Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
29 C
Jakarta
20 Juli 2024, 20:11 PM WIB

Dua Kali Cabuli Balita 5 Tahun, Driver Ojek Online Diciduk, Ngakunya..

DENPASAR – Bagi Anda orangtua, waspada dengan para predator anak yang berkeliaran di luar sana. Awasi anaknya, jangan dilepas begitu saja.

Betapa tidak, seorang balita berusia lima tahun berinisial NDF dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang driver ojek online bernama Basit, 19.

Korban dicabuli pelaku di kos-kosan orangtuanya di Kawasan Kuta. Beruntung, ulah tersangka terkuak dan dilaporkan orangtuanya. Pelaku pun ditangkap tak lama setelah dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, peristiwa nahas yang dialami korban terungkap setelah polisi menerima laporan LP/112/V/2018/Bali/Resta Denpasar/Sek Kuta, tanggal 21 Mei 2018.

Dalam laporan tersebut, ibunda korban berinisial SV, 34, mengaku kejadian terungkap setelah anaknya mengaku kesakitan di bagian alat vitalnya saat buang air kecil, Senin (21/5) lalu.

Kepada ibunya, korban mengaku alat vitalnya sempat dipegang-pegang oleh pelaku. Tidak terima buah hatinya diperlakukan seperti itu, SV melapor ke polisi.

Setelah menerima laporan dari ibu korban, polisi langsung mendatangi tempat kos pelaku di seputaran Kuta untuk meringkusnya pada saat itu juga.

“Kebetulan antara korban dan tersangka bertetangga kos,” kata Kompol Wirajaya. Pada saat anggota dating, tersangka tengah ngojek.

Anggota pun menunggu. Setelah beberapa jam, tersangka pun datang. Saat itu tersangka langsung diamankan.

“Saat interogasi awal, pelaku mengelak. Namun setelah diinterogasi lebih mendalam, pelaku mengakui perbuatan biadabnya itu,” ungkap Kapolsek.

 Kepada petugas, ia mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebanyak dua kali di TKP yang sama, yaitu di samping rumah korban.

“Kejadian pertama diakuinya 3 bulan yang lalu pada siang hari, kejadian kedua berlangsung Jumat (18/5) sekitar pukul 16.00,” sebut Kapolsek.

Kasus pencabulan ini sendiri akan diserahkan ke Polresta Denpasar. “Kasusnya ditarik ke Polresta, ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkasnya

DENPASAR – Bagi Anda orangtua, waspada dengan para predator anak yang berkeliaran di luar sana. Awasi anaknya, jangan dilepas begitu saja.

Betapa tidak, seorang balita berusia lima tahun berinisial NDF dilaporkan menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang driver ojek online bernama Basit, 19.

Korban dicabuli pelaku di kos-kosan orangtuanya di Kawasan Kuta. Beruntung, ulah tersangka terkuak dan dilaporkan orangtuanya. Pelaku pun ditangkap tak lama setelah dilaporkan ke polisi.

Kapolsek Kuta Kompol I Nyoman Wirajaya mengatakan, peristiwa nahas yang dialami korban terungkap setelah polisi menerima laporan LP/112/V/2018/Bali/Resta Denpasar/Sek Kuta, tanggal 21 Mei 2018.

Dalam laporan tersebut, ibunda korban berinisial SV, 34, mengaku kejadian terungkap setelah anaknya mengaku kesakitan di bagian alat vitalnya saat buang air kecil, Senin (21/5) lalu.

Kepada ibunya, korban mengaku alat vitalnya sempat dipegang-pegang oleh pelaku. Tidak terima buah hatinya diperlakukan seperti itu, SV melapor ke polisi.

Setelah menerima laporan dari ibu korban, polisi langsung mendatangi tempat kos pelaku di seputaran Kuta untuk meringkusnya pada saat itu juga.

“Kebetulan antara korban dan tersangka bertetangga kos,” kata Kompol Wirajaya. Pada saat anggota dating, tersangka tengah ngojek.

Anggota pun menunggu. Setelah beberapa jam, tersangka pun datang. Saat itu tersangka langsung diamankan.

“Saat interogasi awal, pelaku mengelak. Namun setelah diinterogasi lebih mendalam, pelaku mengakui perbuatan biadabnya itu,” ungkap Kapolsek.

 Kepada petugas, ia mengaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban sebanyak dua kali di TKP yang sama, yaitu di samping rumah korban.

“Kejadian pertama diakuinya 3 bulan yang lalu pada siang hari, kejadian kedua berlangsung Jumat (18/5) sekitar pukul 16.00,” sebut Kapolsek.

Kasus pencabulan ini sendiri akan diserahkan ke Polresta Denpasar. “Kasusnya ditarik ke Polresta, ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” pungkasnya

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/