25.6 C
Jakarta
19 Juni 2024, 4:44 AM WIB

Melihat Eksistensi Kepala Daerah di Bali dalam Bermedia Sosial (3-bersambung)

Walikota Denpasar Jaya Negara Percaya Temannya untuk Kelola Akun Pribadi

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara aktif bermedsos sejak 2015, atau saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Denpasar. Saat diawawancarai Jawa Pos Radar Bali di kantornya, Jaya Negara mengaku tidak terlalu banyak berinteraksi di medsos pribadinya.

Alit Binawan/Maulana Sandijaya

POLITIKUS asli Denpasar itu hanya memiliki satu akun isntagram pribadi yaitu @jayanegara2012. “Kalau @jayanegaraofficial, kebetulan dikelola oleh teman saya. Dibilang aktif di medsos, tidak juga, ya. Mungkin seminggu sekali (aktif di medsos),” ujar Jaya Negara, Kamis lalu (13/10).

Sementara terkait konten medsos ia memercayakan kepada tim Humas Pemkot Denpasar. “Tapi untuk memantau perkembangan di medsos saya lakukan hampir tiap hari. Di YouTube juga sering melihat berita-berita segala macam,” bebernya.

Di akun instagram pribadinya, Jaya Negara lebih sering membagikan unggahan mengenai seni dan budaya. Memang dari akun instagram pribadinya yang memiliki pengikut sebanyak 3.893 akun tersebut cukup sedikit unggahan terkait altivitasnya sebagai kepala daerah.

Dengan tidak terlalu seringnya Jaya Negara berselancar di akun medsos pribadinya, hal tersebut jadi tidak terlalu efektif untuk melakukan pencitraan di dunia maya.

Dia sadar jika akun medsosnya tidak terlalu banyak pengikut. Mungkin akun instagram tentang dirinya hanya @jayanegaraofficial saja yang cukup banyak pengikut yaitu sekitar 18,5 ribu pengikut. Itupun bukan Jaya Negara yang mengelolanya sendiri dan lebih banyak unggahan tentang aktivitasnya di dunia pemerintahan.

“Jujur saja, saya tidak banyak membuat konten dan saya katakan memang kurang efektif jadinya. Tapi kalau tidak ada konten yang diunggah sama sekali, jadinya seperti tidak ada kegiatan, kan. Saya tahu medsos punya peran strategis untuk kemajuan pembangunan. Di medsos masyarakat bisa mengutarakan pendapat apa adanya,” bebernya.

Melalui medsos dia bisa  tahu apa yang menjadi keluhan masyarakat. “Meskipun saya tidak sering menunggah konten di instagram pribadi, tetapi saya selalu memantau dan membaca komentar-komentar dari masyarakat,” tambahnya.

Namun, dia sempat mengalami kejadian yang tidak mengenakkan ketika akun Facebook miliknya diretas tahun ini. Untungnya Jaya Negara merespons cepat dan tim Humas Pemkot Denpasar melakukan klarifikasi.

Selain akun media sosial pribadi, Jaya Negara juga terbantu dengan akun-akun yang dikelola langsung oleh Diskominfos Denpasar seperti @denpasarkota dan @joyfuldenpasar yang dikelola oleh Humas Pemkot Denpasar.

Memiliki dua akun Instagram resmi, Jaya Negara menjelaskan tidak ada anggaran khusus dan juga tim khusus yang mengelola akun-akun tersebut. “Tidak ada anggaran khusus. Hanya belanja modal untuk pengadaan smartphone pada 2019. Itu saja. Internet sudah ada WiFi, SDM juga sudah ada,” bebernya.

Hanya Jaya Negara ingin ke depannya memiliki tim khusus medsos yang bisa memantau serta merespon komentar atau laporan masyakarat di media sosial dengan cepat. (*)

Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara aktif bermedsos sejak 2015, atau saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Denpasar. Saat diawawancarai Jawa Pos Radar Bali di kantornya, Jaya Negara mengaku tidak terlalu banyak berinteraksi di medsos pribadinya.

Alit Binawan/Maulana Sandijaya

POLITIKUS asli Denpasar itu hanya memiliki satu akun isntagram pribadi yaitu @jayanegara2012. “Kalau @jayanegaraofficial, kebetulan dikelola oleh teman saya. Dibilang aktif di medsos, tidak juga, ya. Mungkin seminggu sekali (aktif di medsos),” ujar Jaya Negara, Kamis lalu (13/10).

Sementara terkait konten medsos ia memercayakan kepada tim Humas Pemkot Denpasar. “Tapi untuk memantau perkembangan di medsos saya lakukan hampir tiap hari. Di YouTube juga sering melihat berita-berita segala macam,” bebernya.

Di akun instagram pribadinya, Jaya Negara lebih sering membagikan unggahan mengenai seni dan budaya. Memang dari akun instagram pribadinya yang memiliki pengikut sebanyak 3.893 akun tersebut cukup sedikit unggahan terkait altivitasnya sebagai kepala daerah.

Dengan tidak terlalu seringnya Jaya Negara berselancar di akun medsos pribadinya, hal tersebut jadi tidak terlalu efektif untuk melakukan pencitraan di dunia maya.

Dia sadar jika akun medsosnya tidak terlalu banyak pengikut. Mungkin akun instagram tentang dirinya hanya @jayanegaraofficial saja yang cukup banyak pengikut yaitu sekitar 18,5 ribu pengikut. Itupun bukan Jaya Negara yang mengelolanya sendiri dan lebih banyak unggahan tentang aktivitasnya di dunia pemerintahan.

“Jujur saja, saya tidak banyak membuat konten dan saya katakan memang kurang efektif jadinya. Tapi kalau tidak ada konten yang diunggah sama sekali, jadinya seperti tidak ada kegiatan, kan. Saya tahu medsos punya peran strategis untuk kemajuan pembangunan. Di medsos masyarakat bisa mengutarakan pendapat apa adanya,” bebernya.

Melalui medsos dia bisa  tahu apa yang menjadi keluhan masyarakat. “Meskipun saya tidak sering menunggah konten di instagram pribadi, tetapi saya selalu memantau dan membaca komentar-komentar dari masyarakat,” tambahnya.

Namun, dia sempat mengalami kejadian yang tidak mengenakkan ketika akun Facebook miliknya diretas tahun ini. Untungnya Jaya Negara merespons cepat dan tim Humas Pemkot Denpasar melakukan klarifikasi.

Selain akun media sosial pribadi, Jaya Negara juga terbantu dengan akun-akun yang dikelola langsung oleh Diskominfos Denpasar seperti @denpasarkota dan @joyfuldenpasar yang dikelola oleh Humas Pemkot Denpasar.

Memiliki dua akun Instagram resmi, Jaya Negara menjelaskan tidak ada anggaran khusus dan juga tim khusus yang mengelola akun-akun tersebut. “Tidak ada anggaran khusus. Hanya belanja modal untuk pengadaan smartphone pada 2019. Itu saja. Internet sudah ada WiFi, SDM juga sudah ada,” bebernya.

Hanya Jaya Negara ingin ke depannya memiliki tim khusus medsos yang bisa memantau serta merespon komentar atau laporan masyakarat di media sosial dengan cepat. (*)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/