26.7 C
Jakarta
18 Juni 2024, 5:20 AM WIB

Tragedi Kanjuruhan Renggut 125 Nyawa Suporter, Kapolri Tegaskan Usut Tuntas!

TRAGEDI di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) lalu merenggut nyawa 125 suporter Arema.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa Polri akan menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tragedi tersebut.

Kapolri menekankan, timnya telah dikerahkan untuk mengusut tuntas proses penyelenggaraan, pengamanan, sekaligus investigasi atas peristiwa yang membuat 125 suporter Arema itu meninggal.

“ Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri. Terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait investigasi yang kami lakukan,” ujar Kapolri Minggu (2/10) sore saat  meninjau stadion dan rumah sakit tempat para korban dirawat.

Kapolri juga memaparkan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) langsung bekerja. Mereka akan melakukan proses identifikasi terhadap seluruh suporter yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Untuk saat ini, kata Sigit, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten kota, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa 125 suporter. Sebelumnya ada banyak versi data karena double counting atau terhitung ganda.

“Saat ini, data terakhir hasil pengecekan verifikasi Dinkes jumlahnya 125. Kami lakukan langkah-langkah lanjutan dengan tim DVI, kemudian tim penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menginvestigasi secara tuntas. Nanti hasilnya kita sampikan ke seluruh masyarakat,” papar Sigit.

Sigit menyebut, kepolisian akan melakukan pengumpulan data, fakta, dan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara atau stadion. Hal itu merupakan gerak cepat aparat dalam mengusut tuntas peristiwa tersebut. “Yang jelas kami serius dan usut tuntas tentunya. Kedepan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan yang akan didiskusikan, akan menjadi acuan dalam proses pengamanan,” tutup Sigit.

Sebagai informasi, petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC melawan Persebaya. Setelah peluit panjang ditiup ribuan suporter masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain serta ofisial.(jpg)

 

TRAGEDI di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) lalu merenggut nyawa 125 suporter Arema.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menegaskan bahwa Polri akan menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait tragedi tersebut.

Kapolri menekankan, timnya telah dikerahkan untuk mengusut tuntas proses penyelenggaraan, pengamanan, sekaligus investigasi atas peristiwa yang membuat 125 suporter Arema itu meninggal.

“ Saat ini saya telah mengajak tim dari Mabes Polri. Terdiri dari Bareskrim, Propam, Sops, Pusdokes, Inafis, Puslabfor untuk melakukan langkah-langkah terkait investigasi yang kami lakukan,” ujar Kapolri Minggu (2/10) sore saat  meninjau stadion dan rumah sakit tempat para korban dirawat.

Kapolri juga memaparkan bahwa tim Disaster Victim Identification (DVI) langsung bekerja. Mereka akan melakukan proses identifikasi terhadap seluruh suporter yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Untuk saat ini, kata Sigit, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan kabupaten kota, jumlah korban meninggal dunia akibat peristiwa 125 suporter. Sebelumnya ada banyak versi data karena double counting atau terhitung ganda.

“Saat ini, data terakhir hasil pengecekan verifikasi Dinkes jumlahnya 125. Kami lakukan langkah-langkah lanjutan dengan tim DVI, kemudian tim penyidik melakukan pendalaman lebih lanjut untuk menginvestigasi secara tuntas. Nanti hasilnya kita sampikan ke seluruh masyarakat,” papar Sigit.

Sigit menyebut, kepolisian akan melakukan pengumpulan data, fakta, dan rekaman CCTV di tempat kejadian perkara atau stadion. Hal itu merupakan gerak cepat aparat dalam mengusut tuntas peristiwa tersebut. “Yang jelas kami serius dan usut tuntas tentunya. Kedepan terkait proses penyelenggaraan dan pengamanan yang akan didiskusikan, akan menjadi acuan dalam proses pengamanan,” tutup Sigit.

Sebagai informasi, petugas menggunakan gas air mata untuk membubarkan kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan usai laga antara Arema FC melawan Persebaya. Setelah peluit panjang ditiup ribuan suporter masuk ke dalam lapangan dan mengejar pemain serta ofisial.(jpg)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/