31.5 C
Jakarta
12 Juni 2024, 16:39 PM WIB

Duh, Puluhan Sapi di Bebandem, Karangasem Terjangkit PMK

AMLAPURA -Puluhan ternak sapi milik warga di Banjar Dinas Poh, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem diduga terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Wilayah setempat, ada sekitar 72 ekor sapi milik warga diduga terpapar PMK dalam kurun waktu 3 Minggu terakhir ini.

 

“Awalnya tiga minggu lalu ada Sapi warga diduga terjangkit PMK, saat itu kami sudan informasikan kepada Perbekel,” kata Kepala Wilayah Banjar Dinas Poh, I Nyoman Madra dikonfirmasi, Minggu (14/8).

 

Madra menambahkan, penyebarannya cukup cepat. Sampai saat ini sudah ada sekitar 72 ekor sapi yang diduga terpapar. “Bahkan ada sapi yang kukunya mengelupas,” imbuhnya.

 

Menurut Madra, meski pihaknya telah sampaikan perihal kondisi ternak sapi warga tersebut, namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah. Selama merebaknya penyakit tersebut warga secara mandiri mencari dokter hewan dengan biaya sekitar Rp 100 ribu untuk pengobatan satu ekor ternak sapi. “Kalau jumlahnya lebih dari tiga ya lumayan dana yang dikeluarkan,” ucapnya.

 

Atas kondisi tersebut, warga mengharapkan agar ada pengobatan secara gratis untuk penanganan penyakit tersebut. Selain itu, meminta bantuan disinfektan untuk pencegahan penyebaran serta obat-obatan seperti betadine bagi ternak sapi yang sudah terpapar untuk mengobati bagian hidung dan kaki sapi mereka. “Saya sebenarnya sudah bingung menjawab keluhan warga tentang penyakit yang menyerang sapi mereka, semoga segera mendapat perhatian,” tandasya. (zul)

AMLAPURA -Puluhan ternak sapi milik warga di Banjar Dinas Poh, Desa Bhuana Giri, Bebandem, Karangasem diduga terserang penyakit mulut dan kuku (PMK). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Kepala Wilayah setempat, ada sekitar 72 ekor sapi milik warga diduga terpapar PMK dalam kurun waktu 3 Minggu terakhir ini.

 

“Awalnya tiga minggu lalu ada Sapi warga diduga terjangkit PMK, saat itu kami sudan informasikan kepada Perbekel,” kata Kepala Wilayah Banjar Dinas Poh, I Nyoman Madra dikonfirmasi, Minggu (14/8).

 

Madra menambahkan, penyebarannya cukup cepat. Sampai saat ini sudah ada sekitar 72 ekor sapi yang diduga terpapar. “Bahkan ada sapi yang kukunya mengelupas,” imbuhnya.

 

Menurut Madra, meski pihaknya telah sampaikan perihal kondisi ternak sapi warga tersebut, namun sejauh ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah. Selama merebaknya penyakit tersebut warga secara mandiri mencari dokter hewan dengan biaya sekitar Rp 100 ribu untuk pengobatan satu ekor ternak sapi. “Kalau jumlahnya lebih dari tiga ya lumayan dana yang dikeluarkan,” ucapnya.

 

Atas kondisi tersebut, warga mengharapkan agar ada pengobatan secara gratis untuk penanganan penyakit tersebut. Selain itu, meminta bantuan disinfektan untuk pencegahan penyebaran serta obat-obatan seperti betadine bagi ternak sapi yang sudah terpapar untuk mengobati bagian hidung dan kaki sapi mereka. “Saya sebenarnya sudah bingung menjawab keluhan warga tentang penyakit yang menyerang sapi mereka, semoga segera mendapat perhatian,” tandasya. (zul)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/