Warning: Undefined variable $reporternya in /var/www/devwpradar/wp-content/themes/Newspaper/functions.php on line 229
26.1 C
Jakarta
21 Juli 2024, 5:18 AM WIB

Tubuh Bugar dengan Olahraga saat Berpuasa, Kenapa Tidak?

BULAN Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti oleh mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia.

Pada bulan ini umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Dengan kurun waktu kurang lebih 13 jam, tubuh tidak mendapat suplai makanan dan minuman.

Terdapat kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat saat bulan Ramadhan tiba, contohnya seperti ngabuburit.

Salah satu ngabuburit atau kegiatan sebelum berbuka puasa yang bisa dilakukan yaitu dengan berolahraga.

Olahraga merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Dengan olahraga secara teratur, maka akan meningkatkan kebugaran.

Olahraga teratur  juga meningkatkan stamina / daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat, mengurangi stress, kemampuan seksual, memperlancar peredaran darah.

Selain itu dengan kita olahraga juga meningkatkan kolateralisasi, yaitu berkembangnya pembuluh darah kecil/mikrosirkulasi di jantung, ginjal, dan organ lainnya, sehingga mengurangi resiko serangan jantung.

Meski selama berpuasa kita memiliki berbagai keterbatasan, bukan berarti aktivitas yang kita jalani hanya diisi dengan tidur atau bermalas-malasan.

Agar tubuh tetatp bugar, sebaiknya olahraga tidak diringgalkan atau tetap melakukan olahraga.

Olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa memiliki prinsip yaitu pemeliharaan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Artinya, olahraga harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), Marcellina Leonora mengungkapkan berolahraga saat puasa sebaiknya tetap dikerjakan, karena boleh dan aman.

Sebab, hal ini akan menambah kebugaran, mempertahankan daya tahan tubuh serta beberapa manfaat lainnya.

Namun, waktu pelaksanaan, jenis olahraga, dosis dan waktu olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh seseorang.

Sebelum melakukan olahraga, alangkah baiknya harus mengetahui strategi bagaimana olahraga yang baik saat berpuasa.

Banyak masyarakat yang khawatir dalam berolahraga, jika dilakukan saat puasa akan mengalami penurunan cadangan cairan tubuh/dehidrasi.

Akibatnya bisa jadi tubuh akan kekurangan air. Keadaan ini dapat menggangu fungsi organ tubuh yang lain.

Oleh karena itu, waktu yang paling tepat untuk melakukan olahraga adalah setengah hingga satu jam sebelum berbuka puasa.

Dengan demikian, tak perlu terlalu lama menunggu untuk minum atau mengganti cairan tubuh yang keluar.

Ketika sore hari sibuk menyiapkan hidangan buka puasa, waktu olahraga dapat diundur setelah berbuka.

Tunggu hingga dua jam setelah perut diisi makanan, agar organ pencernaan memiliki waktu untuk mencerna.

Jika olahraga pada malam hari jadi pilihan, perlu diingat tubuh kita pun memerlukan istirahat.

Sebaiknya berhenti berolahraga 3 jam sebelum tidur. Sebab tubuh butuh waktu untuk memulihkan diri agar dapat melakukan kegiatan sahur esok harinya.

Saat puasa, penentuan intensitas saat berolahraga juga sangat penting. Olahraga di bulan Ramadhan dapat dilakukan

dengan intensitas 40% hingga 50% lebih sedikit saat kita latihan yang biasa dilakukan atau saat kita tidak menjalankan puasa.

Contohnya, apabila biasanya lari lima kali seminggu selama satu jam, maka saat puasa cukup lakukan jalan cepat tiga kali seminggu selama 30 menit setiap kali lari.

Setiap berolahraga juga jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan. Lakukan gerakan peregangan (stretching), dengan tujuan terhindar dari cedera atau nyeri otot setelah melakukan olahraga.

Untuk olahraga lain, bisa menggunakan sepeda atau lompat tali. Olahraga seperti jalan sehat atau cepat juga bisa menjadi pilihan.

Olahraga kardio tersebut justru dianjurkan sebelum berpuka puasa. Latihan pembakaran yang berfungsi untuk kardiovaskular tersebut bermanfaat saat perut sedang kosong.

Satu atau setengah jam sebelum berbuka, latihan kardio bisa membakar lemak untuk dijadikan sebagai energi.

Menurut personal trainer profesinal Jedry Sihite, latihan seperti yoga, pilates, body balance, lebih tepat dilakukan saat kita sedang berpuasa.

Selain intensitas rendah, latihan tersebut juga memiliki manfaat bagi pikiran dan jiwa.(*)

 

 

Fahmi Andi Wiranata

Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

BULAN Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti oleh mayoritas masyarakat Muslim di Indonesia.

