25.8 C
Jakarta
Friday, January 27, 2023

Road to G20, Danone Bersama Kemenko Marves Gelar Bersih-Bersih Pantai

JIMBARAN – Danone Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Indonesia, melakukan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai yang berada di kawasan Kedonganan dan Jimbaran.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian daripada Road G20: “Beating Plastic Pollution from Source to Sea” di Bali yang berlangsung mulai hari ini hingga Jumat (4/11). Selain melakukan bersih-bersih pantai, Danone juga melakukan kunjungan ke TPST Samtaku yang terletak di kawasan Goa Gong Jimbaran.

Disana mereka melihat bagaimana proses pengolahan sampah berkelanjutan. Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya dari privat sektor terlebih swasta tentunya wajib juga dalam hal ini mendukung upaya pemerintah.

“Apa yang kami lakukan adalah pendekatan ekonomi sirkular dimana kemasan yang diproduksi produk-produk kami itu sesedekit mungkin menggunakan bahan baku alam. Produk kita masih menggunakan plastik sehingga masih mengambil bahan baku dari minyak bumi sebagian untuk bahan baku kemasan,” kata Karyanto.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah pertama reuse, dalam hal ini salah satu hierarki yang tertinggi dalam pengelolaan sampah bagaimana kita mengembangkan reuse model atau model guna ulang produk kami.

“Aqua kemasan guna ulang yang sudah lebih dari 70 persen dari bisnis kita sehingga secara signifikan mengurangi timbulan sampah di lingkungan. Berikutnya kita juga mendorong agar kemasan kita memakai barang yang bisa di daur ulang, jadi kemasan-kemasan botol kita itu mengandung bahan daur ulang ada yang sampai 100 persen, 25 persen dan 50 persen,” tambahnya.

Pihaknya ingin kedepannya bisa memakai produk daur ulang sebanyak mungkin dan pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif. Untuk itu, pihaknya bekerjasama juga dengan Pemprov Bali untuk megembangkan model pengelolaan sampah terpadu yaitu TPST Samtaku yang mengelola sampah di kawasan Kuta Selatan sehingga bisa mengurangi beban di TPA Suwung.

“Itu salah satu upaya yang kami lakukan tentunya untuk mendukung upaya pemerintah sehingga target yang disampaikan Pak Rofi itu bisa tercapai kedepan,” ucap Karyanto.

Disisi lain Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves Rofi Alhanif menjelaskan jika aksi bersih-bersih pantai ini menjadi bagian dalam rangkaian menuju Presidensi G20. “

“Kami hari ini melakukan aksi bersih-bersih pantai di kedonganan sebagai bagian dari rangkaian Road to G20 untuk kolaborasi penanganan sampah laut. Besok dan lusa kami ada acara besar yang melibatkan para pemangku kepentingan sampah khususnya isu sampah plastik laut,” ujar Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif.

“Indonesia termasuk yang kebocoran sampah ke lautnya masih tinggi. Dari 2018 sampai sekarang kita sudah melakukan upaya terstruktur, kita sudah punya rencana aksi penanganan sampah laut. Dimana Menko Marves adalah ketua tim koordinasi penanganan sampah laut nasional dibawahnya ada Kementerian terkait lainnya, ada stakeholder yang lain juga,” ungkapnya.

Tapi dalam tiga tahun terakhir ini, pemerintah sudah bisa mengurangi kebocoran sampah plastik laut ini sekitar 28,5 persen dalam tiga tahun,” tambahnya. (lit/rid)

JIMBARAN – Danone Indonesia bersama Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanganan Sampah Laut di Indonesia, melakukan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Pantai yang berada di kawasan Kedonganan dan Jimbaran.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian daripada Road G20: “Beating Plastic Pollution from Source to Sea” di Bali yang berlangsung mulai hari ini hingga Jumat (4/11). Selain melakukan bersih-bersih pantai, Danone juga melakukan kunjungan ke TPST Samtaku yang terletak di kawasan Goa Gong Jimbaran.

Disana mereka melihat bagaimana proses pengolahan sampah berkelanjutan. Sustainable Development Director Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyampaikan bahwa pihaknya dari privat sektor terlebih swasta tentunya wajib juga dalam hal ini mendukung upaya pemerintah.

“Apa yang kami lakukan adalah pendekatan ekonomi sirkular dimana kemasan yang diproduksi produk-produk kami itu sesedekit mungkin menggunakan bahan baku alam. Produk kita masih menggunakan plastik sehingga masih mengambil bahan baku dari minyak bumi sebagian untuk bahan baku kemasan,” kata Karyanto.

“Pendekatan yang kami lakukan adalah pertama reuse, dalam hal ini salah satu hierarki yang tertinggi dalam pengelolaan sampah bagaimana kita mengembangkan reuse model atau model guna ulang produk kami.

“Aqua kemasan guna ulang yang sudah lebih dari 70 persen dari bisnis kita sehingga secara signifikan mengurangi timbulan sampah di lingkungan. Berikutnya kita juga mendorong agar kemasan kita memakai barang yang bisa di daur ulang, jadi kemasan-kemasan botol kita itu mengandung bahan daur ulang ada yang sampai 100 persen, 25 persen dan 50 persen,” tambahnya.

Pihaknya ingin kedepannya bisa memakai produk daur ulang sebanyak mungkin dan pengelolaan sampah harus dilakukan secara komprehensif. Untuk itu, pihaknya bekerjasama juga dengan Pemprov Bali untuk megembangkan model pengelolaan sampah terpadu yaitu TPST Samtaku yang mengelola sampah di kawasan Kuta Selatan sehingga bisa mengurangi beban di TPA Suwung.

“Itu salah satu upaya yang kami lakukan tentunya untuk mendukung upaya pemerintah sehingga target yang disampaikan Pak Rofi itu bisa tercapai kedepan,” ucap Karyanto.

Disisi lain Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves Rofi Alhanif menjelaskan jika aksi bersih-bersih pantai ini menjadi bagian dalam rangkaian menuju Presidensi G20. “

“Kami hari ini melakukan aksi bersih-bersih pantai di kedonganan sebagai bagian dari rangkaian Road to G20 untuk kolaborasi penanganan sampah laut. Besok dan lusa kami ada acara besar yang melibatkan para pemangku kepentingan sampah khususnya isu sampah plastik laut,” ujar Asisten Deputi Pengelolaan Sampah dan Limbah Kemenko Marves, Rofi Alhanif.

“Indonesia termasuk yang kebocoran sampah ke lautnya masih tinggi. Dari 2018 sampai sekarang kita sudah melakukan upaya terstruktur, kita sudah punya rencana aksi penanganan sampah laut. Dimana Menko Marves adalah ketua tim koordinasi penanganan sampah laut nasional dibawahnya ada Kementerian terkait lainnya, ada stakeholder yang lain juga,” ungkapnya.

Tapi dalam tiga tahun terakhir ini, pemerintah sudah bisa mengurangi kebocoran sampah plastik laut ini sekitar 28,5 persen dalam tiga tahun,” tambahnya. (lit/rid)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru