25.8 C
Jakarta
25 Mei 2024, 12:00 PM WIB

Gara-Gara Rem Blong, Terguling di Jalur Maut

Gara-Gara Rem Blong, Terguling di Jalur Maut

SINGARAJA– Jalur maut Jalan Raya Tigawasa-Kaliasem, nyaris kembali menelan korban jiwa. Sebuah mobil terguling saat melintasi jalan tersebut. Diduga rem kendaraan dalam kondisi blong, ditambah pengemudi tak mengetahui kondisi medan. Sehingga terjadi kecelakaan tunggal.

Kecelakaan itu terjadi Kamis (22/9), sekitar pukul 03.00 pagi. Mobil dengan nomor polisi DK 1504 CE, diketahui melaju dari arah Denpasar hendak menuju Lovina. Pengemudi mobil, Audric Jonathan, 20, warga Jakarta Barat, diduga mengikuti jalur yang ditunjukkan google map.

Saat sampai di lokasi kejadian dengan jalan menurun, pengemudi tak mampu mengendalikan kendaraannya. Mobil akhirnya terguling hingga posisi ban berada di bagian atas. Kendaraan juga melintang menutupi seluruh badan jalan.

Beruntung mobil tak sampai masuk jurang. Pengemudi mobil serta lima orang penumpang dinyatakan dalam kondisi sehat.

Salah seorang warga setempat, Ketut Sujana mengatakan, dirinya mendengar suara gaduh sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat itu ia keluar rumah dan mendapati mobil sudah dalam kondisi terguling.

“Syukurnya kan tidak sampai masuk jurang. Karena lurus lagi sedikit saja, itu sudah jurang. Memang termasuk jalur rawan di sini. Memang pas di rute ini sering kecelakaan,” kata Sujana.

Kapolsek Banjar Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, setelah kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang menuju salah satu hotel di Desa Kaliasem. “Kami sudah cek kondisinya. Semua sehat, hanya luka ringan saja,” kata Sudarsana.

Menurutnya jalur tersebut memang rawan. Masyarakat yang baru pertama kali melintas, sangat tidak dianjurkan melalui ruas Jalan Raya Denpasar-Lovina via Desa Tigawasa dan Kaliasem. Sebab rentan memicu kecelakaan lalu lintas.

Sudarsana menjelaskan, biasanya saat mencari rute menuju Lovina, pengemudi akan diarahkan melalui jalur tersebut. Namun polisi menghimbau agar pengemudi melewati jalan nasional Singaraja-Denpasar. Sehingga lebih aman.

“Kami juga sebenarnya sudah pasang spanduk himbauan di persimpangan-persimpangan itu. Mungkin masih diabaikan. Kami himbau masyarakat yang baru pertama kali lewat jalur itu, lebih baik cari alternatif jalan lain. Supaya tidak berakibat fatal,” ujarnya. (eps)

 

Gara-Gara Rem Blong, Terguling di Jalur Maut

SINGARAJA– Jalur maut Jalan Raya Tigawasa-Kaliasem, nyaris kembali menelan korban jiwa. Sebuah mobil terguling saat melintasi jalan tersebut. Diduga rem kendaraan dalam kondisi blong, ditambah pengemudi tak mengetahui kondisi medan. Sehingga terjadi kecelakaan tunggal.

Kecelakaan itu terjadi Kamis (22/9), sekitar pukul 03.00 pagi. Mobil dengan nomor polisi DK 1504 CE, diketahui melaju dari arah Denpasar hendak menuju Lovina. Pengemudi mobil, Audric Jonathan, 20, warga Jakarta Barat, diduga mengikuti jalur yang ditunjukkan google map.

Saat sampai di lokasi kejadian dengan jalan menurun, pengemudi tak mampu mengendalikan kendaraannya. Mobil akhirnya terguling hingga posisi ban berada di bagian atas. Kendaraan juga melintang menutupi seluruh badan jalan.

Beruntung mobil tak sampai masuk jurang. Pengemudi mobil serta lima orang penumpang dinyatakan dalam kondisi sehat.

Salah seorang warga setempat, Ketut Sujana mengatakan, dirinya mendengar suara gaduh sekitar pukul 03.00 dini hari. Saat itu ia keluar rumah dan mendapati mobil sudah dalam kondisi terguling.

“Syukurnya kan tidak sampai masuk jurang. Karena lurus lagi sedikit saja, itu sudah jurang. Memang termasuk jalur rawan di sini. Memang pas di rute ini sering kecelakaan,” kata Sujana.

Kapolsek Banjar Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, setelah kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang menuju salah satu hotel di Desa Kaliasem. “Kami sudah cek kondisinya. Semua sehat, hanya luka ringan saja,” kata Sudarsana.

Menurutnya jalur tersebut memang rawan. Masyarakat yang baru pertama kali melintas, sangat tidak dianjurkan melalui ruas Jalan Raya Denpasar-Lovina via Desa Tigawasa dan Kaliasem. Sebab rentan memicu kecelakaan lalu lintas.

Sudarsana menjelaskan, biasanya saat mencari rute menuju Lovina, pengemudi akan diarahkan melalui jalur tersebut. Namun polisi menghimbau agar pengemudi melewati jalan nasional Singaraja-Denpasar. Sehingga lebih aman.

“Kami juga sebenarnya sudah pasang spanduk himbauan di persimpangan-persimpangan itu. Mungkin masih diabaikan. Kami himbau masyarakat yang baru pertama kali lewat jalur itu, lebih baik cari alternatif jalan lain. Supaya tidak berakibat fatal,” ujarnya. (eps)

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/