31 C
Jakarta
19 April 2024, 12:14 PM WIB

Baliho Babi Guling Dijalur G20 Diberangus, Senator AWK Ngamuk, Ini Tudingannya

DENPASAR – Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Arya Weda Karna (AWK) langsung bereaksi keras menyusul viralnya spanduk dan baliho babi guling yang diberangus, terutama di jalur-jalur yang dilewati oleh peserta G20.

Sebagaimana pernyataannya di media sosial, Arya Weda mengatakan pihaknya mendukung pemerintah untuk merapikan kota untuk melakukaN PPKM di tiga kecamatan di Bali selatan, selama G20. “Karena bagaimana pun juga, keselamatan dan keamanan delegasi dunia, penguasa delapan puluh persen ekonomi dua ini di Pulau Dewata, pulau seribu pura  harus kita jaga Bersama, setidaknya dari sudut pandang keselamatan dan keamanan,” katanya.

Ia pun meminta permakluman kepada masyarakat dan pemerintah diminta hanya dua hari saja. Sedangkan untuk pencopotan spanduk Babi guling, bagi Arya Weda Karna mengatakan Ia tidak percaya kalua hal tersebut merupakan intruksi dari pemerintah pusat. “Saya yakin itu tidak ada intruksi dari bapak Presiden Jokowi yang menang 92 persen di Bali, Bapak Jokowi yang dicintai oleh umat Hindu, sepertinya tidak ada intruksi seperti begitu,” ujarnya.

Begitu juga dari pihak DPD RI, yang harus mengubah apapun sumber kehidupan masyarakat yang dimana banyak masyarakat Badung yang berjualan dari Babi guling. Tidak ada larangan sama sekali. “Tiang curiganya, ini ada dua kemungkinan. Pertama, ada pejabat di pusat yang selama ini, oknum-oknum pejabat ini yang memang track recordnya anti terhadap Bali. Kalau bisa dibilang, mereka tidak suka, dan saya tau pejabat-pejabat itu siapa,” ujarnya.

Kedua, kemungkinannya adalah ada pejabat local di Bali yang ingin cari muka dengan pejabat pusat. “Ini yang berbahaya. Jadi tampilkanlah Bali apa adanya. Pejabat luar itu tahu kalua Bali ini satu-satunya pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, yang pemakan atau penggemar Babi Guling,” ujarnya.

Baginya G20 ini merupakan Lembaga keuangan yang tidak ada urusan dengan agama ataupun suatu kelompok. Untuk itu, Arya Weda Karna akan mengirmkan surat protes terhadap panjtia G20. “Kalau ada yang minta syarat-syarat aneh-aneh untuk Bali, tolak saja,” ujarnya.

Untuk itu, penurunan terhadap spanduk Babi Guling membuatnya tersinggung, apalagi dilakukan oleh semeton Bali. “Stop pemberangusan warung-warung babi guling,” tegasnya. (ara/rid)

 

DENPASAR – Anggota DPD RI Perwakilan Bali, Arya Weda Karna (AWK) langsung bereaksi keras menyusul viralnya spanduk dan baliho babi guling yang diberangus, terutama di jalur-jalur yang dilewati oleh peserta G20.

Sebagaimana pernyataannya di media sosial, Arya Weda mengatakan pihaknya mendukung pemerintah untuk merapikan kota untuk melakukaN PPKM di tiga kecamatan di Bali selatan, selama G20. “Karena bagaimana pun juga, keselamatan dan keamanan delegasi dunia, penguasa delapan puluh persen ekonomi dua ini di Pulau Dewata, pulau seribu pura  harus kita jaga Bersama, setidaknya dari sudut pandang keselamatan dan keamanan,” katanya.

Ia pun meminta permakluman kepada masyarakat dan pemerintah diminta hanya dua hari saja. Sedangkan untuk pencopotan spanduk Babi guling, bagi Arya Weda Karna mengatakan Ia tidak percaya kalua hal tersebut merupakan intruksi dari pemerintah pusat. “Saya yakin itu tidak ada intruksi dari bapak Presiden Jokowi yang menang 92 persen di Bali, Bapak Jokowi yang dicintai oleh umat Hindu, sepertinya tidak ada intruksi seperti begitu,” ujarnya.

Begitu juga dari pihak DPD RI, yang harus mengubah apapun sumber kehidupan masyarakat yang dimana banyak masyarakat Badung yang berjualan dari Babi guling. Tidak ada larangan sama sekali. “Tiang curiganya, ini ada dua kemungkinan. Pertama, ada pejabat di pusat yang selama ini, oknum-oknum pejabat ini yang memang track recordnya anti terhadap Bali. Kalau bisa dibilang, mereka tidak suka, dan saya tau pejabat-pejabat itu siapa,” ujarnya.

Kedua, kemungkinannya adalah ada pejabat local di Bali yang ingin cari muka dengan pejabat pusat. “Ini yang berbahaya. Jadi tampilkanlah Bali apa adanya. Pejabat luar itu tahu kalua Bali ini satu-satunya pulau yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, yang pemakan atau penggemar Babi Guling,” ujarnya.

Baginya G20 ini merupakan Lembaga keuangan yang tidak ada urusan dengan agama ataupun suatu kelompok. Untuk itu, Arya Weda Karna akan mengirmkan surat protes terhadap panjtia G20. “Kalau ada yang minta syarat-syarat aneh-aneh untuk Bali, tolak saja,” ujarnya.

Untuk itu, penurunan terhadap spanduk Babi Guling membuatnya tersinggung, apalagi dilakukan oleh semeton Bali. “Stop pemberangusan warung-warung babi guling,” tegasnya. (ara/rid)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/