Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 6:07 AM WIB

Pandemi Covid-19, Bupati PAS Geser Posisi Kadinsos & Dirut RS Buleleng

SINGARAJA – Baru sebulan lalu melakukan mutasi pejabat, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) kembali melakukan rotasi jabatan. Mutasi jabatan itu dilangsungkan di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/7).

Tercatat ada 12 pejabat yang digeser. Sebanyak 4 orang diantaranya merupakan pejabat eselon II setingkat kepala dinas. Sementara 8 orang lainnya merupakan pejabat eselon III setingkat camat dan kepala bidang.

Pejabat tingkat eselon II yang digeser diantaranya Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana. Ia digeser ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Buleleng.

Selain itu Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa juga digeser ke Dinas Perhubungan Buleleng. Alhasil kini ada tiga jabatan tingkat eselon II yang kosong.

Ketiganya yakni posisi kepala di Dinas Sosial Buleleng, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, dan Dirut RSUD Buleleng. Rencananya ketiga posisi itu akan dilelang mulai Kamis (16/7) hari ini.

Pergeseran posisi Dirut RSUD Buleleng dan Dinsos Buleleng sebenarnya cukup mengejutkan di masa pandemi ini.

Sebab posisi Dirut RSUD sangat berkaitan dengan perawatan pasien terkonfirmasi positif covid. Sementara posisi Dinsos merupakan motor penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pergeseran tidak berkaitan dengan pandemi. “Kalau pandemi (perawatan pasien) kan sudah di Giri Emas. Nggak ada persoalan dengan itu.

Jadi gini, (jabatan itu) harus ada refresh, karena beliau sudah 7 tahun di RSUD. Kan tiap 5 tahun ada evaluasi. Kita refresh. Nanti saya harap ada yang bisa membuat strukturnya lebih berkinerja dengan lebih cepat,” kata Agus usai mutasi.

Untuk sementara, posisi dirut dikosongkan. Agus menunjuk Asisten Tata Pemerintahan Putu Karuna sebagai pelaksana tugas di posisi tersebut.

Agus mengaku penunjukan pelaksana tugas dari kalangan non medis, untuk menjaga proses assessment agar tetap netral.

“Siapa tahu nanti wakil direkturnya ikut assessment. Biar netral. Kalau bisa sebulan ini sudah ada definitif semua. Karena ini terkait pelayanan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan, pihaknya segera menyiapkan pengumuman proses seleksi. Rencananya pengumuman seleksi sudah disampaikan secara terbuka sejak hari ini.

Sekadar diketahui, selain posisi Dirut RSUD Buleleng dan Dinsos Buleleng yang digeser, ada pula beberapa posisi yang ikut digeser.

Diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang kini diisi Agus Jaya Sumpena, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran yang diisi Made Subur.

Selain itu posisi Camat Sukasada kini diisi oleh I Gusti Ngurah Suradnyana, sedangkan posisi Camat Sawan diisi oleh I Gusti Ngurah Mastika. 

SINGARAJA – Baru sebulan lalu melakukan mutasi pejabat, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) kembali melakukan rotasi jabatan. Mutasi jabatan itu dilangsungkan di Lobi Atiti Wisma Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/7).

Tercatat ada 12 pejabat yang digeser. Sebanyak 4 orang diantaranya merupakan pejabat eselon II setingkat kepala dinas. Sementara 8 orang lainnya merupakan pejabat eselon III setingkat camat dan kepala bidang.

Pejabat tingkat eselon II yang digeser diantaranya Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana. Ia digeser ke Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Buleleng.

Selain itu Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Sandhiyasa juga digeser ke Dinas Perhubungan Buleleng. Alhasil kini ada tiga jabatan tingkat eselon II yang kosong.

Ketiganya yakni posisi kepala di Dinas Sosial Buleleng, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng, dan Dirut RSUD Buleleng. Rencananya ketiga posisi itu akan dilelang mulai Kamis (16/7) hari ini.

Pergeseran posisi Dirut RSUD Buleleng dan Dinsos Buleleng sebenarnya cukup mengejutkan di masa pandemi ini.

Sebab posisi Dirut RSUD sangat berkaitan dengan perawatan pasien terkonfirmasi positif covid. Sementara posisi Dinsos merupakan motor penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi warga terdampak.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan, pergeseran tidak berkaitan dengan pandemi. “Kalau pandemi (perawatan pasien) kan sudah di Giri Emas. Nggak ada persoalan dengan itu.

Jadi gini, (jabatan itu) harus ada refresh, karena beliau sudah 7 tahun di RSUD. Kan tiap 5 tahun ada evaluasi. Kita refresh. Nanti saya harap ada yang bisa membuat strukturnya lebih berkinerja dengan lebih cepat,” kata Agus usai mutasi.

Untuk sementara, posisi dirut dikosongkan. Agus menunjuk Asisten Tata Pemerintahan Putu Karuna sebagai pelaksana tugas di posisi tersebut.

Agus mengaku penunjukan pelaksana tugas dari kalangan non medis, untuk menjaga proses assessment agar tetap netral.

“Siapa tahu nanti wakil direkturnya ikut assessment. Biar netral. Kalau bisa sebulan ini sudah ada definitif semua. Karena ini terkait pelayanan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan, pihaknya segera menyiapkan pengumuman proses seleksi. Rencananya pengumuman seleksi sudah disampaikan secara terbuka sejak hari ini.

Sekadar diketahui, selain posisi Dirut RSUD Buleleng dan Dinsos Buleleng yang digeser, ada pula beberapa posisi yang ikut digeser.

Diantaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) yang kini diisi Agus Jaya Sumpena, dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran yang diisi Made Subur.

Selain itu posisi Camat Sukasada kini diisi oleh I Gusti Ngurah Suradnyana, sedangkan posisi Camat Sawan diisi oleh I Gusti Ngurah Mastika. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/