27.2 C
Jakarta
18 Juni 2024, 21:02 PM WIB

Sembilan Kuburan di Setra Gerokgak, Buleleng Dibongkar Pria Misterius

GEROKGAK – Sebanyak 9 buah kubur di Setra Desa Adat Gerokgak, dibongkar orang tak dikenal. Belum diketahui pihak yang melakukan pembongkaran kuburan tersebut. Pihak desa adat telah melaporkan peristiwa itu pada kepolisian.

 

Perusakan lubang kubur itu diketahui pada pukul 17.00 Kamis (8/4) lalu. Saat itu salah seorang krama, Gede Sukadana, 51, datang ke setra karena diminta menggali liang kubur. Kebetulan ada salah seorang krama yang meninggal dunia. Sehingga dia dipercayakan menggali liang.

 

Ketika tengah berkeliling, Sukadana terkejut karena mendapati salah satu kuburan yang ada bekas galian. Dia pun merasa janggal sehingga memutuskan berkeliling ke penjuru setra. Ternyata ada 9 buah liang kubur yang dibongkar.

 

Sukadana langsung melaporkan hal tersebut pada Bendesa Adat Gerokgak, Jro Kadek Sumantra. Sumantra yang saat itu ada di Singaraja, langsung memutuskan kembali. Saat sampai di setra sekitar pukul 18.00, ia bersama pihak desa dinas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, melihat langsung ada liang kubur yang dirusak.

 

Pihak desa adat sempat melakukan pertemuan kecil dengan unsur desa dinas. Akhirnya desa adat memutuskan melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Gerokgak pada pukul 21.00 Kamis malam.

 

Sumantra mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kerusakan yang terjadi. Sebab hanya bisa dilihat secara kasat mata. Pihak desa adat belum berani melakukan pengukuran. Karena belum melakukan upacara.

 

“Kalau mau membongkar atau mengukur, itu kan harus ada upacara. Memang yang digali itu bekas makam. Ada yang digali di bagian atas, ada yang di samping. Tapi galiannya kecil, tidak dalam. Sementara hanya bisa kami lihat kasat mata saja,” kata Sumantra saat ditemui Kamis (8/4).

 

Sumantra mengatakan pihaknya sudah sempat menggali informasi dari krama yang tinggal di sekitar setra. Sejumlah krama mengaku sempat melihat orang mencurigakan yang membawa cangkul. Hal itu terlihat dua kali. Pertama kali terlihat sepekan lalu, kemudian yang kedua terlihat pada Kamis siang.

 

“Ada orang dewasa bawa sepeda motor biru sempat bawa cangkul dan berhenti dekat sini. Diduga dia mencangkul di setra. Kami belum berani bicara motifnya apa, maksudnya menggali itu apa. Kami sudah laporkan pada polisi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Sumantra mengatakan, Desa Adat Gerokgak memiliki dresta yang cukup ketat di areal setra. Sebelum menggali kubur, krama harus melakukan upacara di Pura Prajapati dan menghaturkan doa pada pertiwi.

 

Krama yang membawa cangkul juga harus menggali di tempat ia meletakkan cangkul. “Dimana cangkul itu jatuh pertama, di sana harus digali. Makanya orang yang dipercaya menggali lubang kubur itu diwanti-wanti agar hati-hati. Jangan sampai cangkulnya jatuh di tempat yang salah. Karena dimana cangkul jatuh, di sana harus digali,” jelas Sumantra.

 

Selain itu lokasi setra juga dikenal angker. Krama tak berani melakukan hal yang aneh. Krama hanya berani memangkas rumput. Itu pun hanya beberapa orang yang berani. Tak ada krama yang berani memangkas ranting dan dahan.

 

“Karena semua ada upacaranya. Menebang dahan pohon saja tidak ada yang berani, apalagi menggali kubur,” imbuhnya.

 

Apabila perusak setra ditemukan, Sumantra menyatakan pelaku juga akan dikenai sanksi adat. Seperti menghaturkan upacara prayascita dan guru piduka. Selain itu pelaku juga harus mengembalikan barang yang sempat diambil dari liang kubur, bila memang ada barang yang diambil.

 

“Rencananya kami juga akan melakukan upacara guru piduka. Besok baru kami gelar paruman. Setelah itu baru menentukan jadwal,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana tidak bicara banyak terkait insiden tersebut. “Masih ditangani. Saat ini sedang proses penyelidikan. Motifnya apa juga kami belum tahu,” kata Widana.

 

Asal tahu saja, peristiwa pembongkaran lubang kubur bukan pertama kalinya terjadi di Buleleng. Pada 27 Mei 2020 lalu, sebuah lubang kubur di Setra Desa Adat Panji, tepatnya di wilayah Banjar Adat Mekar Sari, dibongkar orang tak dikenal. Kuburan itu dibongkar berselang sehari sejak jenazah dimakamkan. Peristiwa itu pun membuat geger masyarakat setempat. Hampir 2 tahun berselang, peristiwa itu belum terungkap.

