26.8 C
Jakarta
19 Juni 2024, 0:19 AM WIB

Genjot Produksi Kakao Unggul, Pemkab Jembrana Jalin Kerjasama dengan Puslitkoka

NEGARA – Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan kerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka)  Jember, Jawa Timur. Kerjasama untuk menguatkan keberadaan kakao sebagai komoditi unggulan di Jembrana.
Kerjasama Pemerintah Kabupaten Jembrana ditandai  penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati I Nengah Tamba bersama Kepala Puslit Kopi dan Kakao Indonesia  Dini Astika Sari di aula rapat Puslit Kopi & Kako Indonesia Jember, Rabu (12/10).
Usai penandatangan MOU, bupati yang didampingi Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya beserta kepala OPD terkait diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem yang sudah terbentuk dengan baik. Mulai dari pembibitan, pengolahan hingga menjadi produk yang sudah jadi.

Selain itu, melihat langsung bibit yang akan diambil dari Puslitkoka untuk menggenjot produksi kakao di Jembrana. Sebanyak 50 ribu bibit diambil Pemkab Jembrana bersumber dari APBD. Sisanya sebanyak  300 ribu bibit akan diambil dari bantuan Kementerian pertanian.

”Bibit itu akan disalurkan untuk  mewujudkan Kabupaten Jembrana sebagai daerah  penghasil kakao di dunia. Maka kita bekerjasama dengan Puslitkakao, memperbanyak bibit untuk disalurkan ke Jembrana. Tentunya  bibit yang kita ambil , bibit dengan varietas unggul, tahan juga dengan penyakit,” kata Bupati.

Bupati juga mengaku bersyukur kakao Jembrana dilirik buyer dunia dengan datang langsung ke Jembrana. Hanya saja masih melihat kekurangan dari sisi produksi untuk mencukupi permintaan. “ Kita belum punya supply yang optimal .Kalau  dari sisi aroma kita sudah juara, kebutuhan akan ekspor terus meningkat. Sehingga dengan kerjasama ini kita harapkan produksi akan makin optimal, tentunya dari bibit yang menghasilkan kakao berkualitas juara,“ ujarnya.

Bupati Tamba menyampaikan kekagumannya terhadap apa yang dilihat di Puslitkoka Indonesia ini. Di samping menjadi pusat penelitian, juga berjalan sebagai wahana agrowisata. Pihaknya ingin hal seperti ini juga diterapkan di Kabupaten Jembrana apalagi kakao Jembrana juga sudah sangat dikenal oleh dunia dan sebagai persiapan menyambut Jembrana Emas 2026.

“Astungkara dari kerjasama ini hasilnya akan baik mendukung Jembrana emas 2026 .  Menghasilkan produk kakao berkualitas baik. Dari sisi kualitas dan aroma, termasuk kuantitasnya. Kita akan suguhkan cokelat pada tamu tamu yang datang ke Jembrana,” ungkapnya .

Sementara Kepala Puslit Kopi dan Kakao Indonesia Dini Astika Sari menyampaikan, kerjasama dengan Pemkab Jembrana ini merupakan suatu kehormatan bisa terus bersinergi. “Bagi kami kerjasama ini merupakan sinergi yang luar biasa .Komitmen bersama membangun petani petani mandiri di Kakao, “ tandasnya . (adv/bas/rid)

NEGARA – Pemerintah Kabupaten Jembrana melaksanakan kerjasama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka)  Jember, Jawa Timur. Kerjasama untuk menguatkan keberadaan kakao sebagai komoditi unggulan di Jembrana.
Kerjasama Pemerintah Kabupaten Jembrana ditandai  penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) oleh Bupati I Nengah Tamba bersama Kepala Puslit Kopi dan Kakao Indonesia  Dini Astika Sari di aula rapat Puslit Kopi & Kako Indonesia Jember, Rabu (12/10).
Usai penandatangan MOU, bupati yang didampingi Asisten II I Gusti Ngurah Sumber Wijaya beserta kepala OPD terkait diajak untuk melihat secara langsung bagaimana ekosistem yang sudah terbentuk dengan baik. Mulai dari pembibitan, pengolahan hingga menjadi produk yang sudah jadi.

Selain itu, melihat langsung bibit yang akan diambil dari Puslitkoka untuk menggenjot produksi kakao di Jembrana. Sebanyak 50 ribu bibit diambil Pemkab Jembrana bersumber dari APBD. Sisanya sebanyak  300 ribu bibit akan diambil dari bantuan Kementerian pertanian.

”Bibit itu akan disalurkan untuk  mewujudkan Kabupaten Jembrana sebagai daerah  penghasil kakao di dunia. Maka kita bekerjasama dengan Puslitkakao, memperbanyak bibit untuk disalurkan ke Jembrana. Tentunya  bibit yang kita ambil , bibit dengan varietas unggul, tahan juga dengan penyakit,” kata Bupati.

Bupati juga mengaku bersyukur kakao Jembrana dilirik buyer dunia dengan datang langsung ke Jembrana. Hanya saja masih melihat kekurangan dari sisi produksi untuk mencukupi permintaan. “ Kita belum punya supply yang optimal .Kalau  dari sisi aroma kita sudah juara, kebutuhan akan ekspor terus meningkat. Sehingga dengan kerjasama ini kita harapkan produksi akan makin optimal, tentunya dari bibit yang menghasilkan kakao berkualitas juara,“ ujarnya.

Bupati Tamba menyampaikan kekagumannya terhadap apa yang dilihat di Puslitkoka Indonesia ini. Di samping menjadi pusat penelitian, juga berjalan sebagai wahana agrowisata. Pihaknya ingin hal seperti ini juga diterapkan di Kabupaten Jembrana apalagi kakao Jembrana juga sudah sangat dikenal oleh dunia dan sebagai persiapan menyambut Jembrana Emas 2026.

“Astungkara dari kerjasama ini hasilnya akan baik mendukung Jembrana emas 2026 .  Menghasilkan produk kakao berkualitas baik. Dari sisi kualitas dan aroma, termasuk kuantitasnya. Kita akan suguhkan cokelat pada tamu tamu yang datang ke Jembrana,” ungkapnya .

Sementara Kepala Puslit Kopi dan Kakao Indonesia Dini Astika Sari menyampaikan, kerjasama dengan Pemkab Jembrana ini merupakan suatu kehormatan bisa terus bersinergi. “Bagi kami kerjasama ini merupakan sinergi yang luar biasa .Komitmen bersama membangun petani petani mandiri di Kakao, “ tandasnya . (adv/bas/rid)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/