30.2 C
Jakarta
12 Juni 2024, 11:56 AM WIB

Dencarik Banjir Bandang, Perbekel: Terparah Dalam Dua Dasawarsa

BANJAR – Musibah banjir bandang menerjang Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Ini pertama kalinya desa tersebut terkena banjir bandang sejak puluhan tahun silam.

Selain Desa Dencarik, sejumlah desa lainnya seperti Desa Banjar dan Desa Kalianget di Kecamatan Seririt, ikut terdampak.

Musibah banjir bandang di Desa Dencarik, diduga muara dari sejumlah musibah yang terjadi di wilayah hulu.

Perbekel Dencarik, Putu Budiasa menceritakan, begitu air meluap banyak warga yang terkejut. Sekitar 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke balai dusun karena air terlalu tinggi.

Menurut Budiasa, banjir kemarin adalah banjir terparah dalam dua dasawarsa terakhir. Sebelumnya, Desa Dencarik tak pernah diterjang banjir bandang.

“Saya cek, semua rumah yang di pinggir sungai ini (Tukad Tampekan, Red), dari Corot sampai ke pantai itu semua kena. Termasuk villa ada yang kena.

Pagar warga banyak yang roboh. Belum ternak hanyut, sawah rusak, bunga, anggur, itu semua lahan pertanian kena. Ini kejadian yang paling parah,” tutur Budiasa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Made Subur menduga banjir bandang terjadi karena sungai tersumbat pohon besar.

Hanya saja BPBD Buleleng belum bisa memastikan dari mana sumber lumpur dan material pohon yang menerjang hingga ke arah hilang.

Untuk sementara, BPBD Buleleng masih fokus melakukan normalisasi jalan yang tertutup material longsor bersama Dinas PU Bali.

Sementara lumpur yang menutupi rumah warga dibersihkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng dan BPBD Buleleng.

“Titik terparah itu di Desa Dencarik dan Banjar. Ini baru pertama kali terjadi di wilayah itu. Makanya kami akan teliti lagi dari mana pemicunya sampai terjadi banjir bandang ini, karena sebelumnya belum pernah terjadi di sana,” kata Subur.

BANJAR – Musibah banjir bandang menerjang Desa Dencarik, Kecamatan Banjar. Ini pertama kalinya desa tersebut terkena banjir bandang sejak puluhan tahun silam.

Selain Desa Dencarik, sejumlah desa lainnya seperti Desa Banjar dan Desa Kalianget di Kecamatan Seririt, ikut terdampak.

Musibah banjir bandang di Desa Dencarik, diduga muara dari sejumlah musibah yang terjadi di wilayah hulu.

Perbekel Dencarik, Putu Budiasa menceritakan, begitu air meluap banyak warga yang terkejut. Sekitar 15 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke balai dusun karena air terlalu tinggi.

Menurut Budiasa, banjir kemarin adalah banjir terparah dalam dua dasawarsa terakhir. Sebelumnya, Desa Dencarik tak pernah diterjang banjir bandang.

“Saya cek, semua rumah yang di pinggir sungai ini (Tukad Tampekan, Red), dari Corot sampai ke pantai itu semua kena. Termasuk villa ada yang kena.

Pagar warga banyak yang roboh. Belum ternak hanyut, sawah rusak, bunga, anggur, itu semua lahan pertanian kena. Ini kejadian yang paling parah,” tutur Budiasa.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, Made Subur menduga banjir bandang terjadi karena sungai tersumbat pohon besar.

Hanya saja BPBD Buleleng belum bisa memastikan dari mana sumber lumpur dan material pohon yang menerjang hingga ke arah hilang.

Untuk sementara, BPBD Buleleng masih fokus melakukan normalisasi jalan yang tertutup material longsor bersama Dinas PU Bali.

Sementara lumpur yang menutupi rumah warga dibersihkan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng dan BPBD Buleleng.

“Titik terparah itu di Desa Dencarik dan Banjar. Ini baru pertama kali terjadi di wilayah itu. Makanya kami akan teliti lagi dari mana pemicunya sampai terjadi banjir bandang ini, karena sebelumnya belum pernah terjadi di sana,” kata Subur.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/