30.2 C
Jakarta
21 Mei 2024, 23:24 PM WIB

KPU Jembrana Kecolongan Masukkan WN Swiss Ke DPT, Ini Warning Bawaslu

NEGARA-Keteledoran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana memasukkan Beat Thomas Buehler Warga Negara Asing asal Swiss ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana “marah”.

Terlebih dengan temuan baru jika WN Swiss tersebut ternyata terdaftar dalam DPT sejak Pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 lalu, Bawaslu Jembrana pun memberikan warning keras terhadap KPU Jembrana.

Seperti disampaikan Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan. Dikonfirmasi, Sabtu (9/3) ia menegaskan, jika atas temuan penelusuran WNA yang masuk dalam DPT tersebut harus disikapi serius oleh KPU Jembrana.

Selain minta serius, pihaknya juga menyarankan agar KPU Jembrana tidak memberikan pemberitahuan untuk memilih atau C6 agar tidak memilih. “Kami akan mengawal dan akan terus melakukan penyisiran potensi-potensi lainnya,” jelasnya.

Selain itu, terkait keputusan KPU Jembrana jika akan mencoret WNA tersebut, Bawaslu juga menghimbau kepada KPU agar pencoretan dilakukan dengan teliti yang didasarkan pada aturan perundang-undangan.

“Tentu ke depan kami juga berharap tidak ada lagi WNA yang masuk DPT seperti Beat Thomas Buehler, WNA asal Swiss ini,”tukasnya. 

NEGARA-Keteledoran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana memasukkan Beat Thomas Buehler Warga Negara Asing asal Swiss ke dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019 membuat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana “marah”.

Terlebih dengan temuan baru jika WN Swiss tersebut ternyata terdaftar dalam DPT sejak Pemilihan gubernur (Pilgub) 2018 lalu, Bawaslu Jembrana pun memberikan warning keras terhadap KPU Jembrana.

Seperti disampaikan Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan. Dikonfirmasi, Sabtu (9/3) ia menegaskan, jika atas temuan penelusuran WNA yang masuk dalam DPT tersebut harus disikapi serius oleh KPU Jembrana.

Selain minta serius, pihaknya juga menyarankan agar KPU Jembrana tidak memberikan pemberitahuan untuk memilih atau C6 agar tidak memilih. “Kami akan mengawal dan akan terus melakukan penyisiran potensi-potensi lainnya,” jelasnya.

Selain itu, terkait keputusan KPU Jembrana jika akan mencoret WNA tersebut, Bawaslu juga menghimbau kepada KPU agar pencoretan dilakukan dengan teliti yang didasarkan pada aturan perundang-undangan.

“Tentu ke depan kami juga berharap tidak ada lagi WNA yang masuk DPT seperti Beat Thomas Buehler, WNA asal Swiss ini,”tukasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/