Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
27.3 C
Jakarta
21 Juli 2024, 4:37 AM WIB

Digerus Air Hujan, Jembatan Wanasari Putus, 15 KK Terisolasi

NEGARA – Akibat hujan deras yang terjadi di seluruh wilayah Jembrana sejak beberapa hari terakhir, sejumlah infrastruktur di beberapa lokasi di Jembrana mengalami kerusakan.

Dilaporkan, sebuah jembatan putus di Banjar Warnasari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya. Akibatnya, 15 KK terisolasi karena jembatan ini satu satunya akses jalan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Susila Artha Permana mengatakan, jembatan tingginya kurang lebih 2,5 meter, lebar dan panjang 3 meter putus total Minggu siang lalu.

Sebelumnya, sekitar enam hari lalu kaki jembatan amblas terlebih dahulu. “Sekarang sudah putus total,” terangnya.

Karena jembatan tersebut akses satu-satunya warga, sebanyak 15 KK sementara terisolasi. Putusnya jembatan tersebut disebabkan tingginya

curah hujan di lokasi dan tingginya debit air sungai sehingga membuat struktur jembatan terkikis dan akhirnya ambruk.

Kelian Dinas Warnasari Kaja I Komang Sudiarta mengatakan, sebelum putus warga sudah melakukan upaya antisipasi agar tidak roboh dengan memasang penyangga kayu secara swadaya.

Karena tekanan air tinggi, akhirnya jembatan toboh. Pihak desa juga telah merencanakan untuk perbaikan menggunakan APBDes. 

NEGARA – Akibat hujan deras yang terjadi di seluruh wilayah Jembrana sejak beberapa hari terakhir, sejumlah infrastruktur di beberapa lokasi di Jembrana mengalami kerusakan.

Dilaporkan, sebuah jembatan putus di Banjar Warnasari, Desa Warnasari, Kecamatan Melaya. Akibatnya, 15 KK terisolasi karena jembatan ini satu satunya akses jalan warga.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Susila Artha Permana mengatakan, jembatan tingginya kurang lebih 2,5 meter, lebar dan panjang 3 meter putus total Minggu siang lalu.

Sebelumnya, sekitar enam hari lalu kaki jembatan amblas terlebih dahulu. “Sekarang sudah putus total,” terangnya.

Karena jembatan tersebut akses satu-satunya warga, sebanyak 15 KK sementara terisolasi. Putusnya jembatan tersebut disebabkan tingginya

curah hujan di lokasi dan tingginya debit air sungai sehingga membuat struktur jembatan terkikis dan akhirnya ambruk.

Kelian Dinas Warnasari Kaja I Komang Sudiarta mengatakan, sebelum putus warga sudah melakukan upaya antisipasi agar tidak roboh dengan memasang penyangga kayu secara swadaya.

Karena tekanan air tinggi, akhirnya jembatan toboh. Pihak desa juga telah merencanakan untuk perbaikan menggunakan APBDes. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/