Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 5:48 AM WIB

Kisah Warga Buleleng yang Jadi Pekerja Migran di Ukraina (3-Habis)

 

NI Komang Wirati dan beberapa teman-temannya melihat puing-puing bangunan yang hancur, tank, dan jenazah yang dibiarkan bergelimpangan di tepi jalan raya. Tapi Wirati tak sempat mengabadikan hal tersebut. Itu dia alami saat perjalanan keluar dari Ukraina.

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

“KAMI takut sekali pas itu. Khawatir ada peluru nyasar. Selama perjalanan juga harus lihat ke depan, tiak boleh tolah-toleh. Selama perjalanan ke Moldova itu ada 6 titik check point. Setiap check point itu kami harus merayap dari mobil ke pos pemeriksaan. Setelah masuk Moldova, rasanya baru lebih lega,” jelas anak bungsu dari 3 bersaudara itu.

 

Selama perjalanan dari Moldova ke Rumania, para WNI akhirnya bisa bernafas lega. Terlebih saat sampai di bandara Rumania. Mereka kembali ke tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang secara khusus dicarter. WNI harus menjalani penerbangan selama 15 jam dari Rumania ke Jakarta. Pesawat juga sempat transit di Madinah, Arab Saudi untuk mengisi bahan bakar.

 

Wirati mengatakan para WNI sudah sampai di Jakarta pada Kamis (3/3) pekan lalu. Selanjutnya mereka menjalani proses karantina selama 5 hari. Setelah karantina mereka dipulangkan ke daerah masing-masing. Wirati mengatakan dirinya baru sampai di Desa Banjar, pada Selasa lalu.

 

Meski sempat menyaksikan perang di Ukraina, Wirati masih memiliki asa kembali ke negara tersebut. Alasannya, dia sudah merasa nyaman bekerja di sana. Apalagi masih ada sisa kontrak kerja selama 5 bulan yang harus dia selesaikan.

 

“Sementara saya melihat situasi perkembangan dulu. Kalau memungkinan, saya mau berangkat lagi ke sana. Tapi ya harus sabar menunggu karena kondisi di sana sedang tidak aman,” demikian Wirati.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 26 orang pekerja migran asal Bali yang bekerja di Ukraina. Mereka akhirnya menjalani proses repatriasi ke tanah air. Para penyumbang devisa negara itu, sampai di Bandara Ngurah Rai, pada Senin (7/3). (Habis)

 

NI Komang Wirati dan beberapa teman-temannya melihat puing-puing bangunan yang hancur, tank, dan jenazah yang dibiarkan bergelimpangan di tepi jalan raya. Tapi Wirati tak sempat mengabadikan hal tersebut. Itu dia alami saat perjalanan keluar dari Ukraina.

 

Eka Prasetya, Buleleng

 

“KAMI takut sekali pas itu. Khawatir ada peluru nyasar. Selama perjalanan juga harus lihat ke depan, tiak boleh tolah-toleh. Selama perjalanan ke Moldova itu ada 6 titik check point. Setiap check point itu kami harus merayap dari mobil ke pos pemeriksaan. Setelah masuk Moldova, rasanya baru lebih lega,” jelas anak bungsu dari 3 bersaudara itu.

 

Selama perjalanan dari Moldova ke Rumania, para WNI akhirnya bisa bernafas lega. Terlebih saat sampai di bandara Rumania. Mereka kembali ke tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang secara khusus dicarter. WNI harus menjalani penerbangan selama 15 jam dari Rumania ke Jakarta. Pesawat juga sempat transit di Madinah, Arab Saudi untuk mengisi bahan bakar.

 

Wirati mengatakan para WNI sudah sampai di Jakarta pada Kamis (3/3) pekan lalu. Selanjutnya mereka menjalani proses karantina selama 5 hari. Setelah karantina mereka dipulangkan ke daerah masing-masing. Wirati mengatakan dirinya baru sampai di Desa Banjar, pada Selasa lalu.

 

Meski sempat menyaksikan perang di Ukraina, Wirati masih memiliki asa kembali ke negara tersebut. Alasannya, dia sudah merasa nyaman bekerja di sana. Apalagi masih ada sisa kontrak kerja selama 5 bulan yang harus dia selesaikan.

 

“Sementara saya melihat situasi perkembangan dulu. Kalau memungkinan, saya mau berangkat lagi ke sana. Tapi ya harus sabar menunggu karena kondisi di sana sedang tidak aman,” demikian Wirati.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, ada 26 orang pekerja migran asal Bali yang bekerja di Ukraina. Mereka akhirnya menjalani proses repatriasi ke tanah air. Para penyumbang devisa negara itu, sampai di Bandara Ngurah Rai, pada Senin (7/3). (Habis)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/