27.3 C
Jakarta
20 Juni 2024, 1:46 AM WIB

Hari Keenam, Mahasiswi yang Hanyut di Sungai Yeh Ho Belum Ditemukan

TABANAN-Pencarian mahasiswi Luh Gde Puspasari yang hanyut di sungai Yeh Ho belum membuahkan hasil. Masuk hari keenam, tim gabungan belum berhasil menemukan korban.

Tim gabungan dari unsur BPBD Tabanan, Tagana Tabanan, Basarnas Denpasar, Polair Polres Tabanan, Polsek Kerambitan dan Polsek Selemadeg Timur beserta warga setempat telah melakukan pencarian menelusuri pinggiran sungai Yeh Ho, pantai Pasut, Pantai Klecung dan Pantai Abian Kapas.

“Sudah hari keenam tim gabungan belum temukan korban. Kendati sudah maksimal kami lakukan pencarian korban,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika, Rabu (12/10).

Pun begitu, tim gabungan belum melakukan penghentian pencarian. Tetapi sesuai SOP yang ada biasanya dihentikan setelah sepekan belum membuahkan hasil. Namun sebelum memutuskan menghentikan pencarian harus terlebih dahulu evaluasi oleh tim SAR dan tim gabungan dan keluarga korban. “Hari ini tidak ada hasil, besok (Kamis) kembali dilanjutkan pencarian korban,” ungkapnya.

Sebagai upaya pencarian, lanjut Trisna tim gabungan memencar menjadi dua bagian. Yakni pencarian di sungai dan pantai. Lagi-lagi nihil  hingga pukul 17.00. Hasil ini pihaknya juga telah sampaikan ke pihak keluarga korban.

“Kendati sampai hari belum ditemukan korban, kami tetap membuka informasi soal kejadian ini. Bilamana nanti ada warga atau nelayan yang menemukan jasad korban dapat segera melapor ke kami,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Luh Gde Puspasari terseret air bah di sungai Yeh pada Jumat malam (7/10) sekitar pukul 19.50. Berawal dari salah seorang warga (saksi) I Ketut Sudiana alias Pak Yoga yang diminta oleh anaknya untuk  mengecek air di jembatan penghubung dengan tujuan untuk mengetahui bisa dilewati atau tidak, karena anaknya pulang dari lokasi kerja.

Sekitar pukul 20.00 saksi tiba di jembatan, berjarak sekitar 10 meter dari barat jembatan saksi melihat ada seorang perempuan mengendarai sepeda motor Honda warna putih dari arah timur menyeberang jembatan.

Korban kala itu sempat meminta tolong, saksi lalu mengatakan agar melepaskan sepeda motor tersebut. Tetapi saat saksi mendekat ke jembatan korban sudah hanyut terseret air bah sungai Yeh Ho.

Saksi berniat menolong korban, sayang derasnya air sungai membuat korban terseret hingga hanyut dan hilang. Sehingga peristiwa hanyutnya korban dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga korban. (uli)

TABANAN-Pencarian mahasiswi Luh Gde Puspasari yang hanyut di sungai Yeh Ho belum membuahkan hasil. Masuk hari keenam, tim gabungan belum berhasil menemukan korban.

Tim gabungan dari unsur BPBD Tabanan, Tagana Tabanan, Basarnas Denpasar, Polair Polres Tabanan, Polsek Kerambitan dan Polsek Selemadeg Timur beserta warga setempat telah melakukan pencarian menelusuri pinggiran sungai Yeh Ho, pantai Pasut, Pantai Klecung dan Pantai Abian Kapas.

“Sudah hari keenam tim gabungan belum temukan korban. Kendati sudah maksimal kami lakukan pencarian korban,” ungkap Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika, Rabu (12/10).

Pun begitu, tim gabungan belum melakukan penghentian pencarian. Tetapi sesuai SOP yang ada biasanya dihentikan setelah sepekan belum membuahkan hasil. Namun sebelum memutuskan menghentikan pencarian harus terlebih dahulu evaluasi oleh tim SAR dan tim gabungan dan keluarga korban. “Hari ini tidak ada hasil, besok (Kamis) kembali dilanjutkan pencarian korban,” ungkapnya.

Sebagai upaya pencarian, lanjut Trisna tim gabungan memencar menjadi dua bagian. Yakni pencarian di sungai dan pantai. Lagi-lagi nihil  hingga pukul 17.00. Hasil ini pihaknya juga telah sampaikan ke pihak keluarga korban.

“Kendati sampai hari belum ditemukan korban, kami tetap membuka informasi soal kejadian ini. Bilamana nanti ada warga atau nelayan yang menemukan jasad korban dapat segera melapor ke kami,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, korban Luh Gde Puspasari terseret air bah di sungai Yeh pada Jumat malam (7/10) sekitar pukul 19.50. Berawal dari salah seorang warga (saksi) I Ketut Sudiana alias Pak Yoga yang diminta oleh anaknya untuk  mengecek air di jembatan penghubung dengan tujuan untuk mengetahui bisa dilewati atau tidak, karena anaknya pulang dari lokasi kerja.

Sekitar pukul 20.00 saksi tiba di jembatan, berjarak sekitar 10 meter dari barat jembatan saksi melihat ada seorang perempuan mengendarai sepeda motor Honda warna putih dari arah timur menyeberang jembatan.

Korban kala itu sempat meminta tolong, saksi lalu mengatakan agar melepaskan sepeda motor tersebut. Tetapi saat saksi mendekat ke jembatan korban sudah hanyut terseret air bah sungai Yeh Ho.

Saksi berniat menolong korban, sayang derasnya air sungai membuat korban terseret hingga hanyut dan hilang. Sehingga peristiwa hanyutnya korban dilaporkan ke polisi oleh pihak keluarga korban. (uli)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/