26.7 C
Jakarta
17 Juni 2024, 7:14 AM WIB

Bikin Gempar, Usai Panjat Pohon Kelapa, Pria Ini Mendadak Tewas

BADUNG-Nahas dialami I Made Kembar, 38, Kamis (22/11) pukul 08.30.

 

Warga asal Banjar Kuwum, Desa Kuwum, Mengwi, Badung, ini tewas mendadak sesaat setelah memanjat pohon kelapa.

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Made Pramasetia, dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa Kembar, menjelaskan, kronologi hingga korban tewas berawal dari korban usai memanjat pohon kelapa milik seorang warga di Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Abiansemal, Badung.

 

“Korban sempat naik dan kemudian turun karena mengaku kepalanya pusing,”terang Pramasetya.

 

Usai istirahat beberapa menit, korban terlihat sempoyongan saat hendak berdiri. Melihat korban sempoyongan, seorang saksi bernama Ketut Giana, 37 mencoba memapah korban.

 

 “Menurut saksi bahwa korban sudah tidak sadarkan diri dengan mulut keluar air liur,” tambah AKP Pramasetia.

 

Setelah itu saksi langsung menelepon pemilik kebun kelapa. Sehingga tidak berselang lama, mobil ambulans yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Abiansemal 1.

 

Nahas, setibanya puskesmas, korban dinyatakan meninggal. Dari hasil pemeriksaan, todal ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

 

Diduga kuat, korban meninggal karena mengalami sakit. 

BADUNG-Nahas dialami I Made Kembar, 38, Kamis (22/11) pukul 08.30.

 

Warga asal Banjar Kuwum, Desa Kuwum, Mengwi, Badung, ini tewas mendadak sesaat setelah memanjat pohon kelapa.

 

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP I Made Pramasetia, dikonfirmasi terkait musibah yang menimpa Kembar, menjelaskan, kronologi hingga korban tewas berawal dari korban usai memanjat pohon kelapa milik seorang warga di Banjar Ambengan, Desa Ayunan, Abiansemal, Badung.

 

“Korban sempat naik dan kemudian turun karena mengaku kepalanya pusing,”terang Pramasetya.

 

Usai istirahat beberapa menit, korban terlihat sempoyongan saat hendak berdiri. Melihat korban sempoyongan, seorang saksi bernama Ketut Giana, 37 mencoba memapah korban.

 

 “Menurut saksi bahwa korban sudah tidak sadarkan diri dengan mulut keluar air liur,” tambah AKP Pramasetia.

 

Setelah itu saksi langsung menelepon pemilik kebun kelapa. Sehingga tidak berselang lama, mobil ambulans yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban ke Puskesmas Abiansemal 1.

 

Nahas, setibanya puskesmas, korban dinyatakan meninggal. Dari hasil pemeriksaan, todal ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.

 

Diduga kuat, korban meninggal karena mengalami sakit. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/