26.7 C
Jakarta
25 Mei 2024, 5:58 AM WIB

Erupsi Gunung Agung, Masyarakat di Lereng Gunung Dilatih Siaga

AMLAPURA– Erupsi Gunung Agung pada Tahun 2017-2018 lalu menjadi pengalaman berharga dalam kesiagaan bencana bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung. Untuk meningkatkan kewaspadaan, masyarakat lereng gunung dilatih siaga saat menghadapi ancaman erupsi.

Sabtu lalu (29/10), BPBD yang bekerjasama dengan BNPB menggelar Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Api, yang dilaksanakan di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. “Kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran menghadapi erupsi,” kata Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.

Melalui simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sigap tanggap sehingga aman bila bencana terjadi. “Nantinya kalau terjadi erupsi Gunung Agung, kapan waktunya kita tidak tau, karena sudah menjadi kehendak alam, masyarakat sudah siap, tidak panik dan sigap,” terang Artha Dipa.

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi menyampaikan, kegiatan gladi ini juga melibatkan unsur relawan dari Desa Besakih. Dia menambahkan, gladi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk mengenali akan tanda-tanda terjadinya bencana erupsi. “Bisa sebagai peringatan dini kepada masyarakat untuk mengambil langkah penyelamatan diri dan evakuasi keluarga secara mandiri ke lokasi yang aman,” tuturnya.

Ketika masyarakat siaga dan sadar akan ancaman bencana sejak dini, lanjutnya, bisa mengurangi risiko bahaya dan jatuhnya korban jiwa saat terjadi erupsi. “Ketika sudah terbangun kesadaran, masyarakat tahu apa yang dilakukan,” tandasnya. (zul)

AMLAPURA– Erupsi Gunung Agung pada Tahun 2017-2018 lalu menjadi pengalaman berharga dalam kesiagaan bencana bagi masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Agung. Untuk meningkatkan kewaspadaan, masyarakat lereng gunung dilatih siaga saat menghadapi ancaman erupsi.

Sabtu lalu (29/10), BPBD yang bekerjasama dengan BNPB menggelar Gladi Peringatan Dini Bencana Erupsi Gunung Api, yang dilaksanakan di Banjar Dinas Pucang, Desa Ban, Kecamatan Kubu. “Kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kesadaran menghadapi erupsi,” kata Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa.

Melalui simulasi ini, diharapkan dapat menjadikan masyarakat lebih sigap tanggap sehingga aman bila bencana terjadi. “Nantinya kalau terjadi erupsi Gunung Agung, kapan waktunya kita tidak tau, karena sudah menjadi kehendak alam, masyarakat sudah siap, tidak panik dan sigap,” terang Artha Dipa.

Sementara itu, Deputi Pencegahan BNPB, Prasinta Dewi menyampaikan, kegiatan gladi ini juga melibatkan unsur relawan dari Desa Besakih. Dia menambahkan, gladi ini sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat termasuk mengenali akan tanda-tanda terjadinya bencana erupsi. “Bisa sebagai peringatan dini kepada masyarakat untuk mengambil langkah penyelamatan diri dan evakuasi keluarga secara mandiri ke lokasi yang aman,” tuturnya.

Ketika masyarakat siaga dan sadar akan ancaman bencana sejak dini, lanjutnya, bisa mengurangi risiko bahaya dan jatuhnya korban jiwa saat terjadi erupsi. “Ketika sudah terbangun kesadaran, masyarakat tahu apa yang dilakukan,” tandasnya. (zul)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/