27.2 C
Jakarta
21 Juni 2024, 2:51 AM WIB

Dramatis! Suami Menghilang 2 Tahun, Ditemukan Tinggal Tulang Belulang

NEGARA – Penantian panjang keluarga I Ketut Sudarna akhirnya berakhir. Setelah dua tahun menghilang, Kamis (1/11) sekitar pukul 11.30 ditemukan.

 

Hanya saja, warga Banjar Dangin Tukadaya Desa Dangin Tukadaya, Jembrana, ini ditemukan hanya tinggal tulang belulang.

 

Kerangka tubuh suami dari Ni Wayan Suci, 58, itu ditemukan  di hutan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau tepatnya di sebelah utara Pura Pelinggih Ida Betara Lingsir Anak Agung Nyoman Kota Negara.

 

.Tulang belulang milik Sudarma ditemukan pertama kali oleh Made Wijana,43, seorang buruh rabas di hutan TNBB.

Berawal dari saksi dan beberapa buruh lain yang sedang sibuk merabas semak hutan, saksi menemukan sebongkah tengkorak.

“Awealnya saya kira itu tengkorak kera. Lalu saya bilang sama teman-teman. Setelah kami periksa ternyata tengkorak manusia,”Made Wijana.

Setelah tengkorak ditemukan mereka kemudian mencari tulang belulang yang lainya. Akhirnya disekitar lokasi ditemukan tengkorak itu ditemukan tulang paha dan tulang paha.

Kemudian ditemukan ponsel samsung, sandql dan STNK sepeda motor Honda Supra Fit DK 4699 WO atas nama Kadek Wiarmita warga banjar/desa Dangin Tukadaya, Jembrana.

“Lokasi antara temgkorak dan tulang lainya itu cukup berjauhan. Mungkin dulu mayatnya dimakan biawak atau binatang lainya,”ujarnya.

Tengkorak dan tulang belulang, STNK, Ponsel dan sandal tersebut kemudian mereka kumpulkan menjadi satu dan ditaruh dibawah pohon.  

Kartu seluler didalam ponsel itu juga semnpat dibuka dan dimasukan kedalam ponsel salah satu dari mereka dan terbana ada SMS masuk tahun 2016 dari sesorang yang menanyakan BPKB.

Wijana sempat memfoto lalu mengunggah di akun facebook nya.

Selain itu juga dilaporkan ke polisi. Setelah mendapat laporan anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk kemudian ke lokasi. Dari pemgecekan terhadap STNK yang ditemukan ke Samsat, terakhir diperpanjang atau bayar pajak tahun 2016.

Tim Inafis Polres Jembrana dan petugas medis Puskesma Gilimanuk kemudian datang dan melakukan olah TKP dan Identifikasi.

Dilokasi ditemukan tengkorak,  tulang rahang,  dua  bagian tulang paha,  satu tulang tangan, Ponsel Samsung warna hitam dan dompet warna hitam yang berisi kartu JKBM atas nama I Ketut Sudarna.

“Dari hasil olah TKP dan identifikasi tidak bisa disimpulkan kapan meninggalnya, apa penyebabnya dan siapa identinasnya karena tidak ditemukan identitas dan pakaiannya,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa.

Beruntung informasi penemuan tengkorak dan tulang belulang serta ponsel dan STNK itu dengan cepat menyebar.

Akhirnya ada pihak keluarga yang mengenali kalau tengkorang dan tulang-belulang itu adalah I Ketut Sudarna setelah mengecek tengkorak dan tulang belulang serta STNK dan ponsel di Polsek Kawasan laut Gilimanuk.

“Kami yakin kalau tengkorang dan tulang-tulang itu adalah ayah saya dari data di STNK dan Ponsel merk Samsung kecil yang ditemukan tersebut,” ujar I Gede Widiarsana, anak pertama Sudarna.

Menurut Widiarsana, keyakinan itu muncul dari atas nama di STNK itu yakni Kadek Wiarmita alias Lara Jaya yang tidak lain adalah adik kandungnya.

Sepeda motor Honda Supra Fit warna biru hitam itu memang atas nama adiknya yang diberikan kepada ayahnya. “Saat ayah saya pergi ponsel dan STNK itu memang dibawa.