Pada bulan ini umat muslim diwajibkan untuk menjalani ibadah puasa dari terbit fajar hingga tenggelamnya matahari.

Dengan kurun waktu kurang lebih 13 jam, tubuh tidak mendapat suplai makanan dan minuman.

Terdapat kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat saat bulan Ramadhan tiba, contohnya seperti ngabuburit.

Salah satu ngabuburit atau kegiatan sebelum berbuka puasa yang bisa dilakukan yaitu dengan berolahraga.

Olahraga merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Dengan olahraga secara teratur, maka akan meningkatkan kebugaran.

Olahraga teratur  juga meningkatkan stamina / daya tahan tubuh, rasa percaya diri dan daya ingat yang semakin kuat, mengurangi stress, kemampuan seksual, memperlancar peredaran darah.

Selain itu dengan kita olahraga juga meningkatkan kolateralisasi, yaitu berkembangnya pembuluh darah kecil/mikrosirkulasi di jantung, ginjal, dan organ lainnya, sehingga mengurangi resiko serangan jantung.

Meski selama berpuasa kita memiliki berbagai keterbatasan, bukan berarti aktivitas yang kita jalani hanya diisi dengan tidur atau bermalas-malasan.

Agar tubuh tetatp bugar, sebaiknya olahraga tidak diringgalkan atau tetap melakukan olahraga.

Olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa memiliki prinsip yaitu pemeliharaan tubuh agar tetap sehat dan bugar.

Artinya, olahraga harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI), Marcellina Leonora mengungkapkan berolahraga saat puasa sebaiknya tetap dikerjakan, karena boleh dan aman.

Sebab, hal ini akan menambah kebugaran, mempertahankan daya tahan tubuh serta beberapa manfaat lainnya.

Namun, waktu pelaksanaan, jenis olahraga, dosis dan waktu olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh seseorang.

Sebelum melakukan olahraga, alangkah baiknya harus mengetahui strategi bagaimana olahraga yang baik saat berpuasa.

Banyak masyarakat yang khawatir dalam berolahraga, jika dilakukan saat puasa akan mengalami penurunan cadangan cairan tubuh/dehidrasi.

Akibatnya bisa jadi tubuh akan kekurangan air. Keadaan ini dapat menggangu fungsi organ tubuh yang lain.

Oleh karena itu, waktu yang paling tepat untuk melakukan olahraga adalah setengah hingga satu jam sebelum berbuka puasa.

Dengan demikian, tak perlu terlalu lama menunggu untuk minum atau mengganti cairan tubuh yang keluar.

Ketika sore hari sibuk menyiapkan hidangan buka puasa, waktu olahraga dapat diundur setelah berbuka.

Tunggu hingga dua jam setelah perut diisi makanan, agar organ pencernaan memiliki waktu untuk mencerna.

Jika olahraga pada malam hari jadi pilihan, perlu diingat tubuh kita pun memerlukan istirahat.

Sebaiknya berhenti berolahraga 3 jam sebelum tidur. Sebab tubuh butuh waktu untuk memulihkan diri agar dapat melakukan kegiatan sahur esok harinya.

Saat puasa, penentuan intensitas saat berolahraga juga sangat penting. Olahraga di bulan Ramadhan dapat dilakukan

dengan intensitas 40% hingga 50% lebih sedikit saat kita latihan yang biasa dilakukan atau saat kita tidak menjalankan puasa.

Contohnya, apabila biasanya lari lima kali seminggu selama satu jam, maka saat puasa cukup lakukan jalan cepat tiga kali seminggu selama 30 menit setiap kali lari.

Setiap berolahraga juga jangan lupa melakukan pemanasan dan pendinginan. Lakukan gerakan peregangan (stretching), dengan tujuan terhindar dari cedera atau nyeri otot setelah melakukan olahraga.

Untuk olahraga lain, bisa menggunakan sepeda atau lompat tali. Olahraga seperti jalan sehat atau cepat juga bisa menjadi pilihan.

Olahraga kardio tersebut justru dianjurkan sebelum berpuka puasa. Latihan pembakaran yang berfungsi untuk kardiovaskular tersebut bermanfaat saat perut sedang kosong.

Satu atau setengah jam sebelum berbuka, latihan kardio bisa membakar lemak untuk dijadikan sebagai energi.

Menurut personal trainer profesinal Jedry Sihite, latihan seperti yoga, pilates, body balance, lebih tepat dilakukan saat kita sedang berpuasa.

Selain intensitas rendah, latihan tersebut juga memiliki manfaat bagi pikiran dan jiwa.(*)

 

 

Fahmi Andi Wiranata

Mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/