Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
31.9 C
Jakarta
21 Juli 2024, 18:40 PM WIB

Refleksi 4 Tahun Kepemimpinan Gianyar AMAN, Fokus Peningkatan PAD

GIANYAR, Radar Bali- Melandainya kasus Covid-19 membuat perputaran perekonomian semakin membaik. Hal ini dijadikan momentum oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra dan Agung Mayun yang dikenal dengan jargon Gianyar AMAN untuk kembali meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar. Berbagai strategi peningkatan PAD dilakukan. Salah satunya pemberian tax incentive berupa penghapusan denda pajak daerah, pelayanan mobil keliling, pelaporan dan pembayaran pajak secara online sehingga diharapkan dapat memulihkan PAD Kabupaten Gianyar.

Strategi peningkatan PAD di bawah kepemimpinan Mahayastra-Agung Mayun tak diragukan lagi. Terbukti saat awal menjabat tahun 2018, PAD Gianyar meningkat dari 600 miliar hingga menyentuh 1,2 triliun di tahun 2019. Kepemimpinan pasangan ini mendapat ujian yang sangat berat ketika pandemi Covid-19 melanda yang melumpuhkan berbagai sendi-sendi perekonomian.

Sebagai pemimpin, Bupati Mahayastra tak kehilangan akal agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan dengan mendatangkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai 500 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintahan pusat sehingga pembangunan di Gianyar terlaksana dengan baik.

Untuk menopang perekonomian, Mahayastra membangun berbagai pasar. Mulai dari Pasar Rakyat Gianyar senilai Rp250 miliar, Pasar Sukawati blok A dan B senilai Rp80 miliar, blok C Rp86 milyar, serta 15 pasar desa senilai Rp36 miliar dan yang saat ini sedang dibangun pasar tematik Ubud dengan nilaiRp 99 miliar.

Tak hanya di bidang ekonomi, Mahayastra juga membangun di berbagai bidang lainnya. Di bidang pendidikan menyediakan angkutan siswa “Aman untuk Anak Kita” yang memberi kemudahan transportasi bagi pelajar, penerimaan siswa secara online demi transparansi, pembangunan Taman Penitipan Anak Negeri pertama di Bali senilai Rp2,5 miliar serta pembangunan gedung sekolah lainnya senilai Rp88 miliar.

Begitu pula dengan bidang kesehatan yang menjadi fokus Mahayastra dengan memberikan bantuan kesehatan (BK) senilai Rp158 miliar bagi warga Gianyar. Dengan BK, masyarakat Gianyar mendapat pelayanan kesehatan dengan nyaman, aman, dan gratis di rumah sakit, puskesmas, dan RS lainnya yang menjadi rujukan.

Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Mahayastra merevitalisasi RS Sanjiwani senilai Rp170 miliar serta membangun RS Payangan senilai Rp125 miliar untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Gianyar utara dan sekitarnya. Hal tersebut didukung dengan tenaga medis yang andal dan pelayanan yang maksimal.

Sebagai daerah tujuan wisata, Mahayastra juga fokus menjaga dan mengembangkan destinasi wisata, salah satunya membangun desa wisata. Terbukti dari 9 desa wisata di tahun 2019, kini meningkat drastis menjadi 40 desa wisata. Menstimulasi kebangkitan pariwisata di tengah pandemi, Mahayastra memberikan hibah pariwisata untuk 787 wajib pajak di Kabupaten Gianyar senilai rp135 miliar.

Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Mahayastra melakukan perbaikan saluran irigasi subak, melakukan demplot, dan pengembangan pertanian organic, serta menyinergikan kegiatan Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (PUSPA AMAN) dengan Aku Hatinya PKK dan TPS3R.

Dalam menjaga kebudayaan, Mahayastra menggelontorkan dana sebesar Rp25 milyar untuk pemeliharaan benda sakral berupa 46 sasuhunan, merevitalisasi dan membangun 108 balai banjar senilai Rp144 miliar serta bantuan ngaben kepada 188 banjar senilai Rp16 miliar.

Mahayastra juga membangun berbagai infrastuktur untuk menata kota atau memudahkan jalur transportasi seperti membangun Jembatan Lokasrana dengan anggaran Rp12 miliar, Alun-Alun Gianyar Rp25 miliar, Patung Kapten Dipta Rp8,6 miliar, Taman Darma Raksata-Raksita Rp13 miliar, Lampu Kota Gianyar Rp20 miliar, Taman Subak Petanu Rp7,7 miliar, Taman Maheswara Rp400 juta, Puspem Payangan Rp27 miliar, Revitalisasi Stadion Dipta Rp117 miliar serta perbaikan jalan kabupaten dan desa Rp135 miliar.

Mendukung pemerintahan berbasis elektronik, Mahayastra juga membangun berbagai aplikasi pelayanan publik, seperti PPDB, Gianyarku Aman, PPID, Lapor, E-Surat, Probity Audit, Data Sosial, dan Dashboard Pimpinan.

