Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.3 C
Jakarta
14 Juli 2024, 23:15 PM WIB

Warga Probolinggo dan Situbondo Terseret Arus, Satu Selamat, Satu Hilang

TABANAN – Pria asal Probolinggo dan Situbondo Jawa Timur tewas setelah terseret arus di Pantai Batu Tampih Kawan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, Minggu (25/9). Qutsi Amirulah, 22 dan Riski, 21, terseret arus laut saat hendak mandi di pantai.

Beruntung Qutsi yang terseret arus laut berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat yang sedangkan melaut. Sementara Riski masih dalam proses pencarian oleh tim SAR hingga malam hari.

Dari informasi yang  dihimpun Jawa Pos Radar Bali  di lapangan menyebutkan peristiwa dua korban yang terseret arus laut terjadi sekitar pukul 17:00. Bermula dari kedua korban Qutsi dan Rizki dan rekan Muhamad Afrizal yang usai bekerja di proyek Ciputra yang berlokasi di Banjar Dinas Batu Tampih Desa Pangkung Tibah, Kediri.

Kedua korban berencana mandi di pantai, namun sebelumnya kedua korban bersama rekan sempat makan sore terlebih dulu. Usai makan, Riski, Qutsi bersama Afrizal langsung menuju ke Pantai Batu Tampih, Kediri,  dengan menggunakan dua sepeda motor.

Sesampai di pantai Qutsi dan Rizki langsung mandi, sedangkan Ahmad menunggu di pinggir pantai dengan jarak sekitar 20 meter.Sekitar pukul 18:00 saksi melihat kedua temannya yang sedang mandi terseret ke tengah laut seketika langsung digulung ombak besar.

Melihat Qutzi dan Riski yang tergulung ombak saksi Afrizal langsung berenang ke pinggir untuk meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.

Dua orang korban terombang-ambing di tengah laut beberapa menit kemudian korban Qutsi dapat ditolong oleh nelayan Kelompok Nelayan Yeh Gangga yang sedang melaut. Sementara Riski tidak berhasil diselamatkan.

 

Terkait peristiwa itu Kepala BPBD Tabanan Nyoman Srinadha Giri yang berada di lokasi kejadian membenarkan peristiwa itu. “Satu korban bernama Qutsi berhasil diselamatkan sementara korban Riski hingga saat ini masih dalam pencarian oleh pihak Basarnas Denpasar dan dibantu oleh masyarakat sekitar,” ujar  Giri dihubungi Minggu malam.

Giri menjelaskan kedua korban ini terseret arus laut saat mandi.Sebelum kedua korban terseret arus sempat rekannya Afrizal berusaha menolong dengan berusaha memegang tangannya korban. Sayangnya arus laut yang deras membuat pegangan terlepas. Sehingga membuat kedua korban terseret arus.

“ Basarnas, BPBD, Polair Polres Tabanan masih di lokasi mencari keberadaan korban Rizki yang hilang belum ditemukan,” tandasnya. (uli)

 

TABANAN – Pria asal Probolinggo dan Situbondo Jawa Timur tewas setelah terseret arus di Pantai Batu Tampih Kawan, Desa Pangkung Tibah, Kediri, Tabanan, Minggu (25/9). Qutsi Amirulah, 22 dan Riski, 21, terseret arus laut saat hendak mandi di pantai.

Beruntung Qutsi yang terseret arus laut berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat yang sedangkan melaut. Sementara Riski masih dalam proses pencarian oleh tim SAR hingga malam hari.

Dari informasi yang  dihimpun Jawa Pos Radar Bali  di lapangan menyebutkan peristiwa dua korban yang terseret arus laut terjadi sekitar pukul 17:00. Bermula dari kedua korban Qutsi dan Rizki dan rekan Muhamad Afrizal yang usai bekerja di proyek Ciputra yang berlokasi di Banjar Dinas Batu Tampih Desa Pangkung Tibah, Kediri.

Kedua korban berencana mandi di pantai, namun sebelumnya kedua korban bersama rekan sempat makan sore terlebih dulu. Usai makan, Riski, Qutsi bersama Afrizal langsung menuju ke Pantai Batu Tampih, Kediri,  dengan menggunakan dua sepeda motor.

Sesampai di pantai Qutsi dan Rizki langsung mandi, sedangkan Ahmad menunggu di pinggir pantai dengan jarak sekitar 20 meter.Sekitar pukul 18:00 saksi melihat kedua temannya yang sedang mandi terseret ke tengah laut seketika langsung digulung ombak besar.

Melihat Qutzi dan Riski yang tergulung ombak saksi Afrizal langsung berenang ke pinggir untuk meminta bantuan kepada masyarakat sekitar.

Dua orang korban terombang-ambing di tengah laut beberapa menit kemudian korban Qutsi dapat ditolong oleh nelayan Kelompok Nelayan Yeh Gangga yang sedang melaut. Sementara Riski tidak berhasil diselamatkan.

 

Terkait peristiwa itu Kepala BPBD Tabanan Nyoman Srinadha Giri yang berada di lokasi kejadian membenarkan peristiwa itu. “Satu korban bernama Qutsi berhasil diselamatkan sementara korban Riski hingga saat ini masih dalam pencarian oleh pihak Basarnas Denpasar dan dibantu oleh masyarakat sekitar,” ujar  Giri dihubungi Minggu malam.

Giri menjelaskan kedua korban ini terseret arus laut saat mandi.Sebelum kedua korban terseret arus sempat rekannya Afrizal berusaha menolong dengan berusaha memegang tangannya korban. Sayangnya arus laut yang deras membuat pegangan terlepas. Sehingga membuat kedua korban terseret arus.

“ Basarnas, BPBD, Polair Polres Tabanan masih di lokasi mencari keberadaan korban Rizki yang hilang belum ditemukan,” tandasnya. (uli)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/