26.7 C
Jakarta
17 Juni 2024, 7:00 AM WIB

Tiga Toko dan Mobil Terbakar, Warga Bunyikan Kulkul Bulus

GIANYAR – Kebakaran hebat menimpa tiga toko di Jalan Raya Tegallalang, Banjar Triwangsa, Desa/Kecamatan Tegallalang, Selasa (14/6) pukul 02.30. Toko yang menjual resin atau bahan kimia beserta bengkel yang terparkir satu unit mobil gosong. Kerugian total mencapai Rp 600 juta.

 

Menurut informasi yang dihimpun, tiga toko tersebut disewa oleh dua orang. Sugeng Harianto menyewa dua toko ukuran 8 x 5 meter dan ukuran 3 x 4 meter. Barang di gudang resin itu hangus tidak tersisa dengan kerugian Rp 300 juta.

 

Toko lainnya yang difungsikan bengkel las yang disewa Imam Ashari berukuran 11 x 5 meter ikut ludes. Di dalam bengkel las terdapat alat bengkel dan satu unit mobil Daihatsu Grand Max DK 9796 KZ. Kerugian bengkel las diperkirakan Rp 300 juta. Sehingga total kerugian mencapai Rp 600 juta.

 

Kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui oleh pemilik lahan, Dewa Gede Ngurah Ardana yang sedang beristirahat. Dia mendengar suara percikan krepet-krepet. Setelah dicek, dia melihat percikan api berasal dari ruko perajin resin yang dikontrak oleh Sugeng Herianto.

 

Karena jarak rumah tinggal dengan gudang sekitar 20 meter, dia berinisiatif membangunkan anggota keluarga lain untuk menyelamatkan diri. Warga lain juga terbangun karena mendengar suara ledakan sebanyak dua kali dari dalam ruko resin.

 

Dengan cepat api merembet ke bengkel las milik Imam Ashari. Warga juga membunyikan kentongan kulkul bulus. Dengan maksud memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat untuk ikut membantu memadamkan api. Selanjutnya, Sekretaris Desa Tegallalang menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar pukul 03.00. Menerima panggilan, 5 unit Damkar Gianyar meluncur dan tiba di lokasi kebakaran, langsung memadamkan api yang masih menyala.

 

Petugas berjibaku memadamkan api sekitar 1,5 jam. Sekitar pukul 04.30 api dapat dipadamkan.

Komandan Pleton Damkar Ubud, Nyoman Sudiarsa, menyatakan petugas Damkar sangat berhati-hati dalam menangani kebakaran. Sebab, ada benda yang berpotensi ledakan di dalam toko. “Setelah menangani kebakaran, kami pastikan di sekitar lokasi steril dari percikan api,” ujarnya singkat.

 

Sementara itu, Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita, mengaku telah menerjunkan anggota dalam kejadian tersebut. Polisi telah memasang police line, mencatat saksi-saksi dan korban, serta melakukan identifikasi awal. “Polisi memberikan imbauan kepada warga masyarakat agar tidak berkerumun dan menjauh dari TKP,” jelasnya.

 

Di dalam ruko resin terdapat material yang terbuat dari senyawa kimia gang mudah terbakar. “Dan terdapat 2 drum tiner,” ujarnya. Mengenai penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan. “Sebab-sebab kejadian, masih dalam lidik,” pungkasnya.

GIANYAR – Kebakaran hebat menimpa tiga toko di Jalan Raya Tegallalang, Banjar Triwangsa, Desa/Kecamatan Tegallalang, Selasa (14/6) pukul 02.30. Toko yang menjual resin atau bahan kimia beserta bengkel yang terparkir satu unit mobil gosong. Kerugian total mencapai Rp 600 juta.

 

Menurut informasi yang dihimpun, tiga toko tersebut disewa oleh dua orang. Sugeng Harianto menyewa dua toko ukuran 8 x 5 meter dan ukuran 3 x 4 meter. Barang di gudang resin itu hangus tidak tersisa dengan kerugian Rp 300 juta.

 

Toko lainnya yang difungsikan bengkel las yang disewa Imam Ashari berukuran 11 x 5 meter ikut ludes. Di dalam bengkel las terdapat alat bengkel dan satu unit mobil Daihatsu Grand Max DK 9796 KZ. Kerugian bengkel las diperkirakan Rp 300 juta. Sehingga total kerugian mencapai Rp 600 juta.

 

Kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui oleh pemilik lahan, Dewa Gede Ngurah Ardana yang sedang beristirahat. Dia mendengar suara percikan krepet-krepet. Setelah dicek, dia melihat percikan api berasal dari ruko perajin resin yang dikontrak oleh Sugeng Herianto.

 

Karena jarak rumah tinggal dengan gudang sekitar 20 meter, dia berinisiatif membangunkan anggota keluarga lain untuk menyelamatkan diri. Warga lain juga terbangun karena mendengar suara ledakan sebanyak dua kali dari dalam ruko resin.

 

Dengan cepat api merembet ke bengkel las milik Imam Ashari. Warga juga membunyikan kentongan kulkul bulus. Dengan maksud memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat untuk ikut membantu memadamkan api. Selanjutnya, Sekretaris Desa Tegallalang menghubungi Pemadam Kebakaran (Damkar) Gianyar pukul 03.00. Menerima panggilan, 5 unit Damkar Gianyar meluncur dan tiba di lokasi kebakaran, langsung memadamkan api yang masih menyala.

 

Petugas berjibaku memadamkan api sekitar 1,5 jam. Sekitar pukul 04.30 api dapat dipadamkan.

Komandan Pleton Damkar Ubud, Nyoman Sudiarsa, menyatakan petugas Damkar sangat berhati-hati dalam menangani kebakaran. Sebab, ada benda yang berpotensi ledakan di dalam toko. “Setelah menangani kebakaran, kami pastikan di sekitar lokasi steril dari percikan api,” ujarnya singkat.

 

Sementara itu, Kapolsek Tegallalang, AKP Ketut Sudita, mengaku telah menerjunkan anggota dalam kejadian tersebut. Polisi telah memasang police line, mencatat saksi-saksi dan korban, serta melakukan identifikasi awal. “Polisi memberikan imbauan kepada warga masyarakat agar tidak berkerumun dan menjauh dari TKP,” jelasnya.

 

Di dalam ruko resin terdapat material yang terbuat dari senyawa kimia gang mudah terbakar. “Dan terdapat 2 drum tiner,” ujarnya. Mengenai penyebab kebakaran, masih dalam penyelidikan. “Sebab-sebab kejadian, masih dalam lidik,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/