25.8 C
Jakarta
25 Mei 2024, 11:25 AM WIB

Segan dengan Kiai Ma’ruf, Sandi: Saya Tidak Biasa Debat dengan Ulama

AMLAPURA – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno alias Sandi kemarin mengunjungi Karangasem.

Pria yang juga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut sempat berdialog dengan petani mete di Puri Madura, Karangasem.

Sandiaga tiba sekitar pukul 14.30 wita dan langsung di sambut penglingsir Puri Madura, Karangasem, AA Jelantik bersama dengan putranya AA Bagus Maha Putra Sanjaya, Caleg DPRD Bali dari Partai Gerindra.

Dari pendopo, Sandiaga diajak ke bagian dalam puri. Disana sudah menunggu AA Jelantik yang juga mantan anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Sandiaga datang menggunakan kemaja biru muda dengan udeng putih kas Bali. Begitu tiba di pendopo, puluhan pendukungnya langsung menyambutnya dengan teriakan Hidup Prabowo-Sandiaga.

Tampak hadir anggota DPRD Bali asal Karangasem I Nyoman Suyasa yang juga Ketua DPC Gerindra Karangasem. Juga Ketua DPD Gerinda Bali IB Putu Sukarta.

Saat berbincang dengan AA Jelantik dan pendukungnya, Sandiaga mengatakan sangat menghormati sosok Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin.

Dia menganggap, mantan Ketua MUI itu adalah panutan.  Bagi dirinya yang seorang muslim memang tidak ada upaya untuk berdebat dengan KH Ma’ruf Amin.

Karena sesuai dengan keyakinannya, yang dituakan dan sangat di hormati seperti Kiai Ma’ruf tidak boleh di debat.

Dirinya mengakui nanti dalam debat posisi dirinya akan jadi sangat unik. Karena Kiai Ma’ruf ini adalah seorang ulama yang makomnya tinggi sekali. 

“Beliau beberapa kali menjadi referensi buat saya, beberapa kali memberikan masukan terutama saat Pilgub DKI,” ujar Sandi.

Akan sangat berat ketika sekarang ini dirinya berhadap-hadapan dalam debat. Dirinya juga mengaku akan sangat sungkan untuk berdebat.

Namun demikian dirinya mengaku akan tampil apa adanya. “Saya sangat menghormati beliau dan saya juga sangat memuliakan beliau,” bebernya.

“Sekalipun sekarang ini beliau juga politisi karena nyalon, namun bagi saya tetap  saja berat karena beliau adalah ulama yang sangat di muliakan. Saya sangat sungkan dan tidak terbiasa berdebat dengan Ulama,” pungkasnya.

 

AMLAPURA – Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno alias Sandi kemarin mengunjungi Karangasem.

Pria yang juga mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut sempat berdialog dengan petani mete di Puri Madura, Karangasem.

Sandiaga tiba sekitar pukul 14.30 wita dan langsung di sambut penglingsir Puri Madura, Karangasem, AA Jelantik bersama dengan putranya AA Bagus Maha Putra Sanjaya, Caleg DPRD Bali dari Partai Gerindra.

Dari pendopo, Sandiaga diajak ke bagian dalam puri. Disana sudah menunggu AA Jelantik yang juga mantan anggota DPR RI dari Partai Gerindra.

Sandiaga datang menggunakan kemaja biru muda dengan udeng putih kas Bali. Begitu tiba di pendopo, puluhan pendukungnya langsung menyambutnya dengan teriakan Hidup Prabowo-Sandiaga.

Tampak hadir anggota DPRD Bali asal Karangasem I Nyoman Suyasa yang juga Ketua DPC Gerindra Karangasem. Juga Ketua DPD Gerinda Bali IB Putu Sukarta.

Saat berbincang dengan AA Jelantik dan pendukungnya, Sandiaga mengatakan sangat menghormati sosok Cawapres nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin.

Dia menganggap, mantan Ketua MUI itu adalah panutan.  Bagi dirinya yang seorang muslim memang tidak ada upaya untuk berdebat dengan KH Ma’ruf Amin.

Karena sesuai dengan keyakinannya, yang dituakan dan sangat di hormati seperti Kiai Ma’ruf tidak boleh di debat.

Dirinya mengakui nanti dalam debat posisi dirinya akan jadi sangat unik. Karena Kiai Ma’ruf ini adalah seorang ulama yang makomnya tinggi sekali. 

“Beliau beberapa kali menjadi referensi buat saya, beberapa kali memberikan masukan terutama saat Pilgub DKI,” ujar Sandi.

Akan sangat berat ketika sekarang ini dirinya berhadap-hadapan dalam debat. Dirinya juga mengaku akan sangat sungkan untuk berdebat.

Namun demikian dirinya mengaku akan tampil apa adanya. “Saya sangat menghormati beliau dan saya juga sangat memuliakan beliau,” bebernya.

“Sekalipun sekarang ini beliau juga politisi karena nyalon, namun bagi saya tetap  saja berat karena beliau adalah ulama yang sangat di muliakan. Saya sangat sungkan dan tidak terbiasa berdebat dengan Ulama,” pungkasnya.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/