26.4 C
Jakarta
15 Juni 2024, 22:55 PM WIB

Sopir Truk Baku Hantam di Jalan Raya, Jatuh ke Dasar Jurang lalu Lapor Polisi

SINGARAJA– Dua orang pengemudi truk terlibat baku hantam di Jalan Raya Seririt-Busungbiu pada Rabu (24/8) malam. Salah seorang pengemudi bahkan sempat terjatuh ke jurang. Beruntung pengemudi itu berhasil dievakuasi di dasar jurang.

 

Peristiwa itu bermula saat Muslimin, 32, warga Kabupaten Jember, bertemu dengan Miswan, 42, warga Denpasar Timur. Keduanya bertemu di salah satu Galian C yang ada di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt. Keduanya sempat adu mulut di lokasi galian. Apalagi keduanya memang sudah berselisih paham. Muslimin kemudian mengemudikan truk miliknya menuju Jalan Raya Seririt-Busungbiu, tepatnya di wilayah Desa Mayong. Di sana dia menunggu Miswan.

 

Saat truk yang dikemudikan Miswan melintas, Muslimin langsung mengejarnya. Ia sempat memepet truk Miswan, hingga berhenti di dekat pertigaan menuju Desa Mayong. Lantaran sudah merasa jengkel, Muslimin turun dari truknya sambil membawa batang besi yang kerap digunakan membuka ban truk. Sebelum terjadi pemukulan, Miswan memilih menghindar. Keduanya kemudian terlibat saling gulat.

 

Dampaknya Muslimin terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter. Sedangkan Miswan berhasil berpegangan pada sebatang kayu di tepi jurang. Dia berhasil menyelamatkan diri.

 

Muslimin sempat terjebak di dasar jurang selama sejam lebih. Dia akhirnya berhasil diselematkan tim dari Po SAR Buleleng. Dia baru berhasil diselamatkan sekitar pukul 01.20 Kamis (25/8) dini hari.

 

Saat diselamatkan, Muslimin mengalami lecet pada bagian tangan dan tidak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke RSUD Tangguwisia.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, perkelahian itu bermula salah paham antara Muslimin dan Miswan. Muslimin dan Miswan diketahui bekerja di perusahaan galian C yang sama.

 

Terkadang Muslimin mendapat pesanan batu koral. Muslimin pun meminta Miswan mengirim pesanan tersebut. Alih-alih mengirim batu koral, Miswan justru mengirim tanah urug. “Pengakuan dari pelapor (Muslimin), terlapor ini sudah berkali-kali melakukan hal itu. Sehingga emosi,” katanya.

 

Sumarjaya mengaku Muslimin semula menantang Miswan. Namun saat ini baru Muslimin saja yang mengadu ke polisi. “Memang posisinya dia yang menantang, dia juga posisinya saat ini sebagai pelapor. Tapi belum tentu dia menjadi korban. Rangkaian peristiwanya saat ini masih didalami oleh Polsek Seririt,” ujar Sumarjaya. (eps)

SINGARAJA– Dua orang pengemudi truk terlibat baku hantam di Jalan Raya Seririt-Busungbiu pada Rabu (24/8) malam. Salah seorang pengemudi bahkan sempat terjatuh ke jurang. Beruntung pengemudi itu berhasil dievakuasi di dasar jurang.

 

Peristiwa itu bermula saat Muslimin, 32, warga Kabupaten Jember, bertemu dengan Miswan, 42, warga Denpasar Timur. Keduanya bertemu di salah satu Galian C yang ada di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt. Keduanya sempat adu mulut di lokasi galian. Apalagi keduanya memang sudah berselisih paham. Muslimin kemudian mengemudikan truk miliknya menuju Jalan Raya Seririt-Busungbiu, tepatnya di wilayah Desa Mayong. Di sana dia menunggu Miswan.

 

Saat truk yang dikemudikan Miswan melintas, Muslimin langsung mengejarnya. Ia sempat memepet truk Miswan, hingga berhenti di dekat pertigaan menuju Desa Mayong. Lantaran sudah merasa jengkel, Muslimin turun dari truknya sambil membawa batang besi yang kerap digunakan membuka ban truk. Sebelum terjadi pemukulan, Miswan memilih menghindar. Keduanya kemudian terlibat saling gulat.

 

Dampaknya Muslimin terjatuh ke jurang sedalam kurang lebih 25 meter. Sedangkan Miswan berhasil berpegangan pada sebatang kayu di tepi jurang. Dia berhasil menyelamatkan diri.

 

Muslimin sempat terjebak di dasar jurang selama sejam lebih. Dia akhirnya berhasil diselematkan tim dari Po SAR Buleleng. Dia baru berhasil diselamatkan sekitar pukul 01.20 Kamis (25/8) dini hari.

 

Saat diselamatkan, Muslimin mengalami lecet pada bagian tangan dan tidak sadarkan diri. Dia langsung dilarikan ke RSUD Tangguwisia.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, perkelahian itu bermula salah paham antara Muslimin dan Miswan. Muslimin dan Miswan diketahui bekerja di perusahaan galian C yang sama.

 

Terkadang Muslimin mendapat pesanan batu koral. Muslimin pun meminta Miswan mengirim pesanan tersebut. Alih-alih mengirim batu koral, Miswan justru mengirim tanah urug. “Pengakuan dari pelapor (Muslimin), terlapor ini sudah berkali-kali melakukan hal itu. Sehingga emosi,” katanya.

 

Sumarjaya mengaku Muslimin semula menantang Miswan. Namun saat ini baru Muslimin saja yang mengadu ke polisi. “Memang posisinya dia yang menantang, dia juga posisinya saat ini sebagai pelapor. Tapi belum tentu dia menjadi korban. Rangkaian peristiwanya saat ini masih didalami oleh Polsek Seririt,” ujar Sumarjaya. (eps)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/