Sepeda motornya masih ada dirumah sampai sekarang, sempat mau dijual tetapi kami tidak berikan,” jelasnya. 

NEGARA – Penantian panjang keluarga I Ketut Sudarna akhirnya berakhir. Setelah dua tahun menghilang, Kamis (1/11) sekitar pukul 11.30 ditemukan.

 

Hanya saja, warga Banjar Dangin Tukadaya Desa Dangin Tukadaya, Jembrana, ini ditemukan hanya tinggal tulang belulang.

 

Kerangka tubuh suami dari Ni Wayan Suci, 58, itu ditemukan  di hutan kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) atau tepatnya di sebelah utara Pura Pelinggih Ida Betara Lingsir Anak Agung Nyoman Kota Negara.

 

.Tulang belulang milik Sudarma ditemukan pertama kali oleh Made Wijana,43, seorang buruh rabas di hutan TNBB.

Berawal dari saksi dan beberapa buruh lain yang sedang sibuk merabas semak hutan, saksi menemukan sebongkah tengkorak.

“Awealnya saya kira itu tengkorak kera. Lalu saya bilang sama teman-teman. Setelah kami periksa ternyata tengkorak manusia,”Made Wijana.

Setelah tengkorak ditemukan mereka kemudian mencari tulang belulang yang lainya. Akhirnya disekitar lokasi ditemukan tengkorak itu ditemukan tulang paha dan tulang paha.

Kemudian ditemukan ponsel samsung, sandql dan STNK sepeda motor Honda Supra Fit DK 4699 WO atas nama Kadek Wiarmita warga banjar/desa Dangin Tukadaya, Jembrana.

“Lokasi antara temgkorak dan tulang lainya itu cukup berjauhan. Mungkin dulu mayatnya dimakan biawak atau binatang lainya,”ujarnya.

Tengkorak dan tulang belulang, STNK, Ponsel dan sandal tersebut kemudian mereka kumpulkan menjadi satu dan ditaruh dibawah pohon.  

Kartu seluler didalam ponsel itu juga semnpat dibuka dan dimasukan kedalam ponsel salah satu dari mereka dan terbana ada SMS masuk tahun 2016 dari sesorang yang menanyakan BPKB.

Wijana sempat memfoto lalu mengunggah di akun facebook nya.

Selain itu juga dilaporkan ke polisi. Setelah mendapat laporan anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk kemudian ke lokasi. Dari pemgecekan terhadap STNK yang ditemukan ke Samsat, terakhir diperpanjang atau bayar pajak tahun 2016.

Tim Inafis Polres Jembrana dan petugas medis Puskesma Gilimanuk kemudian datang dan melakukan olah TKP dan Identifikasi.

Dilokasi ditemukan tengkorak,  tulang rahang,  dua  bagian tulang paha,  satu tulang tangan, Ponsel Samsung warna hitam dan dompet warna hitam yang berisi kartu JKBM atas nama I Ketut Sudarna.

“Dari hasil olah TKP dan identifikasi tidak bisa disimpulkan kapan meninggalnya, apa penyebabnya dan siapa identinasnya karena tidak ditemukan identitas dan pakaiannya,” ujar Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa.

Beruntung informasi penemuan tengkorak dan tulang belulang serta ponsel dan STNK itu dengan cepat menyebar.

Akhirnya ada pihak keluarga yang mengenali kalau tengkorang dan tulang-belulang itu adalah I Ketut Sudarna setelah mengecek tengkorak dan tulang belulang serta STNK dan ponsel di Polsek Kawasan laut Gilimanuk.

“Kami yakin kalau tengkorang dan tulang-tulang itu adalah ayah saya dari data di STNK dan Ponsel merk Samsung kecil yang ditemukan tersebut,” ujar I Gede Widiarsana, anak pertama Sudarna.

Menurut Widiarsana, keyakinan itu muncul dari atas nama di STNK itu yakni Kadek Wiarmita alias Lara Jaya yang tidak lain adalah adik kandungnya.

Sepeda motor Honda Supra Fit warna biru hitam itu memang atas nama adiknya yang diberikan kepada ayahnya. “Saat ayah saya pergi ponsel dan STNK itu memang dibawa.

Sepeda motornya masih ada dirumah sampai sekarang, sempat mau dijual tetapi kami tidak berikan,” jelasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/