Melihat sepak terjang bupati yang begitu cepat, cekatan, dan transparan tak ayal mendapatkan berbagai penghargaan seperti WTP 5 kali beruntun, pengelolaan dana desa terbaik, tercepat penyaluran dana desa, komitmen perlindungan anak, kota kerajinan dunia, mendapat kalpataru serta puluhan penghargaan lainnya. (adv/ken)

GIANYAR, Radar Bali- Melandainya kasus Covid-19 membuat perputaran perekonomian semakin membaik. Hal ini dijadikan momentum oleh pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gianyar, Made Mahayastra dan Agung Mayun yang dikenal dengan jargon Gianyar AMAN untuk kembali meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gianyar. Berbagai strategi peningkatan PAD dilakukan. Salah satunya pemberian tax incentive berupa penghapusan denda pajak daerah, pelayanan mobil keliling, pelaporan dan pembayaran pajak secara online sehingga diharapkan dapat memulihkan PAD Kabupaten Gianyar.

Strategi peningkatan PAD di bawah kepemimpinan Mahayastra-Agung Mayun tak diragukan lagi. Terbukti saat awal menjabat tahun 2018, PAD Gianyar meningkat dari 600 miliar hingga menyentuh 1,2 triliun di tahun 2019. Kepemimpinan pasangan ini mendapat ujian yang sangat berat ketika pandemi Covid-19 melanda yang melumpuhkan berbagai sendi-sendi perekonomian.

Sebagai pemimpin, Bupati Mahayastra tak kehilangan akal agar roda pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan dengan mendatangkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang mencapai 500 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintahan pusat sehingga pembangunan di Gianyar terlaksana dengan baik.

Untuk menopang perekonomian, Mahayastra membangun berbagai pasar. Mulai dari Pasar Rakyat Gianyar senilai Rp250 miliar, Pasar Sukawati blok A dan B senilai Rp80 miliar, blok C Rp86 milyar, serta 15 pasar desa senilai Rp36 miliar dan yang saat ini sedang dibangun pasar tematik Ubud dengan nilaiRp 99 miliar.

Tak hanya di bidang ekonomi, Mahayastra juga membangun di berbagai bidang lainnya. Di bidang pendidikan menyediakan angkutan siswa “Aman untuk Anak Kita” yang memberi kemudahan transportasi bagi pelajar, penerimaan siswa secara online demi transparansi, pembangunan Taman Penitipan Anak Negeri pertama di Bali senilai Rp2,5 miliar serta pembangunan gedung sekolah lainnya senilai Rp88 miliar.

Begitu pula dengan bidang kesehatan yang menjadi fokus Mahayastra dengan memberikan bantuan kesehatan (BK) senilai Rp158 miliar bagi warga Gianyar. Dengan BK, masyarakat Gianyar mendapat pelayanan kesehatan dengan nyaman, aman, dan gratis di rumah sakit, puskesmas, dan RS lainnya yang menjadi rujukan.

Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, Mahayastra merevitalisasi RS Sanjiwani senilai Rp170 miliar serta membangun RS Payangan senilai Rp125 miliar untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Gianyar utara dan sekitarnya. Hal tersebut didukung dengan tenaga medis yang andal dan pelayanan yang maksimal.

Sebagai daerah tujuan wisata, Mahayastra juga fokus menjaga dan mengembangkan destinasi wisata, salah satunya membangun desa wisata. Terbukti dari 9 desa wisata di tahun 2019, kini meningkat drastis menjadi 40 desa wisata. Menstimulasi kebangkitan pariwisata di tengah pandemi, Mahayastra memberikan hibah pariwisata untuk 787 wajib pajak di Kabupaten Gianyar senilai rp135 miliar.

Di bidang pertanian dan ketahanan pangan, Mahayastra melakukan perbaikan saluran irigasi subak, melakukan demplot, dan pengembangan pertanian organic, serta menyinergikan kegiatan Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (PUSPA AMAN) dengan Aku Hatinya PKK dan TPS3R.

Dalam menjaga kebudayaan, Mahayastra menggelontorkan dana sebesar Rp25 milyar untuk pemeliharaan benda sakral berupa 46 sasuhunan, merevitalisasi dan membangun 108 balai banjar senilai Rp144 miliar serta bantuan ngaben kepada 188 banjar senilai Rp16 miliar.

Mahayastra juga membangun berbagai infrastuktur untuk menata kota atau memudahkan jalur transportasi seperti membangun Jembatan Lokasrana dengan anggaran Rp12 miliar, Alun-Alun Gianyar Rp25 miliar, Patung Kapten Dipta Rp8,6 miliar, Taman Darma Raksata-Raksita Rp13 miliar, Lampu Kota Gianyar Rp20 miliar, Taman Subak Petanu Rp7,7 miliar, Taman Maheswara Rp400 juta, Puspem Payangan Rp27 miliar, Revitalisasi Stadion Dipta Rp117 miliar serta perbaikan jalan kabupaten dan desa Rp135 miliar.

Mendukung pemerintahan berbasis elektronik, Mahayastra juga membangun berbagai aplikasi pelayanan publik, seperti PPDB, Gianyarku Aman, PPID, Lapor, E-Surat, Probity Audit, Data Sosial, dan Dashboard Pimpinan.

Melihat sepak terjang bupati yang begitu cepat, cekatan, dan transparan tak ayal mendapatkan berbagai penghargaan seperti WTP 5 kali beruntun, pengelolaan dana desa terbaik, tercepat penyaluran dana desa, komitmen perlindungan anak, kota kerajinan dunia, mendapat kalpataru serta puluhan penghargaan lainnya. (adv/ken)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/