31 C
Jakarta
19 April 2024, 11:39 AM WIB

Duel Berdarah di Terminal Banyuasri, Polisi Bilang Begini, Duh Ngeri..

BANYUASRI – Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi dalam peristiwa duel berdarah di toilet umum Terminal Banyuasri.

Sampai kini polisi belum bisa memberikan kronologis rinci terkait peristiwa tersebut, gara-gara keterangan tersangka dengan korban berbeda-beda.

Alhasil polisi berupaya mendalami keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap tersangka maupun korban.

Sejauh ini keterangan tersangka Komang Sudiarta alias Dantok, 28, warga Desa Pedawa dengan korban Kadek Rudy Arsana alias Ngereng, 49, warga Kelurahan Kaliuntu, masih belum sinkron.

Menurut Kompol Ronny ada beberapa perbedaan prinsip terkait keterangan keduanya. Namun Ronny memastikan, keduanya sempat duel dan tersangka Dantok sempat melayangkan pukulan menggunakan pipa besi sepanjang 60 centimeter.

Pipa besi itu pula yang menyebabkan luka bacok pada punggung kiri korban, sekaligus luka benda tumpul pada dahi bagian kiri.

“Garis besarnya sih korban ini buang air kecil tapi tidak bayar dan pergi begitu saja. Nah tersangka menegur dan korban sempat menyerahkan uang Rp 5.000.

Namun, menurut tersangka dilakukan dengan cara yang tidak sopan. Sehingga terjadi ketersinggungan dan tersangka melakukan penganiayaan pada korban,” jelas Ronny.

Ronny mengatakan, polisi belum menemukan barang bukti senjata tajam yang diduga menggores punggung korban hingga mengalami luka terbuka cukup lebar.

Lukanya bahkan mirip dengan luka bacok senjata tajam. Polisi menduga luka itu disebabkan ujung pipa besi, yang memang cukup tajam.

“Luka goresnya itu karena besi, bukan pisau. Kami masih dalami lagi keterangan saksi-saksi. Benar nggak tersangka ini lari ke Pos LLAJ, kemudian ada aksi saling tantang lagi. Itu masih perlu kami paparkan lagi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, duel berdarah terjadi di sebuah toilet umum yang ada di Terminal Banyuasri. Tepatnya toilet umum yang ada di sisi timur laut terminal.

Akibatnya korban Kadek Rudy Arsana alias Ngereng harus menjalani perawatan di RSU Kertha Usada Singaraja karena mengalami luka robek pada bagian punggung.

Selain itu koban juga mengalami luka pada bagian dahi. Sedangkan pelaku Komang Sudiarta alias Dantok, diamankan di Mapolres Buleleng.

BANYUASRI – Polisi masih mendalami keterangan saksi-saksi dalam peristiwa duel berdarah di toilet umum Terminal Banyuasri.

Sampai kini polisi belum bisa memberikan kronologis rinci terkait peristiwa tersebut, gara-gara keterangan tersangka dengan korban berbeda-beda.

Alhasil polisi berupaya mendalami keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian. Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko mengatakan, polisi masih melakukan pemeriksaan marathon terhadap tersangka maupun korban.

Sejauh ini keterangan tersangka Komang Sudiarta alias Dantok, 28, warga Desa Pedawa dengan korban Kadek Rudy Arsana alias Ngereng, 49, warga Kelurahan Kaliuntu, masih belum sinkron.

Menurut Kompol Ronny ada beberapa perbedaan prinsip terkait keterangan keduanya. Namun Ronny memastikan, keduanya sempat duel dan tersangka Dantok sempat melayangkan pukulan menggunakan pipa besi sepanjang 60 centimeter.

Pipa besi itu pula yang menyebabkan luka bacok pada punggung kiri korban, sekaligus luka benda tumpul pada dahi bagian kiri.

“Garis besarnya sih korban ini buang air kecil tapi tidak bayar dan pergi begitu saja. Nah tersangka menegur dan korban sempat menyerahkan uang Rp 5.000.

Namun, menurut tersangka dilakukan dengan cara yang tidak sopan. Sehingga terjadi ketersinggungan dan tersangka melakukan penganiayaan pada korban,” jelas Ronny.

Ronny mengatakan, polisi belum menemukan barang bukti senjata tajam yang diduga menggores punggung korban hingga mengalami luka terbuka cukup lebar.

Lukanya bahkan mirip dengan luka bacok senjata tajam. Polisi menduga luka itu disebabkan ujung pipa besi, yang memang cukup tajam.

“Luka goresnya itu karena besi, bukan pisau. Kami masih dalami lagi keterangan saksi-saksi. Benar nggak tersangka ini lari ke Pos LLAJ, kemudian ada aksi saling tantang lagi. Itu masih perlu kami paparkan lagi,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, duel berdarah terjadi di sebuah toilet umum yang ada di Terminal Banyuasri. Tepatnya toilet umum yang ada di sisi timur laut terminal.

Akibatnya korban Kadek Rudy Arsana alias Ngereng harus menjalani perawatan di RSU Kertha Usada Singaraja karena mengalami luka robek pada bagian punggung.

Selain itu koban juga mengalami luka pada bagian dahi. Sedangkan pelaku Komang Sudiarta alias Dantok, diamankan di Mapolres Buleleng.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/