Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
28.2 C
Jakarta
23 Juli 2024, 3:34 AM WIB

Akselerasi Transisi Energi dan Pengembangan EBT, PLN Gandeng Sumitomo dan Medco

NUSA DUA, Radar Bali- PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan Sumitomo Corporation dan PT Medco Energi Internasional Tbk dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk mengakselerasi transisi energi di tanah air. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PLN dengan Sumitomo Corporation yang dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo dan General Manager Power Infrastructure Departement Sumitomo Corporation, Takeshi Noguchi disaksikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I, Pahala Nugraha Mansury.

Hartanto juga mewakili PLN dalam penandatanganan MoU dengan Medco Energi Internasional yang diteken oleh Direktur Medco Energi Internasional Amri Siahaan. Penandatanganan dua MOU tersebut dilakukan dalam ajang State Owned Enterprise (SOE) International Conference di Bali pada Selasa (18/10).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerja sama PLN dengan Sumitomo dalam rangka studi pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis EBT. Kerja sama ini mencakup skema pengembangan sistem kelistrikan pada daerah yang masih ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam upaya mendukung program dedieselisasi. “Kerja sama bisnis juga dilakukan pada pengembangan transmisi dalam upaya mendukung interkoneksi antar pulau, pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB),” ungkapnya.

Menurut Darmawan, studi ini dapat memberikan manfaat bagi operasi sistem ketenagalistrikan yang dijalankan oleh PLN di antaranya efisiensi, penurunan biaya pokok penyediaan (BPP), mempercepat program dedieselisasi, meningkatkan penetrasi energi terbarukan, serta mengurangi beban belanja modal (capital expenditure/Capex, red) PLN pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“PLN dan Sumitomo akan melakukan kajian bersama atas pengembangan bisnis pembangkit listrik EBT dan transmisi. Masa berlaku kerja sama ini selama 2 tahun sejak penandatanganan nota kesepahaman dilakukan,” tuturnya.

Menariknya, untuk mengakselerasi penggunaan sumber energi baru, Darmawan menjelaskan, PLN bersama dengan Medco Energi Internasional sepakat melakukan studi yang mencakup pengembangan Hidrogen atau Ammonia sebagai sumber energi, pengembangan Carbon Captured Utilization and Storage (CCUS) atau Carbon Captured Storage (CCS).

“PLN dan Medco juga akan melakukan studi bersama pengembangan EBT. Melakukan studi bersama pemanfaatan Well-Head Gas to Power (WHGTP) untuk pembangkit,” jelasnya. (ken/mar)

NUSA DUA, Radar Bali- PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan Sumitomo Corporation dan PT Medco Energi Internasional Tbk dalam pengembangan energi baru terbarukan (EBT) untuk mengakselerasi transisi energi di tanah air. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara PLN dengan Sumitomo Corporation yang dilakukan oleh Direktur Perencanaan Korporat dan Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo dan General Manager Power Infrastructure Departement Sumitomo Corporation, Takeshi Noguchi disaksikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) I, Pahala Nugraha Mansury.

Hartanto juga mewakili PLN dalam penandatanganan MoU dengan Medco Energi Internasional yang diteken oleh Direktur Medco Energi Internasional Amri Siahaan. Penandatanganan dua MOU tersebut dilakukan dalam ajang State Owned Enterprise (SOE) International Conference di Bali pada Selasa (18/10).

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerja sama PLN dengan Sumitomo dalam rangka studi pengembangan bisnis pembangkit listrik berbasis EBT. Kerja sama ini mencakup skema pengembangan sistem kelistrikan pada daerah yang masih ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dalam upaya mendukung program dedieselisasi. “Kerja sama bisnis juga dilakukan pada pengembangan transmisi dalam upaya mendukung interkoneksi antar pulau, pengembangan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB),” ungkapnya.

Menurut Darmawan, studi ini dapat memberikan manfaat bagi operasi sistem ketenagalistrikan yang dijalankan oleh PLN di antaranya efisiensi, penurunan biaya pokok penyediaan (BPP), mempercepat program dedieselisasi, meningkatkan penetrasi energi terbarukan, serta mengurangi beban belanja modal (capital expenditure/Capex, red) PLN pada pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

“PLN dan Sumitomo akan melakukan kajian bersama atas pengembangan bisnis pembangkit listrik EBT dan transmisi. Masa berlaku kerja sama ini selama 2 tahun sejak penandatanganan nota kesepahaman dilakukan,” tuturnya.

Menariknya, untuk mengakselerasi penggunaan sumber energi baru, Darmawan menjelaskan, PLN bersama dengan Medco Energi Internasional sepakat melakukan studi yang mencakup pengembangan Hidrogen atau Ammonia sebagai sumber energi, pengembangan Carbon Captured Utilization and Storage (CCUS) atau Carbon Captured Storage (CCS).

“PLN dan Medco juga akan melakukan studi bersama pengembangan EBT. Melakukan studi bersama pemanfaatan Well-Head Gas to Power (WHGTP) untuk pembangkit,” jelasnya. (ken/mar)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/