Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 5:52 AM WIB

Warga Desa Sumberklampok Dilatih Budi Daya Lobster

SINGARAJA– Warga di Desa Sumberklampok mendapat kucuran program  pemberdayaan masyarakat. Program itu diluncurkan usai warga mendapat program reforma agraria. Salah satu programnya adalah budi daya lobster serta rumput laut.

 

Kemarin ada 30 orang warga yang diberi pelatihan budi daya. Pelatihan berlangsung di SDN 1 Sumberklampok. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi langsung turun tangan memberikan pelatihan.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan, pesisir utara Buleleng sangat potensial menjadi lokasi budi daya. Baik itu budi daya ikan maupun kerang. Budi daya lobster pun sudah sempat diuji di Desa Sumberkima, Gerokgak, dan terbukti berhasil.

 

“Melihat keberhasilan di Sumberkima, saya rasa di Sumberklampok juga berhasil. Apalagi ini program dari Kementerian. Pasti sudah ada pertimbangan khusus, sehingga lobster juga dikembangkan di desa ini,” kata Putra saat dihubungi kemarin (13/6).

 

Selain budi daya lobster, warga juga akan dilatih melakukan budi daya rumput laut. Putra mengungkapkan, masyarakat setempat sudah akrab dengan cocok tanam rumput laut. Hal itu sudah sempat dilakukan pada tahun 2016 silam, namun kini tergenti.

“Kami harap program ini kedepannya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, setelah program reforma agraria. Sehingga ekonomi di desa semakin tumbuh,” ujarnya.

 

Sementara itu, Perbekel Sumberklampok Wayan Sawitra Yasa mengungkapkan, warga saat ini sangat membutuhkan program pemberdayaan ekonomi. Sebab terjadi penyusutan kepemilikan tanah usai program reforma agraria.

 

Sebelum redistribusi lahan dilakukan, warga mengelola lahan seluas 2-3 hektare. Namun setelah redistribusi, lahan garapan menyusut menjadi 80 are. Sehingga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.“Logika sederhana saja, lahan garapan berkurang, pasti pendapatan juga ikut berkurang. Makanya kami harap program-program pemberdayaan direalisasikan, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat,” demikian Sawitra. (eps)

 

 

SINGARAJA– Warga di Desa Sumberklampok mendapat kucuran program  pemberdayaan masyarakat. Program itu diluncurkan usai warga mendapat program reforma agraria. Salah satu programnya adalah budi daya lobster serta rumput laut.

 

Kemarin ada 30 orang warga yang diberi pelatihan budi daya. Pelatihan berlangsung di SDN 1 Sumberklampok. Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi langsung turun tangan memberikan pelatihan.

 

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Buleleng I Gede Putra Aryana mengatakan, pesisir utara Buleleng sangat potensial menjadi lokasi budi daya. Baik itu budi daya ikan maupun kerang. Budi daya lobster pun sudah sempat diuji di Desa Sumberkima, Gerokgak, dan terbukti berhasil.

 

“Melihat keberhasilan di Sumberkima, saya rasa di Sumberklampok juga berhasil. Apalagi ini program dari Kementerian. Pasti sudah ada pertimbangan khusus, sehingga lobster juga dikembangkan di desa ini,” kata Putra saat dihubungi kemarin (13/6).

 

Selain budi daya lobster, warga juga akan dilatih melakukan budi daya rumput laut. Putra mengungkapkan, masyarakat setempat sudah akrab dengan cocok tanam rumput laut. Hal itu sudah sempat dilakukan pada tahun 2016 silam, namun kini tergenti.

“Kami harap program ini kedepannya bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, setelah program reforma agraria. Sehingga ekonomi di desa semakin tumbuh,” ujarnya.

 

Sementara itu, Perbekel Sumberklampok Wayan Sawitra Yasa mengungkapkan, warga saat ini sangat membutuhkan program pemberdayaan ekonomi. Sebab terjadi penyusutan kepemilikan tanah usai program reforma agraria.

 

Sebelum redistribusi lahan dilakukan, warga mengelola lahan seluas 2-3 hektare. Namun setelah redistribusi, lahan garapan menyusut menjadi 80 are. Sehingga berdampak langsung pada ekonomi masyarakat.“Logika sederhana saja, lahan garapan berkurang, pasti pendapatan juga ikut berkurang. Makanya kami harap program-program pemberdayaan direalisasikan, sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat,” demikian Sawitra. (eps)

 

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/