Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
28.2 C
Jakarta
23 Juli 2024, 2:54 AM WIB

Sebelum Tewas Karena Cewek, Ini Isi Surat Cinta Korban untuk Kekasih

AMLAPURA – Frustasi karena cinta membuat seorang pemuda 20 tahun asal Banjar Cangwang, Desa Bunutan, Abang, Karangasem, I Komang Sumadi, mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Korban nekat mengakhiri hidup di tiang gantungan kemarin. Yang bikin trenyuh, korban meninggalkan surat yang ditujukan kepada sang pacar dan orangtuanya.

“Karena putus cinta. Dari hasil chat di handpone korban juga ditemukan komunikasi terakhir dengan pacarnya,” kata Kapolsek Abang AKP I Putu Agus Adi Wijaya kemarin.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan surat yang ditulis tangan oleh korban sebelum melakukan aksi gantung diri.

Surat tersebut ditujukan untuk orang tua dan sang pacar. Isi dari tulisan tersebut yakni korban memilih gantung diri bukan lantaran kecewa kepada orang tua namun karena frustasi dan sakit hati.

Dalam surat itu, korban meminta ketika sudah meninggal, orang tuanya diminta menanyakan alasan dirinya gantung diri kepada pacarnya.

“Tanyakan saja pada pacar saya. Cari namanya di FB Mank Eni,” tulis Sumadi seperti yang ditirukan Kapolsek Abang AKP I Putu Agus Adi Wijaya.

Selain itu, ketika dirinya sudah tidak ada di dunia, korban berharap agar Mank Eni datang ke rumahnya untuk terakhir kalinya melihat jasadnya.

“Kalau saya sudah nggak ada, saya berharap kamu datang ke sini (rumah) untuk yang terakhir kalinya,” ucapnya dalam surat yang ia tulis di kertas folio.

Disinggung apakah aparat kepolisian akan menggali keterangan dari pacar korban, AKP Adi Wijaya mengaku masih akan melakukan pengembangan. “Mungkin nanti ya. Tapi, keluarga sudah menerima dengan ikhlas,” tandasnya.

Kematian tragis I Komang Sumadi diketahui pertama kali adik korban, Ni Luh Putu Wulandari, 16, sekitar pukul 04.00 Jumat pagi (16/4) saat memasuki kamar korban.

Luh Putu Wulandari kaget melihat kakaknya tersebut sudah dalam posisi gantung diri menggunakan selendang yang disimpulkan pada kayu.

“Karena syok, adiknya ini langsung memberitahu ibunya,” ujarnya. Melihat kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Bunutan untuk kemudian dilakukan olah TKP.

“Kami lakukan olah TKP, dari hasil pemeriksaan luar tidak ada luka lebam, ataupun keluar sperma,” terang Adi Wijaya. 

AMLAPURA – Frustasi karena cinta membuat seorang pemuda 20 tahun asal Banjar Cangwang, Desa Bunutan, Abang, Karangasem, I Komang Sumadi, mengakhiri hidupnya dengan tragis.

Korban nekat mengakhiri hidup di tiang gantungan kemarin. Yang bikin trenyuh, korban meninggalkan surat yang ditujukan kepada sang pacar dan orangtuanya.

“Karena putus cinta. Dari hasil chat di handpone korban juga ditemukan komunikasi terakhir dengan pacarnya,” kata Kapolsek Abang AKP I Putu Agus Adi Wijaya kemarin.

Dugaan ini diperkuat dengan temuan surat yang ditulis tangan oleh korban sebelum melakukan aksi gantung diri.

Surat tersebut ditujukan untuk orang tua dan sang pacar. Isi dari tulisan tersebut yakni korban memilih gantung diri bukan lantaran kecewa kepada orang tua namun karena frustasi dan sakit hati.

Dalam surat itu, korban meminta ketika sudah meninggal, orang tuanya diminta menanyakan alasan dirinya gantung diri kepada pacarnya.

“Tanyakan saja pada pacar saya. Cari namanya di FB Mank Eni,” tulis Sumadi seperti yang ditirukan Kapolsek Abang AKP I Putu Agus Adi Wijaya.

Selain itu, ketika dirinya sudah tidak ada di dunia, korban berharap agar Mank Eni datang ke rumahnya untuk terakhir kalinya melihat jasadnya.

“Kalau saya sudah nggak ada, saya berharap kamu datang ke sini (rumah) untuk yang terakhir kalinya,” ucapnya dalam surat yang ia tulis di kertas folio.

Disinggung apakah aparat kepolisian akan menggali keterangan dari pacar korban, AKP Adi Wijaya mengaku masih akan melakukan pengembangan. “Mungkin nanti ya. Tapi, keluarga sudah menerima dengan ikhlas,” tandasnya.

Kematian tragis I Komang Sumadi diketahui pertama kali adik korban, Ni Luh Putu Wulandari, 16, sekitar pukul 04.00 Jumat pagi (16/4) saat memasuki kamar korban.

Luh Putu Wulandari kaget melihat kakaknya tersebut sudah dalam posisi gantung diri menggunakan selendang yang disimpulkan pada kayu.

“Karena syok, adiknya ini langsung memberitahu ibunya,” ujarnya. Melihat kejadian tersebut, pihak keluarga langsung melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Desa Bunutan untuk kemudian dilakukan olah TKP.

“Kami lakukan olah TKP, dari hasil pemeriksaan luar tidak ada luka lebam, ataupun keluar sperma,” terang Adi Wijaya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/