Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
23.5 C
Jakarta
13 Juli 2024, 7:34 AM WIB

Dikira Digigit Serangga, Kesulitan Mengunyah Karena Tumor Membesar

Datangnya musibah tak dapat ditolak. Manusia hanya bisa menerima dan menjalani dengan penuh sabar dan ikhlas. Itu juga yang harus dijalani Kadek Bagus Parelino Giri, balita 3,5 tahun pengidap tumor Limfoma.

 

 

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

BENJOLAN di pipi kanan Kadek Bagus Parelino, 3,5, terlihat sangat besar. Saking besarnya, bocah asal Seririt, Buleleng, ini kesulitan mengunyah.

Bahkan, seringkali Bagus Parelino menangis, seperti tidak tahan karena tidak bisa mengunyah. Sesuatu yang lazim dia lakukan.

Kalau sudah menangis, orangtuanya pun segera menenengkan. Karena rasa sakitnya itu, dia menjalani perawatan di Buleleng. Agar mendapat perawatan lebih baik lagi, Bagus dirawat di RS Sanglah.

Karena penyakit ini, orangtua Bagus, I Kadek Agung Parsoni, 40 dan Ni Komang Giriani harus rela meninggalkan pekerjaannya demi merawat anak keduanya di RS Sanglah.

Lantas, bagaimana ceritanya Bagus terkena penyakit ini? Menurut Agung Parsoni, awalnya pada 5 Januari lalu, terlihat ada benjolan di wajah anaknya.

Benjolan itu masih kecil seperti digigit serangga. Dia pun membeli obat  di apotik, tapi tak kunjung sembuh.

Setelah itu pihaknya mengajak ke puskesmas, tapi tak membuahkan hasil. Kadek Agung kemudian dibawa ke RSUD Buleleng sebelum kemudian di rujuk ke RS  Sanglah. 

“Awalnya, tanggal 5 januari ada benjolan sedikit seperti digigit serangga. Diberikan obat, tapi nggak ada perubahan.

Setelah itu diperiksa ke puskesmas. Semakin hari semakin membesar, lalu saya bawa ke dokter umum, dan akhirnya dirujuk ke RS Sanglah,” imbuhnya.

Benjolan itu semakin membesar, dan menyebakan Bagus tak bisa mengunyah. Tapi anehnya, kata Kadek Agung tak ada rasa sakit yang dirasakan Bagus.

Setelah hasil pengambilan sampel keluar pada 26 Februari lalu Bagus didiagnosis mengidap tumor Limfoma.

Dan besok hasil dari dokter akan keluar apakah tumor tersebut sudah menyebar ke atau tidak. Sampai saat ini belum diketahui apakah itu tumor ganas atau tidak. 

Tapi benjolan itu sudah sampai ke rahang bagian bawah. Sehingga anak kedua dari Kadek Agung ini tak bisa mengunyah. 

“Ya kendala ini menunggu  hasil dari dokter dari pengecekkan sumsum tulang belakang.Setelah itu rencana akan dikemo. Mudah-mudahan cepat sembuh,” ujarnya.

Beruntung, banyak pihak yang membantu Kadek Agung dalam membiayai pengobatan anaknya. Termasuk dari Buleleng Social Community yang membantu mereka dalam membiayai pengobatan dan juga terus memperhatikan perkembangan Bagus.

Selain itu juga, pihak dokter di rumah sakit juga memberikan Bagus mainan agar Bagus bisa bermain menghilangkan rasa bosan.

Datangnya musibah tak dapat ditolak. Manusia hanya bisa menerima dan menjalani dengan penuh sabar dan ikhlas. Itu juga yang harus dijalani Kadek Bagus Parelino Giri, balita 3,5 tahun pengidap tumor Limfoma.

 

 

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

BENJOLAN di pipi kanan Kadek Bagus Parelino, 3,5, terlihat sangat besar. Saking besarnya, bocah asal Seririt, Buleleng, ini kesulitan mengunyah.

Bahkan, seringkali Bagus Parelino menangis, seperti tidak tahan karena tidak bisa mengunyah. Sesuatu yang lazim dia lakukan.

Kalau sudah menangis, orangtuanya pun segera menenengkan. Karena rasa sakitnya itu, dia menjalani perawatan di Buleleng. Agar mendapat perawatan lebih baik lagi, Bagus dirawat di RS Sanglah.

Karena penyakit ini, orangtua Bagus, I Kadek Agung Parsoni, 40 dan Ni Komang Giriani harus rela meninggalkan pekerjaannya demi merawat anak keduanya di RS Sanglah.

Lantas, bagaimana ceritanya Bagus terkena penyakit ini? Menurut Agung Parsoni, awalnya pada 5 Januari lalu, terlihat ada benjolan di wajah anaknya.

Benjolan itu masih kecil seperti digigit serangga. Dia pun membeli obat  di apotik, tapi tak kunjung sembuh.

Setelah itu pihaknya mengajak ke puskesmas, tapi tak membuahkan hasil. Kadek Agung kemudian dibawa ke RSUD Buleleng sebelum kemudian di rujuk ke RS  Sanglah. 

“Awalnya, tanggal 5 januari ada benjolan sedikit seperti digigit serangga. Diberikan obat, tapi nggak ada perubahan.

Setelah itu diperiksa ke puskesmas. Semakin hari semakin membesar, lalu saya bawa ke dokter umum, dan akhirnya dirujuk ke RS Sanglah,” imbuhnya.

Benjolan itu semakin membesar, dan menyebakan Bagus tak bisa mengunyah. Tapi anehnya, kata Kadek Agung tak ada rasa sakit yang dirasakan Bagus.

Setelah hasil pengambilan sampel keluar pada 26 Februari lalu Bagus didiagnosis mengidap tumor Limfoma.

Dan besok hasil dari dokter akan keluar apakah tumor tersebut sudah menyebar ke atau tidak. Sampai saat ini belum diketahui apakah itu tumor ganas atau tidak. 

Tapi benjolan itu sudah sampai ke rahang bagian bawah. Sehingga anak kedua dari Kadek Agung ini tak bisa mengunyah. 

“Ya kendala ini menunggu  hasil dari dokter dari pengecekkan sumsum tulang belakang.Setelah itu rencana akan dikemo. Mudah-mudahan cepat sembuh,” ujarnya.

Beruntung, banyak pihak yang membantu Kadek Agung dalam membiayai pengobatan anaknya. Termasuk dari Buleleng Social Community yang membantu mereka dalam membiayai pengobatan dan juga terus memperhatikan perkembangan Bagus.

Selain itu juga, pihak dokter di rumah sakit juga memberikan Bagus mainan agar Bagus bisa bermain menghilangkan rasa bosan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/