Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
28.1 C
Jakarta
12 Juli 2024, 11:50 AM WIB

Rumput Sintetis Jadi Masalah, Teco Minta Pemain Tidak Ulangi Kesalahan

MANILA – Lapangan artifisial atau rumput sintetis sebenarnya bukan menjadi masalah berarti bagi Serdadu Tridatu.

Namun, jika melihat pertandingan terakhir di rumput artifisial tepatnya saat menghadapi Preah Khan Reach Svay Rieng FC di matchday kedua AFC Cup 2020 grup G, rasanya suporter bisa sedikit waswas.

Pasalnya, pada pertandingan, Rabu (11/3) hari ini, Bali United bakal menjajak raksasa Filipina, Ceres Negros di Rizal Memorial Stadium.

Sebagai catatan, pada saat main di lapangan artificial kontra Svay Rieng FC, pemain Bali United kerap melakukan kesalahan terutama operan di area pertahanan.

Itu sebabnya dua gol Svay Rieng FC tercipta dengan mudah dari sisi sayap pertahanan Serdadu Tridatu.

“Kami harus lebih konsentrasi lagi agar tidak salah passing. Ya kami memang tidak terbiasa latihan dan main di lapangan sintetis.

Lawan kami, sudah terbiasa karena mereka hampir setiap hari disana,” ujar Pelatih Bal United Stefano Teco Cugurra.

Dia hanya ingin agar anak asuhnya tidak sering kehilangan bola dan menurutnya, transisi dari menyerang ke bertahan yang menjadi momok dalam dua laga menghadapi Svay Rieng FC dan Persita Tangerang.

Yang terpenting, bagaimana caranya Fahmi Al-Ayyubi dan kolega bisa mencuri poin di Manila. Jika kalah, peluang mereka untuk lolos ke babak selanjutnya semakin tipis.

Tapi, Coach Teco sedikit mempermasalahkan jadwal yang cukup mepet. Tim yang berbentuk sejak tahun 2015 tersebut hanya memiliki waktu recovery penuh selama satu hari sebelum bertolak ke Manila.

“Kami harus bisa curi poin. Tapi, faktor pertandingan terlalu dekat. Setelah away Barito, kami tidak ada waktu istirahat dan langsung kesini (Manila).

Ceres (Negros) punya waktu persiapan yang lebih lama karena liga disini (Liga Filipina) belum mulai. Mereka jadi punya konsentrasi penuh di AFC,” tuturnya.

MANILA – Lapangan artifisial atau rumput sintetis sebenarnya bukan menjadi masalah berarti bagi Serdadu Tridatu.

Namun, jika melihat pertandingan terakhir di rumput artifisial tepatnya saat menghadapi Preah Khan Reach Svay Rieng FC di matchday kedua AFC Cup 2020 grup G, rasanya suporter bisa sedikit waswas.

Pasalnya, pada pertandingan, Rabu (11/3) hari ini, Bali United bakal menjajak raksasa Filipina, Ceres Negros di Rizal Memorial Stadium.

Sebagai catatan, pada saat main di lapangan artificial kontra Svay Rieng FC, pemain Bali United kerap melakukan kesalahan terutama operan di area pertahanan.

Itu sebabnya dua gol Svay Rieng FC tercipta dengan mudah dari sisi sayap pertahanan Serdadu Tridatu.

“Kami harus lebih konsentrasi lagi agar tidak salah passing. Ya kami memang tidak terbiasa latihan dan main di lapangan sintetis.

Lawan kami, sudah terbiasa karena mereka hampir setiap hari disana,” ujar Pelatih Bal United Stefano Teco Cugurra.

Dia hanya ingin agar anak asuhnya tidak sering kehilangan bola dan menurutnya, transisi dari menyerang ke bertahan yang menjadi momok dalam dua laga menghadapi Svay Rieng FC dan Persita Tangerang.

Yang terpenting, bagaimana caranya Fahmi Al-Ayyubi dan kolega bisa mencuri poin di Manila. Jika kalah, peluang mereka untuk lolos ke babak selanjutnya semakin tipis.

Tapi, Coach Teco sedikit mempermasalahkan jadwal yang cukup mepet. Tim yang berbentuk sejak tahun 2015 tersebut hanya memiliki waktu recovery penuh selama satu hari sebelum bertolak ke Manila.

“Kami harus bisa curi poin. Tapi, faktor pertandingan terlalu dekat. Setelah away Barito, kami tidak ada waktu istirahat dan langsung kesini (Manila).

Ceres (Negros) punya waktu persiapan yang lebih lama karena liga disini (Liga Filipina) belum mulai. Mereka jadi punya konsentrasi penuh di AFC,” tuturnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/