29.9 C
Jakarta
Wednesday, March 29, 2023

Terseret Ombak di Pantai Rambutsiwi, Nyawa Nyaris Melayang

NEGARA – Nahas dialami Hendra. Seorang buruh berusia  22 tahun ini  terseret arus Pantai Rambutsiwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Minggu (23/10).  Beruntung korban bisa segera diselamatkan dan dilarikan ke Puskemas dengan kondisi lemas tidak sadarkan diri

Kapolsek Mendoyo, AKP I Putu Suarmadi,  saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban atas nama Hendra, asal Makassar, Sulawesi Selatan, terseret arus di Pantai Rambutsiwi sekitar pukul 07.30 WITA. ” Korban saat itu sedang mandi,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 07.00 WITA, korban saat itu bersama dua orang temannya ke pantai. Korban bersama seorang temannya Ipa, mandi di pantai dan satu orang temannya lagi atas nama Adi Sanjaya,22, tidak mandi.

Kemudian sekitar pukul 07.30 Wita korban terseret arus dan sempat dilakukan pertolongan oleh temannya mandi namun tidak tertolong. Korban terus terseret arus hingga ke tengah laut, sehingga temannya yang tidak mandi minta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

Warga sekitar bersama pokdarwis Desa Yehembang dengan ketua kelompok nelayan, I Gusti Ngurah Anom, 50, melakukan pencarian. Setelah ditemukan langsung menyelamatkan korban sekitar pukul 07.50 Wita. “Pencarian korban berhasil ditemukan di selatan Pura Rambutsiwi,” jelasnya.

Korban ditemukan ditemukan kelompok nelayan di tengah laut dengan jarak dari pantai sekitar 300 meter dengan kedalaman air laut sekitar 20 meter. Saat korban ditemukan dalam keadaan sadar namun lemas, setelah korban dinaikkan ke atas jukung. “Beberapa saat kemudian korban dalam keadaan pingsan,” ujarnya.

Korban segera  dibawa menuju ke darat di pantai Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Saat sampai di darat, korban sudah sadar dari pingsan namun masih lemas.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo untuk pemeriksan lebih lanjut. “korban sudah mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Dan sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Korban merupakan warga yang tinggal sementara di Desa Yehembang untuk bekerja. Karena sedang tidak ada pekerjaan, korban bersama temannya ke pantai untuk mandi. “Di tengah kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu, kami imbau warga untuk waspada dan hati-hati ketika mandi di pantai,” terangnya.(m.basir/radar bali)

 

 

 

NEGARA – Nahas dialami Hendra. Seorang buruh berusia  22 tahun ini  terseret arus Pantai Rambutsiwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Minggu (23/10).  Beruntung korban bisa segera diselamatkan dan dilarikan ke Puskemas dengan kondisi lemas tidak sadarkan diri

Kapolsek Mendoyo, AKP I Putu Suarmadi,  saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Korban atas nama Hendra, asal Makassar, Sulawesi Selatan, terseret arus di Pantai Rambutsiwi sekitar pukul 07.30 WITA. ” Korban saat itu sedang mandi,” jelasnya.

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 07.00 WITA, korban saat itu bersama dua orang temannya ke pantai. Korban bersama seorang temannya Ipa, mandi di pantai dan satu orang temannya lagi atas nama Adi Sanjaya,22, tidak mandi.

Kemudian sekitar pukul 07.30 Wita korban terseret arus dan sempat dilakukan pertolongan oleh temannya mandi namun tidak tertolong. Korban terus terseret arus hingga ke tengah laut, sehingga temannya yang tidak mandi minta pertolongan kepada masyarakat sekitar.

Warga sekitar bersama pokdarwis Desa Yehembang dengan ketua kelompok nelayan, I Gusti Ngurah Anom, 50, melakukan pencarian. Setelah ditemukan langsung menyelamatkan korban sekitar pukul 07.50 Wita. “Pencarian korban berhasil ditemukan di selatan Pura Rambutsiwi,” jelasnya.

Korban ditemukan ditemukan kelompok nelayan di tengah laut dengan jarak dari pantai sekitar 300 meter dengan kedalaman air laut sekitar 20 meter. Saat korban ditemukan dalam keadaan sadar namun lemas, setelah korban dinaikkan ke atas jukung. “Beberapa saat kemudian korban dalam keadaan pingsan,” ujarnya.

Korban segera  dibawa menuju ke darat di pantai Banjar Pasar, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo. Saat sampai di darat, korban sudah sadar dari pingsan namun masih lemas.

Korban kemudian dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo untuk pemeriksan lebih lanjut. “korban sudah mendapatkan pertolongan lebih lanjut. Dan sudah diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Korban merupakan warga yang tinggal sementara di Desa Yehembang untuk bekerja. Karena sedang tidak ada pekerjaan, korban bersama temannya ke pantai untuk mandi. “Di tengah kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu, kami imbau warga untuk waspada dan hati-hati ketika mandi di pantai,” terangnya.(m.basir/radar bali)

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru