28 C
Jakarta
13 Juni 2024, 23:21 PM WIB

Mih! Objek Wisata Candidasa Jadi Tempat Parkir Truk Material

AMLAPURA – Kawasan objek wisata Candidasa di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem menjadi tempat parkir truk pengangkut material pasir. Bahkan hampir setiap hari, sejumlah sopir truk dengan santainya parkir sembarangan  di kawasan pariwisata tersebut.

 

Kondisi ini membuat objek wisata Candidasa semerawut dan terkesan kumuh. Padahal sejumlah wisatawan domestik dan mancangera acat melewati jejeran truk-truk material yanh terparkir di sisi selatan.

 

Kondisi ini pun sangat disayangkan oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa. Kata dia, keberadaan truk-truk material yang terparkir berjejer membuat kesan objek wisata Candidasa kumuh. “Ini kan tidak etis, truk parkir berjejer di objek wisata. Dan ini terjadi hampir setiap hari,” kata Kariasa.

 

Tokoh pariwisata asal Sidemen ini menambahkan, pemandangan di objek wisata membuat wisatawan terutama wisatawan mancanegara akan memberikan kesan buruk bagi pariwisata di Karangasem khususnya Candidasa. “Kami berharap ini ditertibkan agar tidak berlarut-larut. Karena kalau tidak ada tindakan, ini akan berakibat pada citra pariwisata di Karangasem,” kata Kariasa.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karangasem I Made Agus Budiasa menegaskan sudah beberapa kali pihaknya melakukan penertiban terhadap truk-truk material yang parkir sembarangan termasuk di kawasan objek wisata Candidasa. Hanya saja, para sopir truk patuh ketika ada petugas di lapangan. “Itu sudah berkali-kali. Kami diajak kucing-kucingan. Ketika ada petugas mereka tidak memarkir truk di sana, tetapi ketika tidak ada petugas mereka kembali lagi,” kata Budiasa.

 

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan polisi lalu lintas Polres Karangasem untuk melakukan penertiban. Di sebelah barat Candidasa, sebut dia, sudah ada pos polisi. Dishub akan menempatkan anggotanya untuk memantau truk-truk material agar tidak parkir di kawasan objek wisata Candidasa. “Kami memang tidak bisa setiap hari memantau di lokasi karena kami juga keterbatasan anggota. Jadi kami koordinasikan ini dengan Lantas,” imbuh Budiasa.

 

Budiasa menambahkan, sejak lama di sepanjang kawasan objek wisata Candidasa ada tiga rambu larangan parkir. Namun dia menyebut, para sopir truk yang parkir di sepanjang jalan kawasan objek wisata Candidasa masih belum sadar. “Ketika mereka ingin berteduh mendinginkan ban, mendinginkan mesin, mereka tidak berpikir tempat parkirnya. Padahal di sana kawasan pariwisata. Nah, itu kembali lagi soal perilaku sopir truk yang belum sadar. Tapi masalah ini memang sejak lama jadi atensi,” tandasnya. (zul)

 

AMLAPURA – Kawasan objek wisata Candidasa di Banjar Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem menjadi tempat parkir truk pengangkut material pasir. Bahkan hampir setiap hari, sejumlah sopir truk dengan santainya parkir sembarangan  di kawasan pariwisata tersebut.

 

Kondisi ini membuat objek wisata Candidasa semerawut dan terkesan kumuh. Padahal sejumlah wisatawan domestik dan mancangera acat melewati jejeran truk-truk material yanh terparkir di sisi selatan.

 

Kondisi ini pun sangat disayangkan oleh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Karangasem I Wayan Kariasa. Kata dia, keberadaan truk-truk material yang terparkir berjejer membuat kesan objek wisata Candidasa kumuh. “Ini kan tidak etis, truk parkir berjejer di objek wisata. Dan ini terjadi hampir setiap hari,” kata Kariasa.

 

Tokoh pariwisata asal Sidemen ini menambahkan, pemandangan di objek wisata membuat wisatawan terutama wisatawan mancanegara akan memberikan kesan buruk bagi pariwisata di Karangasem khususnya Candidasa. “Kami berharap ini ditertibkan agar tidak berlarut-larut. Karena kalau tidak ada tindakan, ini akan berakibat pada citra pariwisata di Karangasem,” kata Kariasa.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karangasem I Made Agus Budiasa menegaskan sudah beberapa kali pihaknya melakukan penertiban terhadap truk-truk material yang parkir sembarangan termasuk di kawasan objek wisata Candidasa. Hanya saja, para sopir truk patuh ketika ada petugas di lapangan. “Itu sudah berkali-kali. Kami diajak kucing-kucingan. Ketika ada petugas mereka tidak memarkir truk di sana, tetapi ketika tidak ada petugas mereka kembali lagi,” kata Budiasa.

 

Pihaknya pun telah melakukan koordinasi dengan polisi lalu lintas Polres Karangasem untuk melakukan penertiban. Di sebelah barat Candidasa, sebut dia, sudah ada pos polisi. Dishub akan menempatkan anggotanya untuk memantau truk-truk material agar tidak parkir di kawasan objek wisata Candidasa. “Kami memang tidak bisa setiap hari memantau di lokasi karena kami juga keterbatasan anggota. Jadi kami koordinasikan ini dengan Lantas,” imbuh Budiasa.

 

Budiasa menambahkan, sejak lama di sepanjang kawasan objek wisata Candidasa ada tiga rambu larangan parkir. Namun dia menyebut, para sopir truk yang parkir di sepanjang jalan kawasan objek wisata Candidasa masih belum sadar. “Ketika mereka ingin berteduh mendinginkan ban, mendinginkan mesin, mereka tidak berpikir tempat parkirnya. Padahal di sana kawasan pariwisata. Nah, itu kembali lagi soal perilaku sopir truk yang belum sadar. Tapi masalah ini memang sejak lama jadi atensi,” tandasnya. (zul)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/