 

 

GEROKGAK – Sebanyak 9 buah kubur di Setra Desa Adat Gerokgak, dibongkar orang tak dikenal. Belum diketahui pihak yang melakukan pembongkaran kuburan tersebut. Pihak desa adat telah melaporkan peristiwa itu pada kepolisian.

 

Perusakan lubang kubur itu diketahui pada pukul 17.00 Kamis (8/4) lalu. Saat itu salah seorang krama, Gede Sukadana, 51, datang ke setra karena diminta menggali liang kubur. Kebetulan ada salah seorang krama yang meninggal dunia. Sehingga dia dipercayakan menggali liang.

 

Ketika tengah berkeliling, Sukadana terkejut karena mendapati salah satu kuburan yang ada bekas galian. Dia pun merasa janggal sehingga memutuskan berkeliling ke penjuru setra. Ternyata ada 9 buah liang kubur yang dibongkar.

 

Sukadana langsung melaporkan hal tersebut pada Bendesa Adat Gerokgak, Jro Kadek Sumantra. Sumantra yang saat itu ada di Singaraja, langsung memutuskan kembali. Saat sampai di setra sekitar pukul 18.00, ia bersama pihak desa dinas, Bhabinkamtibmas dan Babinsa, melihat langsung ada liang kubur yang dirusak.

 

Pihak desa adat sempat melakukan pertemuan kecil dengan unsur desa dinas. Akhirnya desa adat memutuskan melaporkan peristiwa itu ke Mapolsek Gerokgak pada pukul 21.00 Kamis malam.

 

Sumantra mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan kerusakan yang terjadi. Sebab hanya bisa dilihat secara kasat mata. Pihak desa adat belum berani melakukan pengukuran. Karena belum melakukan upacara.

 

“Kalau mau membongkar atau mengukur, itu kan harus ada upacara. Memang yang digali itu bekas makam. Ada yang digali di bagian atas, ada yang di samping. Tapi galiannya kecil, tidak dalam. Sementara hanya bisa kami lihat kasat mata saja,” kata Sumantra saat ditemui Kamis (8/4).

 

Sumantra mengatakan pihaknya sudah sempat menggali informasi dari krama yang tinggal di sekitar setra. Sejumlah krama mengaku sempat melihat orang mencurigakan yang membawa cangkul. Hal itu terlihat dua kali. Pertama kali terlihat sepekan lalu, kemudian yang kedua terlihat pada Kamis siang.

 

“Ada orang dewasa bawa sepeda motor biru sempat bawa cangkul dan berhenti dekat sini. Diduga dia mencangkul di setra. Kami belum berani bicara motifnya apa, maksudnya menggali itu apa. Kami sudah laporkan pada polisi,” ujarnya.

 

Lebih lanjut Sumantra mengatakan, Desa Adat Gerokgak memiliki dresta yang cukup ketat di areal setra. Sebelum menggali kubur, krama harus melakukan upacara di Pura Prajapati dan menghaturkan doa pada pertiwi.

 

Krama yang membawa cangkul juga harus menggali di tempat ia meletakkan cangkul. “Dimana cangkul itu jatuh pertama, di sana harus digali. Makanya orang yang dipercaya menggali lubang kubur itu diwanti-wanti agar hati-hati. Jangan sampai cangkulnya jatuh di tempat yang salah. Karena dimana cangkul jatuh, di sana harus digali,” jelas Sumantra.

 

Selain itu lokasi setra juga dikenal angker. Krama tak berani melakukan hal yang aneh. Krama hanya berani memangkas rumput. Itu pun hanya beberapa orang yang berani. Tak ada krama yang berani memangkas ranting dan dahan.

 

“Karena semua ada upacaranya. Menebang dahan pohon saja tidak ada yang berani, apalagi menggali kubur,” imbuhnya.

 

Apabila perusak setra ditemukan, Sumantra menyatakan pelaku juga akan dikenai sanksi adat. Seperti menghaturkan upacara prayascita dan guru piduka. Selain itu pelaku juga harus mengembalikan barang yang sempat diambil dari liang kubur, bila memang ada barang yang diambil.

 

“Rencananya kami juga akan melakukan upacara guru piduka. Besok baru kami gelar paruman. Setelah itu baru menentukan jadwal,” tegasnya.

 

Sementara itu, Kapolsek Gerokgak Kompol Made Widana tidak bicara banyak terkait insiden tersebut. “Masih ditangani. Saat ini sedang proses penyelidikan. Motifnya apa juga kami belum tahu,” kata Widana.

 

Asal tahu saja, peristiwa pembongkaran lubang kubur bukan pertama kalinya terjadi di Buleleng. Pada 27 Mei 2020 lalu, sebuah lubang kubur di Setra Desa Adat Panji, tepatnya di wilayah Banjar Adat Mekar Sari, dibongkar orang tak dikenal. Kuburan itu dibongkar berselang sehari sejak jenazah dimakamkan. Peristiwa itu pun membuat geger masyarakat setempat. Hampir 2 tahun berselang, peristiwa itu belum terungkap.

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/