27.3 C
Jakarta
17 Juni 2024, 1:43 AM WIB

Hotel Tim dan Wasit di Ubud dan Sanur, PSSI Cek Kondisi Stadion dan RS

DENPASAR – Perwakilan PSSI Pusat yang diwakili Bidang Teknis Kompetisi Piala DUnia U-20 Albin Laurent dan Bidang Infrastruktur Venue Piala Dunia U-20 Adi Nugroho tiba di Bali sejak Jumat (7/8).

Mereka langsung menggelar rapat dengan pengelola Lapangan Samudera Kuta, Lapangan Tri Sakti Legian, Stadion Kompyang Sujana, dan Stadion Ngurah Rai, serta Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pertemuan tersebut berlangsung di Bali United Café. Sabtu kemarin (8/8), perwakilan PSSI meninjau empat lapangan penunjang ditemani Match Commissioner PSSI I Kadek Suastana.

Selain menyambangi empat lapangan penunjang, perwakilan PSSI tersebut juga memantau akses dan kondisi lalu lintas ke lapangan penunjang.

Hotel untuk tim dan wasit, akan dipersiapkan di kawasan Ubud dan Sanur. Mungkin lebih banyak memakai hotel yang ada di Sanur karena aksesnya yang lebih mudah.

Selain itu, hotel bintang lima cukup banyak di kawasan Sanur. Rumah sakit dan fasilitas penunjang lainnya juga ditinjau oleh perwakilan PSSI tersebut.

Kunjungan PSSI Pusat ke Bali sebenarnya hanya untuk ranah teknis saja. Mereka bukanlah peninjau mengenai mana saja yang harus dilakukan revitalisasi.

Sebab yang memiliki wewenang mengenai masalah revitalisasi stadion dan lapangan penunjang adalah Kementerian PUPR atas perintah dari Menpora Zainudin Amali sebagai Ketua Penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC).

PSSI pusat hanya sebatas untuk meninjau dan memberikan laporan ke FIFA. Tujuan mereka ke Bali juga untuk melakukan koordinasi dengan pihak Asprov PSSI Bali dan pengelola lapangan.

Rombongan lebih dulu melakukan inspeksi ke Stadion Ngurah Rai. Lalu dilanjutkan secara beruntun ke Stadion Kompyang Sujana, Lapangan Gelora Samudera Kuta, dan terakhir di Lapangan Gelora Tri Sakti Legian.

Banyak aspek yang dilihat oleh perwakilan PSSI tersebut. Namun, tidak banyak yang diungkap. “Kami hanya mencatat, mendokumentasikan, dan merekomendasikan saja,” terang Adi Nugroho.

“Kepentingan kami adalah memastikan alur disetiap titik yang ada di stadion serta lapangan yang terpilih.

Kami ingin memastikan alur kedatangan tim, perangkat pertandingan, dan pihak terkait lainnya,” tambah Albin Laurent.

 

DENPASAR – Perwakilan PSSI Pusat yang diwakili Bidang Teknis Kompetisi Piala DUnia U-20 Albin Laurent dan Bidang Infrastruktur Venue Piala Dunia U-20 Adi Nugroho tiba di Bali sejak Jumat (7/8).

Mereka langsung menggelar rapat dengan pengelola Lapangan Samudera Kuta, Lapangan Tri Sakti Legian, Stadion Kompyang Sujana, dan Stadion Ngurah Rai, serta Stadion Kapten I Wayan Dipta.

Pertemuan tersebut berlangsung di Bali United Café. Sabtu kemarin (8/8), perwakilan PSSI meninjau empat lapangan penunjang ditemani Match Commissioner PSSI I Kadek Suastana.

Selain menyambangi empat lapangan penunjang, perwakilan PSSI tersebut juga memantau akses dan kondisi lalu lintas ke lapangan penunjang.

Hotel untuk tim dan wasit, akan dipersiapkan di kawasan Ubud dan Sanur. Mungkin lebih banyak memakai hotel yang ada di Sanur karena aksesnya yang lebih mudah.

Selain itu, hotel bintang lima cukup banyak di kawasan Sanur. Rumah sakit dan fasilitas penunjang lainnya juga ditinjau oleh perwakilan PSSI tersebut.

Kunjungan PSSI Pusat ke Bali sebenarnya hanya untuk ranah teknis saja. Mereka bukanlah peninjau mengenai mana saja yang harus dilakukan revitalisasi.

Sebab yang memiliki wewenang mengenai masalah revitalisasi stadion dan lapangan penunjang adalah Kementerian PUPR atas perintah dari Menpora Zainudin Amali sebagai Ketua Penyelenggara Piala Dunia U-20 (INAFOC).

PSSI pusat hanya sebatas untuk meninjau dan memberikan laporan ke FIFA. Tujuan mereka ke Bali juga untuk melakukan koordinasi dengan pihak Asprov PSSI Bali dan pengelola lapangan.

Rombongan lebih dulu melakukan inspeksi ke Stadion Ngurah Rai. Lalu dilanjutkan secara beruntun ke Stadion Kompyang Sujana, Lapangan Gelora Samudera Kuta, dan terakhir di Lapangan Gelora Tri Sakti Legian.

Banyak aspek yang dilihat oleh perwakilan PSSI tersebut. Namun, tidak banyak yang diungkap. “Kami hanya mencatat, mendokumentasikan, dan merekomendasikan saja,” terang Adi Nugroho.

“Kepentingan kami adalah memastikan alur disetiap titik yang ada di stadion serta lapangan yang terpilih.

Kami ingin memastikan alur kedatangan tim, perangkat pertandingan, dan pihak terkait lainnya,” tambah Albin Laurent.

 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/