30.3 C
Jakarta
14 Juni 2024, 10:18 AM WIB

Sekeluarga Disapu Banjir, Satu Meninggal, Satu Lagi dalam Pencarian

AMLAPURA – Hujan yang mengguyur sejak Minggu malam hingga Senin (17/10) pagi mengakibatkan sejumlah bencana di Karangasem. Di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat, rumah yang dihuni satu keluarga tersapu banjir bah. Mengakibatkan satu anggota keluarga meninggal dan satu lagi dalam proses pencarian oleh Tim Sar Karangasem.

Pantauan wartawan di lokasi kejadian, rumah yang dihuni pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini jebol dan terendam material pasir setinggi dua meter. Rumah yang didominasi dinding batako itu jebol dan berada di bantaran sungai Ketapang. Barang-barang yang ada di dalam rumah sebagian hanyut terbawa banjir dan sejumlah barang lainnya terendam pasir.

Akibat kejadian itu, anak dari I Gusti Ngurah Suparta, yakni I Gusti Ayu Pradnya, 19, ditemukan meninggal. Jenazah putrinya itu ditemukan sekitar satu kilo meter dari rumah oleh warga dan Tim Sar yang melakukan pencarian. Saat ditemukan, jenazah I Gusti Ayu Pradnya sudah tertutup pasir. Sementara adiknya I Gusti Ngurah Wedana, 9, hanyut terbawa aliran sungai dan masih dalam tahap pencarian oleh Tim Sar. “Kejadiannya sekitar jam 4 pagi tadi, aliran air hujan tiba-tiba saja menerjang rumah paman saya,” kata I Gusti Agus Wiadnyana selaku keponakan dari I Gusti Ngurah Suparta ditemui di lokasi kejadian.

Saat kejadian, rumah berukuran 6×10 meter itu dihuni oleh pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini bersama tiga anaknya. Sementara anak ketiganya bernama I Gusti Ayu Trsina Dewi, 16, selamat dalam peristiwa tersebut dengan kondisi luka-luka lecet. Seluruh korban yang selamat mendapat perawatan di Puskesmas Selat. (zul)

AMLAPURA – Hujan yang mengguyur sejak Minggu malam hingga Senin (17/10) pagi mengakibatkan sejumlah bencana di Karangasem. Di Banjar Dinas Santi, Desa Selat, Kecamatan Selat, rumah yang dihuni satu keluarga tersapu banjir bah. Mengakibatkan satu anggota keluarga meninggal dan satu lagi dalam proses pencarian oleh Tim Sar Karangasem.

Pantauan wartawan di lokasi kejadian, rumah yang dihuni pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini jebol dan terendam material pasir setinggi dua meter. Rumah yang didominasi dinding batako itu jebol dan berada di bantaran sungai Ketapang. Barang-barang yang ada di dalam rumah sebagian hanyut terbawa banjir dan sejumlah barang lainnya terendam pasir.

Akibat kejadian itu, anak dari I Gusti Ngurah Suparta, yakni I Gusti Ayu Pradnya, 19, ditemukan meninggal. Jenazah putrinya itu ditemukan sekitar satu kilo meter dari rumah oleh warga dan Tim Sar yang melakukan pencarian. Saat ditemukan, jenazah I Gusti Ayu Pradnya sudah tertutup pasir. Sementara adiknya I Gusti Ngurah Wedana, 9, hanyut terbawa aliran sungai dan masih dalam tahap pencarian oleh Tim Sar. “Kejadiannya sekitar jam 4 pagi tadi, aliran air hujan tiba-tiba saja menerjang rumah paman saya,” kata I Gusti Agus Wiadnyana selaku keponakan dari I Gusti Ngurah Suparta ditemui di lokasi kejadian.

Saat kejadian, rumah berukuran 6×10 meter itu dihuni oleh pasangan I Gusti Ngurah Suparta dan I Gusti Ayu Kartini bersama tiga anaknya. Sementara anak ketiganya bernama I Gusti Ayu Trsina Dewi, 16, selamat dalam peristiwa tersebut dengan kondisi luka-luka lecet. Seluruh korban yang selamat mendapat perawatan di Puskesmas Selat. (zul)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/