restoran dan kafe. Kafe bisa menggunakan  skema KUR di bawah Rp 500 juta khusus tahun ini modal kerja bunganya 3 persen. Kredit menengah menjadi Rp 20 miliar kami dorong kredit usaha kecil menengah  yang intinya usaha-usaha di Bali diberikan prioritas sekarang jumlah kredit disalurkan 18 persen arahan pak presiden ditingkatkan 30 persen sampai 2024,” jelasnya. 

 

 

Airlangga menyatakan artinya  pemerintah akan menyalurkan  kredit tahun 2024 total kredit 6000 triliun sehingga  UMKM  diberikan 2400 triliun.  Selain itu, mengenai Covid varian baru  dikatakan saat diwaspadai dari India dan di Bali audah  ditemukan. Maka perlu dijaga supaya tidak menyebar maka perlu fasilitas PCR  dan lainnya digencarkan. Pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik karena seperti tahun kemarin lonjakan kasus banyak  dan juga setelah natal sampai 5 Februari 2021. 

 

“Siklus periode kritikal usai Idul Fitri periode dua minggu ini dan kita harus menjaga periode empat minggu pertengahan Juni, kalau itu bisa ditangani lebih baik kami yakin perekonimian Indonesia bangkit dan apa yang diproyeksikan pemerintah  perekonomian akhir tahun 4,5 sampai 5,3 persen,” jelasnya. 

 

Salah satu solusi untuk pariwisata bisa menerapkan Tmtravel bubble bisa didorong.

 

Dikatakan  Singapura siap bekerja sama dengan Indonesia asalkan harus diukur penanganan Covid di Singapura dan berapa di Indonesia. Travel Bubble bisa dilakukan misalnya di Nusa Dua. Contohnya di Phuket, Thailand bahwa orang boleh masuk lima hari di Phuket dengan prokes ketat dan kasus  aktifnya yang  rendah sehingga turis berani masuk.

 

 

“Diharapkan di Bali melakulan hal yang sama sehingga turis bisa datang ke Bali datang bentuk bubble sesudah lima hari di Bali tentu bisa melakukan perjalanan ke provinsi lain di Indonesia,” jelasnya. 

NUSA DUA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa penanganan Covid-19 di Bali cukup baik. Namun demikian pemulihan ekonomi yang menjadi perhatian karena sampai minus 9 persen.

 

Bahkan, Airlangga menyebut, kabupaten yang dulu kaya yaitu Badung saat ini perekonomianya terpuruk mencapai minus 16,5 persen dan Jembrana yang disebut pertumbuhan ekonominya baik, yakni di angka minus 5,76 persen.

 

 

“Bahkan di kuartal pertama pada saat nasional perbaikan minus 0,74 Bali, masih rendah bahkan minus 9,36 persen. Dan yang paling dalam adalah di wilayah ini di Badung ini pertumbuhan ekonominya turun minus 16,5 persen,” kata Airlangga dalam acara temu kader Golkar di Nusa Dua, Minggu (30/5).

 

Airlangga melanjutkan, Kota Denpasar juga terpukul dalam. Meski masih lebih baik dari Badung, Kota Denpasar minus 9,42 persen.

 

 

Sedangkan Kabupaten Jembrana yang tak banyak mengandalkan pariwisata, sebaliknya lebih banyak di sector pertanian adalah salah satu yang pertubuhan ekonominya paling tinggi di Bali. Walaupun begitu, Jembrana tumbuh minus 5,76 persen.

 

“Tentu dengan situasi seperti ini wajib hukumnya Jembrana untuk menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Bali karena Jembrana ini juga didorong untuk diversifikasi juga pada produk-produk pertanian padi dilaporkan oleh ketua terkait dengan tanaman vanili dan kami juga dorong kemarin pisang cavendish untuk ekspor karena pisang cavendish export ini menjadi salah satu yang bisa menjadi komoditas baik dari Indonesia,” papar Airlangga. 

 

Mantan Menteri Perindustrian itu meminta Bali supaya mencontoh Yogyakarta karena tentu domestik turis potensinya tinggi.  Pertumbuhan ekonomi Yogyakarta naik 6 persen, dan Kota Gudeg itu tidak mengandalkan turis mancanegara tetapi dari dalam negeri.

 

“Mungkin strategi seperti dilakukan di Bali,” jelasnya. 

 

 

Airlangga menambahkan, Bali memang memiliki rata-rata kasus di bawah dan angka kesembuhannya di atas nasional sembuh. Penanganan Covid-19 di Bali sudah baik sehingga mobilitas bisa didorong untuk perekonomian di Bali.

 

Dikatakan pemerintah  sudah menyiapkan pertama rekstrukturisasi perekonomian melalui OJK terutama bidang makanan, minuman dan bidang hospitality dan diberikan grace period dua tahun.

 

“Sehingga bisa mendapatkan modal kerja khusus industri hospitality,  restoran dan kafe. Kafe bisa menggunakan  skema KUR di bawah Rp 500 juta khusus tahun ini modal kerja bunganya 3 persen. Kredit menengah menjadi Rp 20 miliar kami dorong kredit usaha kecil menengah  yang intinya usaha-usaha di Bali diberikan prioritas sekarang jumlah kredit disalurkan 18 persen arahan pak presiden ditingkatkan 30 persen sampai 2024,” jelasnya. 

 

 

Airlangga menyatakan artinya  pemerintah akan menyalurkan  kredit tahun 2024 total kredit 6000 triliun sehingga  UMKM  diberikan 2400 triliun.  Selain itu, mengenai Covid varian baru  dikatakan saat diwaspadai dari India dan di Bali audah  ditemukan. Maka perlu dijaga supaya tidak menyebar maka perlu fasilitas PCR  dan lainnya digencarkan. Pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik karena seperti tahun kemarin lonjakan kasus banyak  dan juga setelah natal sampai 5 Februari 2021. 

 

“Siklus periode kritikal usai Idul Fitri periode dua minggu ini dan kita harus menjaga periode empat minggu pertengahan Juni, kalau itu bisa ditangani lebih baik kami yakin perekonimian Indonesia bangkit dan apa yang diproyeksikan pemerintah  perekonomian akhir tahun 4,5 sampai 5,3 persen,” jelasnya. 

 

Salah satu solusi untuk pariwisata bisa menerapkan Tmtravel bubble bisa didorong.

 

Dikatakan  Singapura siap bekerja sama dengan Indonesia asalkan harus diukur penanganan Covid di Singapura dan berapa di Indonesia. Travel Bubble bisa dilakukan misalnya di Nusa Dua. Contohnya di Phuket, Thailand bahwa orang boleh masuk lima hari di Phuket dengan prokes ketat dan kasus  aktifnya yang  rendah sehingga turis berani masuk.

 

 

“Diharapkan di Bali melakulan hal yang sama sehingga turis bisa datang ke Bali datang bentuk bubble sesudah lima hari di Bali tentu bisa melakukan perjalanan ke provinsi lain di Indonesia,” jelasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/