26.7 C
Jakarta
17 Juni 2024, 5:01 AM WIB

Amor Ring Acintya, Staf Camat Pupuan Meninggal Tiba-tiba Saat Kendarai Mobil

TABANAN– I Nyoman Sidikarioto,57, –pegawai di kantor Kecamatan Pupuan, Tabanan meninggal mendadak saat mengendarai Mobil Suzuki Jimny Katana bernopol DK 1897 RJ, Sabtu (27/8).

 

Warga Banjar Dinas Paka, Desa Sanda, Pupuan Tabanan ini tewas saat menyetir di Jalan By Pass Ir Soekarno, Banjar Dinas Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Kejadian itu membuat geger warga dan pengguna jalan. Pasalnya mobil Jimny Katana yang dikemudikan korban mendadak berhenti di tengah jalan raya. Korban diduga tewas setelah mengalami serangan jantung mendadak saat menyetir.

 

Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Artika membenarkan peristiwa itu. Kapolsek mengatakan korban I Made Sidikarioto meninggal dunia dalam mobil miliknya terjadi sekitar pukul 07:30 wita saat dalam perjalanan menuju lokasi pelaksanaan tumpek uye di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan.

 

Mobil Jimny Katana yang dikemudikan korban mendadak berhenti di tengah jalan sebelah barat lampu merah. Saat lampu traffic light sudah menyala hijau, namun korban justru tidak menjalankan kendaraannya. “Beberapa kali pengguna jalan membunyikan klakson meminta agar pengemudi Jimny Katana menjalankan mobilnya,” ungkap Kompol Artika.

 

Lantaran mobil korban yang sudah lama berhenti dan tidak berjalan, dua orang pengguna jalan yang merupakan saksi yakni I Ketut Suardijaya, 55, dan I Gusti Putu Sokedana langsung menghampiri kendaraan korban. Kedua saksi melihat korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraan miliknya.

 

Saksi selanjutnya menghubungi rumah sakit terdekat agar korban dapat dilakukan penanganan. “Setelah dicek ternyata korban dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Kompol Artika.

 

Dari keterangan petugas medis BRSUD Tabanan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

Sementara itu, keterangan Ni Nengah Suarning yang merupakan istri korban mengaku sebelum berangkat ke pantai Yeh Gangga suaminya dalam kondisi baik-baik saja. Suaminya memang mempunyai riwayat sakit jantung dan sampai saat ini masih dalam proses penyembuhan serta mengkonsumsi obat sakit jantung.

 

Korban juga diketahui pernah mengalami sakit struk dan sekitar dua bulan yang lalu sempat mengalami sakit vertigo.”Jadi murni korban meninggal karena terserang penyakit jantung saat berkendara, bukan karena hal lainnya,” pungkasnya. (uli)

 

TABANAN– I Nyoman Sidikarioto,57, –pegawai di kantor Kecamatan Pupuan, Tabanan meninggal mendadak saat mengendarai Mobil Suzuki Jimny Katana bernopol DK 1897 RJ, Sabtu (27/8).

 

Warga Banjar Dinas Paka, Desa Sanda, Pupuan Tabanan ini tewas saat menyetir di Jalan By Pass Ir Soekarno, Banjar Dinas Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Tabanan. Kejadian itu membuat geger warga dan pengguna jalan. Pasalnya mobil Jimny Katana yang dikemudikan korban mendadak berhenti di tengah jalan raya. Korban diduga tewas setelah mengalami serangan jantung mendadak saat menyetir.

 

Kapolsek Kediri Kompol I Kadek Artika membenarkan peristiwa itu. Kapolsek mengatakan korban I Made Sidikarioto meninggal dunia dalam mobil miliknya terjadi sekitar pukul 07:30 wita saat dalam perjalanan menuju lokasi pelaksanaan tumpek uye di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan.

 

Mobil Jimny Katana yang dikemudikan korban mendadak berhenti di tengah jalan sebelah barat lampu merah. Saat lampu traffic light sudah menyala hijau, namun korban justru tidak menjalankan kendaraannya. “Beberapa kali pengguna jalan membunyikan klakson meminta agar pengemudi Jimny Katana menjalankan mobilnya,” ungkap Kompol Artika.

 

Lantaran mobil korban yang sudah lama berhenti dan tidak berjalan, dua orang pengguna jalan yang merupakan saksi yakni I Ketut Suardijaya, 55, dan I Gusti Putu Sokedana langsung menghampiri kendaraan korban. Kedua saksi melihat korban dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam kendaraan miliknya.

 

Saksi selanjutnya menghubungi rumah sakit terdekat agar korban dapat dilakukan penanganan. “Setelah dicek ternyata korban dalam kondisi sudah meninggal dunia,” kata Kompol Artika.

 

Dari keterangan petugas medis BRSUD Tabanan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

 

Sementara itu, keterangan Ni Nengah Suarning yang merupakan istri korban mengaku sebelum berangkat ke pantai Yeh Gangga suaminya dalam kondisi baik-baik saja. Suaminya memang mempunyai riwayat sakit jantung dan sampai saat ini masih dalam proses penyembuhan serta mengkonsumsi obat sakit jantung.

 

Korban juga diketahui pernah mengalami sakit struk dan sekitar dua bulan yang lalu sempat mengalami sakit vertigo.”Jadi murni korban meninggal karena terserang penyakit jantung saat berkendara, bukan karena hal lainnya,” pungkasnya. (uli)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/