Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
28.2 C
Jakarta
13 Juli 2024, 20:30 PM WIB

Saluran Irigasi Tertimbun Longsor, Pasokan Air Petani Gubug Terancam

TABANAN –  Hujan deras disertai angin kencang masih melanda seluruh wilayah Tabanan mengakibatkan sejumlah wilayah masih dihantui bencana alam.

Di Desa Gubug, Tabanan yang berlokasi di perumahan Taman Mas Lestari, Banjar Tanah Pegat sebuah saluran irigasi milik subak I dan II di Desa Gubug tertutup material longsor.

Akibatnya, lahan pertanian di desa tersebut terancam kekurangan air. Berdasar informasi, saluran irigasi tertutup longsor yang berada di belakang perumahan Taman Mas Lestari tersebut diketahui Senin (25/3) pagi.

Saat itu ada warga  yang curiga karena air tidak mengalir di saluran irigasi subak. Mereka kemudian mengecek ternyata sekitar 15 meter saluran irigasi yang berada di belakang perum Taman Mas lestari tertimbun material longsor.

Pasalnya, senderan tembok di areal rumah tersebut amblas di bagian pondasi yang menutup saluran irigasi secara penuh.

 Akibatnya tidak ada air yang mengalir ke sawah  petani di dua subak Tempek Ureg, Desa Gubug. Bahkan sampai ke lahan pertanian di Yeh Gangga, Desa  Sudimara.

Air justru terbuang  kembali ke Tukad Yeh Nu yang menjadi sumber air irigasi subak tersebut.

Pekaseh Subak Gede Yeh Nu I Nyoman Subrata, 70, yang tampak berada  saluran irigasi tertutup longsor mengatakan, tertutupnya saluran  irigasi tersebut membuat lahan pertanian di dua subak Gubug I dan II terancam kekurangan air.

Saluran irigasi tertutup longsor tersebut mengairi sekitar 400 hektare sawah milik petani di subak Gubug I dan II, desa Gubuk.

Dari total 650 hektar areal pertanian yang ada di Subak Gede Yeh Nu. “Lahan pertanian milik warga masih ada tanaman padi.

Ada pula yang menanam sayur gondo yang menjadi andalan petani selain padi. Belum lagi ada banyak warga memiliki kolam ikan. Bahkan kini di subak sedang di lepas bebek yang memerlukan banyak air,” ungkapnya.

Dijelaskan Subrata,  dalam waktu dekat  seluruh petani akan melakukan proses tanam. Sesuai jadwal yang telah disepakati masa tanam akan dimulai 2 Mei sampai 2 Juni mendatang.

Sementara pihaknya juga segera harus membuat benih. Untuk itu, diperlukan banyak air untuk bisa mengolah sawah.

“Kami khawatir sawah kami tak air. Kami mohon hal ini dapat segera diatasi saluran irigasi tetutup longsor. Karena kami akan memasuki musim tanam,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan IGN Oka Kamasan membenarkan adanya saluran irigasi yang tertutup material tanah longsor.

Pihaknya sudah mendapat laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani. “Kami sudah turunkan alat berat untuk mengatasi longsor yang menutup saluruh irigasi tersebut. Kami berharap hari ini tuntas. Agar petani tak kekurangan air,” tandasnya. 

TABANAN –  Hujan deras disertai angin kencang masih melanda seluruh wilayah Tabanan mengakibatkan sejumlah wilayah masih dihantui bencana alam.

Di Desa Gubug, Tabanan yang berlokasi di perumahan Taman Mas Lestari, Banjar Tanah Pegat sebuah saluran irigasi milik subak I dan II di Desa Gubug tertutup material longsor.

Akibatnya, lahan pertanian di desa tersebut terancam kekurangan air. Berdasar informasi, saluran irigasi tertutup longsor yang berada di belakang perumahan Taman Mas Lestari tersebut diketahui Senin (25/3) pagi.

Saat itu ada warga  yang curiga karena air tidak mengalir di saluran irigasi subak. Mereka kemudian mengecek ternyata sekitar 15 meter saluran irigasi yang berada di belakang perum Taman Mas lestari tertimbun material longsor.

Pasalnya, senderan tembok di areal rumah tersebut amblas di bagian pondasi yang menutup saluran irigasi secara penuh.

 Akibatnya tidak ada air yang mengalir ke sawah  petani di dua subak Tempek Ureg, Desa Gubug. Bahkan sampai ke lahan pertanian di Yeh Gangga, Desa  Sudimara.

Air justru terbuang  kembali ke Tukad Yeh Nu yang menjadi sumber air irigasi subak tersebut.

Pekaseh Subak Gede Yeh Nu I Nyoman Subrata, 70, yang tampak berada  saluran irigasi tertutup longsor mengatakan, tertutupnya saluran  irigasi tersebut membuat lahan pertanian di dua subak Gubug I dan II terancam kekurangan air.

Saluran irigasi tertutup longsor tersebut mengairi sekitar 400 hektare sawah milik petani di subak Gubug I dan II, desa Gubuk.

Dari total 650 hektar areal pertanian yang ada di Subak Gede Yeh Nu. “Lahan pertanian milik warga masih ada tanaman padi.

Ada pula yang menanam sayur gondo yang menjadi andalan petani selain padi. Belum lagi ada banyak warga memiliki kolam ikan. Bahkan kini di subak sedang di lepas bebek yang memerlukan banyak air,” ungkapnya.

Dijelaskan Subrata,  dalam waktu dekat  seluruh petani akan melakukan proses tanam. Sesuai jadwal yang telah disepakati masa tanam akan dimulai 2 Mei sampai 2 Juni mendatang.

Sementara pihaknya juga segera harus membuat benih. Untuk itu, diperlukan banyak air untuk bisa mengolah sawah.

“Kami khawatir sawah kami tak air. Kami mohon hal ini dapat segera diatasi saluran irigasi tetutup longsor. Karena kami akan memasuki musim tanam,” imbuhnya.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan IGN Oka Kamasan membenarkan adanya saluran irigasi yang tertutup material tanah longsor.

Pihaknya sudah mendapat laporan terkait kejadian tersebut dan saat ini sedang ditangani. “Kami sudah turunkan alat berat untuk mengatasi longsor yang menutup saluruh irigasi tersebut. Kami berharap hari ini tuntas. Agar petani tak kekurangan air,” tandasnya. 

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/